Kecemburuan Kaum Anshar Terhadap Rasulullah Shalallahu ‘Alahi Wasalam
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberi kemenangan bagi Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam dengan takluknya Quraisy dan kota Makkah (saat itu Rasulullah bermukim di kota Madinah). Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam pun berangkat menuju bukit Shafa lantas berdoa di sana.
Melihat kemenangan ini dan keadaan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam, sebagian sahabat Anshar (penduduk kota Madinah yang berjuang bersama Rasulullah, red) menjadi risau. Baca entri selengkapnya »
Islamnya Fadhalah bin ‘Umair Al-Mulawwih
Tidak semua penduduk Makkah menerima kekalahan mereka dan jatuhnya Makkah ke tangan kaum muslimin. Termasuk Fadhalah ketika itu.
Dia bertekad akan membunuh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam yang sedang thawaf di Ka’bah. Mengendap-endap Fadhalah mendekati Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam sambil menyiapkan belati untuk membunuh beliau.
Baca entri selengkapnya »
Tidak Sama Lelaki dengan Wanita
Secara fitrah, wanita jelas berbeda dengan pria. Namun dengan mengatasnamakan “hak wanita”, sejumlah pihak bersuara nyaring mengampanyekan kesetaraan pria dan wanita. Mereka dan orang-orang tak berilmu menyangka bahwa mereka sedang memperbaiki tata kehidupan, padahal yang mereka lakukan tak lain adalah merusak fitrah dan kehormatan wanita. Sungguh ini bahaya besar, karena rusaknya akhlak seorang wanita merupakan awal kerusakan tatanan kehidupan keluarga dan masyarakat. (lihat Hadits pada catatan kaki)
Al-Qur’anul Karim sebagai pedoman hidup kita telah menegaskan: “Dan tidaklah lelaki itu sama dengan wanita….” (Ali ‘Imran: 36)
Dalil-dalil Qur’an dan Sunnah Tentang Islam Sebagai Agama Yang Sempurna
Islam adalah ajaran yang lengkap dan sempurna. Segala permasalahan demi kemaslahatan manusia untuk kehidupan mereka di dunia dan akhirat telah diuraikan secara utuh dan sempurna. Berikut ini dipaparkan sebagian dalil dari Al Quran dan As Sunnah yang menunjukkan kesempurnaan tersebut.
Nasihat Tentang Menjaga Pendidikan Anak Perempuan
Di dalam hadis, Rasulullah shollallahu’alayhiwasallam bersabda: “Barangsiapa yang menafkahi dua orang anak perempuan sampai keduanya baligh, ia akan datang pada hari kiamat, dengan keadaan aku dan dia (lalu beliau menghimpun jari jemari beliau). Diriwayatkan oleh Muslim.
Dan Rasulullah shollallahu’alayhiwasallam bersabda: “Barangsiapa yang diberikan ujian dengan sesuatu melalui anak-anak perempuan ini, lalu ia memperlakukan mereka dengan baik, maka mereka akan menjadi penghalang untuknya dari api neraka”. Muttafaqun ‘alayhi.
Hukum dan Keutamaan Birrul Walidain (Berbakti Kepada Kedua Orang Tua)
Dari Abu Hurairah radiyallahu anhu berkata : Saya mendengar Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Celakalah dia, celakalah dia”, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam ditanya : Siapa wahai Rasulullah?, Bersabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam : “Orang yang (berkesempatan hidup) menjumpai salah satu atau kedua orang tuanya dalam usia lanjut, kemudian (waktu-waktu berharga tersebut disia-siakannya sehingga) tidak membuatnya masuk surga”. (Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya No. 1758, ringkasan).
Baca entri selengkapnya »
13 Cara Menjaga Lisan
Perkataan itu adalah sebuah perkara yang besar, berapa banyak dari perkataan buruk seseorang dapat menyebabkan kemarahan dari Allah ‘azza wajalla dan menjatuhkan pelakunya kedalam jurang neraka. Berhati-hatilah dari terlalu banyak berceloteh dan terlalu banyak berbicara, Allah Ta’ala berfirman:
“Dan tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian diantara manusia “. (An nisa:114)
Ingatlah bahwa disampingmu ada malaikat yang senantiasa mengamati dan mencatat perkataanmu.
“Seorang duduk disebelah kanan,dan yang lain duduk disebelah kiri.tiada satu ucapanpun yang diucapkan melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir” (Qaaf:17-18).
Baca entri selengkapnya »
Beberapa Sifat Riya’ Yang Perlu Diwaspadai
Pintu-pintu yang mengantarkan kepada riya’ (ingin dipuji manusia) sangat banyak sekali, kita berlindung kepada Alloh darinya. Jenis-jenis tersebut adalah sebagai berikut :
Beberapa Hal Yang Dapat Membantu Terciptanya Sholat Yang Khusyu’
Bagaimanakah cara menghadirkan KHUSYU’ di dalam sholat ? Dalam permasalahan ini, beberapa ulama memberikan beberapa bimbingan, diantaranya :
Baca entri selengkapnya »
Orang-orang Beriman Selalu Menjaga Ketaqwaannya, Selalu Ingin Berbuat Baik dan Menjaga Akhlak Dalam Pergaulannya
Abu Dzar Al-Ghifari radhiyAllahu ‘anhu pernah menyampaikan sabda sang Rasul ShallAllahu ‘alaihi wa sallam berikut ini yang berisi pesan-pesan penting agar ketakwaan kita selalu terjaga :
“Bertakwalah kepada Allah di mana saja engkau berada. Susullah kejelekan dengan kebaikan, niscaya kebaikan itu akan menghapuskan kejelekan tersebut, dan bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik.”
Baca entri selengkapnya »
Hubungan Harmonis Suami-Istri Terbentuk Karena Terpeliharanya Hak dan Kewajiban Syariat
“Para istri memiliki hak yang seimbang dengan kewajiban mereka menurut cara yang ma’ruf.” (Al-Baqarah: 228)
Dalam ayat lain Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Dan bergaullah kalian dengan mereka (para istri) secara patut.” (An-Nisa’: 19)
Rasul yang mulia Shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan:
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya.” (HR. At-Tirmidzi no. 3895, dishahihkan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih At-Tirmidzi)
Bagaimanakah gambaran pergaulan suami dengan istrinya dalam sebuah rumah tangga?
Berikut ini penjelasannya:
Amalan-amalan Itu Tergantung Niatnya
Fungsi niat dalam ibadah sangatlah penting. Karena itu setiap muslim harus senantiasa memperbaiki niat dalam ibadahnya, yaitu ikhlas untuk Allah semata.
Umar ibnul Khaththab radliallahu anhu berkata: Aku mendengar Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda :
“Amalan-amalan itu hanyalah tergantung dengan niatnya. Dan setiap orang hanyalah mendapatkan sesuai dengan apa yang dia niatkan. Maka siapa yang amalan hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya itu karena Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang ingin ia peroleh atau karena wanita yang ingin ia nikahi maka hijrahnya itu kepada apa yang dia tujukan/niatkan”.
Baca entri selengkapnya »
Semua Makhluk Ditanggung Rizkinya
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakkal kepada-Nya, niscaya Dia akan memberikan rizki kepada kalian sebagaimana Dia memberikan rizki kepada burung, yang pergi di awal siang (pagi hari) dalam keadaan perut kosong (lapar) dan pulang di akhir siang (sore hari) dalam keadaan perut penuh berisi (kenyang).” (HR. Ahmad no.205, At-Tirmidziy no.2344 dari ‘Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu, lihat Ash-Shahiihah no.310)
Tata Cara dan Bacaan Sholat Sesuai Tuntunan Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam (Sifat Sholat Nabi)
Bismillah. Berikut ini adalah panduan sholat sesuai sunnah Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasalaam, yang intinya bersumber dari buku pegangan populer SIFAT SHOLAT NABI dari karya Syekh Nashiruddin Al Bani (Kitab Shifatu Shalaati an Nabiyyi Shallallahi ‘Alaihi wa Sallam min at-Takbiiri ilaa at Tasliimi Ka-annaka Taraahaa) yang dijadikan rujukan ahlus sunnah wal jamaah. Beberapa perbedaan pendapat dari para ulama dalam bacaan dan gerakan sholat hendaknya dijadikan dorongan semangat bagi kita untuk mempelajari ilmu (agama) secara lebih jauh lagi melalui sumber-sumber yang sunnah dan dari ulama-ulama yang telah diakui kemurnian aqidahnya dan keilmuannya.
Untuk memudahkan membacanya, disarankan untuk meng-copy-paste tulisan ini ke program microsoft words atau sejenisnya, lalu lebih baik lagi di print diatas kertas (sekitar 27 halaman).
Baca entri selengkapnya »
Mengingat Penghancur Kelezatan Dunia
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda : “Perbanyaklah engkau mengingat penghancur kelezatan yaitu kematian.” (dari Abu Hurairoh, HR. Tirmidzi dan Nasai dan di shahihkan oleh Ibnu Hibban)
Al Maut itu merupakan pemutus kelezatan kehidupan dunia dari manusia, dengan maut itu manusia akan berpindah dari kehidupan dunia ke akhirat (diawali dengan alam kubur). Kalau dia termasuk hamba yang sholih, kelezatan dunia itu akan diganti oleh Allah ta’ala dengan kelezatan akhirat yang jauh lebih nikmat. Akan tetapi jika dia adalah orang yang buruk amalnya, kelezatan dunia itu akan diganti dengan kesengsaraan akhirat yang sangat pedih yang kepedihannya itu tidak dapat dibayangkan oleh manusia yang hidup di dunia ini (semoga Allah ta’ala melindungi kita dari yang demikian).
Baca entri selengkapnya »
Beriman Pada Takdir Allah, Tanpa Pasrah dan Tetap Berupaya
Sebagian kaum muslimin cenderung salah memahami makna takdir, mereka hanya pasrah terhadap takdir yang telah ditentukan Allah hingga akhirnya malas untuk berusaha/berupaya. Jika kaum muslimin memahami dengan benar masalah takdir ini, niscaya mereka akan mengetahui kekuasaan Allah yang Maha Besar dan Mutlak. Dan bahwasanya segala daya upaya dan kekuatan kita ada di bawah kekuasaan Allah.
Baca entri selengkapnya »
Membangun Sifat Qona’ah (Sifat Merasa Cukup Dengan Apa Yang Telah Kita Miliki)
Sifat Qona’ah (selalu merasa cukup dengan apa yang ada) merupakan harta kekayaan yang tidak ada habisnya. Karena siapa saja yang telah memiliki sifat ini maka ia ibarat orang kaya yang tidak lagi terpengaruh oleh godaan harta dan kedudukan yang dibentangkan dunia untuknya. Ia hanya mengambil dunia seperlunya sesuai dengan kebutuhan minimalnya. Orang yang memiliki sifat Qona’ah akan selalu bersyukur atas karunia yang diberikan Allah subhanahu wata’ala padanya, tidak mengeluh dan tidak berharap lebih banyak dari rezeki yang telah ditakdirkan Allah padanya. Sifat ini membuat pemiliknya tidak rakus akan dunia, apalagi menjadikan dunia sebagai tujuan hidupnya.
Khalifah Abu Bakar radhiallahu’anhu Menjadi Pelayan Nenek Buta
Pada masa Khulafa’ur Rasyidin para sahabat Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam dan para tabi’in berlomba-lomba berbuat kebaikan dengan membantu orang yang membutuhkan dan menolong orang yang teraniaya. Abu Bakar Ash-Shidiq radhiallahu’anhu dan Umar bin Khatab radhiallahu’anhu termasuk orang yang gigih berlomba-lomba dalam amal kebaikan yang mulia ini, yang pelakunya mendapatkan kebaikan besar di dunia dan banyak pahala di akhirat.
Mencintai Karena Allah
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ada tiga perkara yang apabila perkara tersebut ada pada seseorang, maka ia akan mendapatkan manisnya iman, yaitu (1) hendaknya Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari selain keduanya. (2) Apabila ia mencintai seseorang, ia hanya mencintainya karena Allah. (3) Ia tidak suka untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkannya, sebagaimana ia tidak mau untuk dilemparkan ke dalam api.” [HR. Al-Bukhari (no. 16), Muslim (no. 43 (67)), at-Tirmidzi (no. 2624), an-Nasa-i (VIII/96) dan Ibnu Majah (no. 4033), dari hadits Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu.]
Hadits ini menunjukkan bahwa keimanan itu memiliki rasa manis yang dapat dirasakan oleh orang yang hatinya tenang dalam keimanan sebagaimana orang dapat merasakan lezatnya makanan. Bahkan iman itu lebih lezat dan lebih baik, karena ia adalah santapan khusus untuk ruh. Adapun makanan hanyalah untuk jasad yang fana (bersifat sementara).
Antara Rasa Takut dan Rasa Harap (Khauf dan Roja`)
Khauf (rasa takut) dan roja` (rasa harap) adalah dua ibadah yang sangat agung. Bila keduanya menyatu dalam diri seorang mukmin, maka akan seimbanglah seluruh aktivitas kehidupannya. Bagaimana tidak, sebab dengan khauf akan membawa dirinya untuk selalu melaksanakan ketaatan dan menjauhi perkara yang diharamkan; sementara roja` akan menghantarkan dirinya untuk selalu mengharap apa yang ada di sisi Rabb-nya ‘Azza wa Jalla.
Pendek kata dengan khauf (takut) dan roja` (pengharapan) seorang mukmin akan selalu ingat bahwa dirinya akan kembali ke hadapan Sang Penciptanya (karena adanya rasa takut), disamping ia akan bersemangat memperbanyak amalan-amalan (karena adanya pengharapan).
Jumlah Kalian (Umat Islam) Banyak, Tapi Kalian Bagai Buih…
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memperingatkan kita yang berada di akhir zaman ini, dalam salah satu sabdanya :
“Hampir terjadi keadaan yang mana ummat-ummat lain akan mengerumuni kalian bagai orang-orang yang makan mengerumuni makanannya. “
Salah seorang sahabat berkata; “Apakah karena sedikitnya kami ketika itu?”
Nabi berkata: Bahkan, pada saat itu kalian banyak jumlahnya, tetapi kalian bagai ghutsa’ (buih kotor yang terbawa air saat banjir). Pasti Allah akan cabut rasa segan yang ada didalam dada-dada musuh kalian, kemudian Allah campakkan kepada kalian rasa wahn. “
Kata para sahabat: “Wahai Rasulullah, apa Wahn itu?
Beliau bersabda: “Cinta dunia dan takut mati. “
(HR Abu Daud no. 4297, Ahmad 5/278, Abu Nu’aim dalam At Hilyah l /182 dengan dua jalan dan dengan keduanya hadits ini menjadi shohih)Hadits ini yang menceritakan menunjukkan keadaan ummat Islam di akhir zaman.
Menghidupkan Sunnah Dalam Kehidupan Sehari-hari, Melalui Doa dan Dzikir
Sesungguhnya yang disebut Islam itu terdiri kumpulan dari sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika semua sunnah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam baik aqidah, ibadah, akhlak, ucapan, perbuatan ataupun ketetapannya dikumpulkan (dilaksanakan) maka akan tergambarlah Islam yang sempurna. Sebaliknya ketika ummat Islam meninggalkan sunnah-sunnah beliau sedikit demi sedikit berarti Islam akan hilang sedikit demi sedikit. Sebagaimana dikatakan oleh ‘Abdullah Ad-Dailamiy, “Sesungguhnya pertama kali hilangnya agama (Islam) adalah dengan ditinggalkannya sunnah. Agama ini akan hilang sesunnah demi sesunnah sebagaimana lepasnya tali seutas demi seutas.” (Al-Lalika`iy 1/93 no.127, Ad-Darimiy 1/58 no.97 dan Ibnu Wadhdhah di dalam Al-Bida’ wan Nahyu ‘anha:73, lihat Lammud Duril Mantsuur minal Qaulil Ma`tsuur hal.21)
Baca entri selengkapnya »
Meninggalkan Apa-apa yang Tidak Bermanfaat
Rasulullah bersabda shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Di antara baiknya keislaman seseorang adalah meninggalkan apa-apa yang tidak bermanfaat.” (HR. At-Tirmidziy no.2318, Malik, Ahmad dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albaniy dalam Al-Misykaah 4839)
Meninggalkan apa-apa yang tidak bermanfaat yakni menjauhkan diri dari berbagai kesibukan atau kegiatan yang yang tidak penting, yaitu yang tidak bermanfaat bagi dunia dan akhiratnya. Menjauhkan diri dari hal yang tak bermanfaat akan menciptakan ketenangan baginya, karena ia tidak terbebani oleh berbagai perkara yang tak penting.
Bukan Kemiskinan Yang Aku Khawatirkan Atas Kalian !
Kebanyakan manusia takut terjatuh ke dalam kemiskinan. Mereka berusaha dengan berbagai cara untuk menghindarinya. Mereka begitu sedih dan berduka cita ketika mengalami kekurangan harta. Bahkan sampai-sampai di antara mereka ada yang menukar agamanya hanya untuk mendapatkan sebagian harta benda duniawi.
Baca entri selengkapnya »
Zuhud, Ketenangan Hidup, dan Cara Membangun Sikap Zuhud
Ketenangan hidup di dunia adalah dambaan setiap orang. Akan tetapi betapa banyak manusia yang hidupnya penuh dengan kegelisahan, gundah gulana, kecemasan, ketakutan, adanya kebencian dengan orang lain, dan keadaan lainnya yang tidak diinginkannya.
Di antara hal terbesar untuk mendapatkan ketenangan hidup adalah ketika kita hidup di tengah-tengah manusia dalam keadaan dicintai Allah dan juga dicintai manusia.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits berikut ini telah menunjukkan kepada kita suatu amalan yang akan mendatangkan kecintaan Allah dan juga kecintaan manusia kepada kita.
Baca entri selengkapnya »
Tidur Yang Bernilai Tambah Di Sisi Allah
Allah subhanahu wa ta’ala menjadikan malam dan siang memiliki hikmah tersendiri. Dan adanya malam dan siang itu menunjukkan kasih sayang Allah subhanahu wa ta’ala terhadap hamba-hamba-Nya dan manakah dari hamba-Nya yang mau mensyukurinya?
Semangat Menghidupkan Sunnah
Para shahabat dan orang-orang setelah mereka, sangat bersemangat dalam mengamalkan sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bahkan sampai-sampai di antara mereka ada yang takut kalau meninggalkan sedikit saja dari perintah Rasulullah, maka dia akan menyimpang. Berkata Abu Bakr Ash-Shiddiq, “Tidaklah aku meninggalkan sesuatu yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kecuali aku melakukannya dan sesungguhnya aku benar-benar takut kalau aku meninggalkan sedikit saja dari perintah beliau maka aku akan menyimpang.” (Al-Ibaanah, Ibnu Baththah 1/246, diambil dari Ta’zhiimus Sunnah hal.24)
Berikut ini salah satu contohnya.
Baca entri selengkapnya »
Betapa Tingginya Allah Menilai Sebuah Waktu…
Waktu adalah usia kehidupan kita dan tempat kita berada, bernaung, mengambil dan memberi manfaat. Betapa tingginya nilai sebuah waktu sampai Allah bersumpah demi waktu dalam berbagai firman-Nya.
Waktu adalah nikmat yang cukup mendasar dan mahal, namun kebanyakan dari kita melalaikannya.
Syarat-Syarat Sholat, Rukun-rukun Sholat, Hal-hal Yang Wajib, Hal-hal Yang Sunnah, Hal-hal Yang Makruh, dan Hal-hal Yang Dapat Membatalkan Sholat
Dibawah ini dapat dipelajari beberapa unsur fisik, gerak dan bacaan yang menjadi syarat sah sholat, rukun, wajib dan sunnah dalam sholat. Shalat tidak akan sah kecuali jika memenuhi syarat-syarat, rukun-rukun dan hal-hal yang wajib ada padanya serta menghindari hal-hal yang akan membatalkannya.
Perbedaan Maksud Syarat, Rukun, Wajib, Sunnah, Makruh, dan Pembatal Sholat
Baca entri selengkapnya »
Syarat-syarat Sah Sholat
Adapun yang dimaksud dengan syarat-syarat shalat di sini ialah syarat-syarat sahnya shalat tersebut. (Maksudnya, syarat-syarat yang harus ada supaya sholat boleh atau bisa ditegakkan red).
Adapun syarat-syaratnya ada sembilan:
Hal-hal Yang Menjadi Rukun Sholat
Yang dimaksud dengan rukun-rukun sholat adalah bagian-bagian sholat yang wajib dilakukan tanpa keringanan walau karena lupa (apabila ketinggalan salah satunya dengan sengaja atau tidak disengaja walau karena lupa maka sholatnya batal atau tidak sah).
Rukun-rukun shalat ada empat belas, yaitu :
Baca entri selengkapnya »
Hal-hal Yang Wajib Dalam Sholat
Hal yang wajib dalam sholat adalah bagian sholat yang apabila ketinggalan salah satunya dengan sengaja maka sholatnya batal (tidak sah), tapi kalau tidak sengaja atau lupa maka orang yang sholat diharuskan melakukan sujud sahwi. Dengan kata lain, kalau meninggalkan rukun-rukun shalat baik dengan sengaja ataupun lupa maka akan membatalkan shalat, sedangkan meninggalkan wajib-wajib shalat, jika ditinggalkan secara sengaja maka shalatnya batal, namun jika ditinggalkan karena lupa maka dia melakukan sujud sahwi (sujud karena lupa, sebagai gantinya)
Adapun wajib-wajib (hal-hal yang wajib dalam) shalat itu ada delapan:
Hal-hal Yang Disunnahkan Dalam Sholat
Hal yang sunnah dalam sholat adalah bagian sholat yang tidak termasuk dalam rukun maupun wajib, tidak membatalkan solat baik ditinggalkan secara sengaja maupun lupa. Hal-hal yang sunnah lebih baik dan menambah pahala bila dilakukan seandainya memang kita sanggup atau berkesempatan melakukannya.
Sunnah-sunnah ini tidak wajib dilakukan oleh orang yang shalat, tetapi jika ia melakukan semuanya atau sebagiannya maka ia akan mendapatkan pahala, sedangkan orang yang meninggalkan semuanya atau sebagiannya maka tidak ada dosa baginya, sebagaimana pembicaraan tentang sunnah-sunnah yang lain (selain sunnah shalat).
Baca entri selengkapnya »
Hal-hal Yang Makruh Dalam Sholat
Yang dimaksud dengan hal-hal yang makruh dalam sholat adalah gerakan-gerakan yang bisa mengurangi nilai sholat, walaupun tidak membatalkan sholatnya.
Yang termasuk hal-hal yang makruh dalam sholat :
Hal-hal Yang Membatalkan Sholat
Yang dimaksud dengan hal-hal yang membatalkan sholat adalah gerakan-gerakan atau lisan yang bisa membatalkan sholat, sehingga sholatnya tidak sah dan harus diulang
Yang termasuk hal-hal yang dapat membatalkan sholat, adalah :
Baca entri selengkapnya »
Dalil-dalil Tentang Wajibnya Sholat Berjamaah 5 Waktu di Masjid (bagi pria)
Shalat lima waktu bersama jama’ah di masjid-masjid adalah sebesar-besar ibadah yang mulia. Dibawah ini disebutkan berbagai dalil dari al-Qur’an dan as-Sunnah tentang wajibnya shalat jama’ah tersebut.
Lebih Baik Bagi Wanita Sholat Di Rumahnya
Syaikh Shalih bin Fauzan bin ‘Abdullah Al-Fauzan pernah ditanya, mana yang lebih utama bagi wanita, dia shalat di rumahnya, atau shalat bersama muslimin di masjid?
Maka beliau menjawab:
Benarkah Bumi Mengelilingi Matahari?
Apakah matahari berputar mengelilingi bumi?
Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin menjawab :
Dhahirnya dalil-dalil syar’i menetapkan bahwa mataharilah yang berputar mengelilingi bumi dan dengan perputarannya itulah menyebabkan terjadinya pergantian siang dan malam di permukaan bumi, tidak ada hak bagi kita untuk melewati dhahirnya dalil-dalil ini kecuali dengan dalil yang lebih kuat dari hal itu yang memberi peluang bagi kita untuk menakwilkan dari dhahirnya.
Sikap para Shahabat Terhadap Akal
Para shahabat sebagai manusia termulia diantara umat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang-orang yang paling paham dalam menempatkan akal mereka.
Baca entri selengkapnya »
Wanita Yang Sebaiknya Engkau Cari
Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman : “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS. Ar Ruum : 21)
Baca entri selengkapnya »
Rezeki, Hidup, Mati
Hendaklah kamu bertakwa kepada Allah disaat kamu lalai
Dzat yang telah melimpahkan rizki kepadamu dari arah yang tidak kamu ketahui…
Bagaimana kamu takut miskin padahal Allah Maha Pemberi Rizki..
Sungguh telah dianugerahi rizki burung di udara dan ikan dilautan..
Penyakit Pada Harta
Al Imam Sufyan Ats-Tsauri – semoga Allah merahmatinya – berkata : ‘Isa bin Maryam – ‘Alaihissalam – bersabda: “Cinta dunia adalah pangkal segala kesalahan, dan pada harta terdapat penyakit yang sangat banyak.”
Beliau ditanya: “Wahai ruh (ciptaan) Allah, apa penyakit-penyakitnya?”
Baca entri selengkapnya »
Penghalang Terkabulnya Do’a
Seseorang berkata kepada Ibrahim bin Adham Rohimahullah: “Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman dalam kitab-Nya : “Berdoalah kalian kepada-KU, niscaya Aku kabulkan doa kalian.” (Surat Al Mu’min ayat ke 60).
Sedangkan kami telah berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sekian lama namun tidak juga Allah Subhanahu wa Ta’ala kabulkan doa kami.”
Baca entri selengkapnya »
Asma’ binti Yazid Bertanya Tentang Hak Wanita
Asma’ radhiallahu ‘anha adalah termasuk shahabiyah Anshar yang pertama masuk Islam yang keilmuannya sangat luas. Sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Abdil Barr bahwa Asma’ adalah seorang wanita yang cerdas dan bagus agamanya. Asma’ ikut aktif mendengar hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sering bertanya tentang persoalan-persoalan yang menjadikan dia paham urusan agama. Oleh karena itu, ia menjadi ahli hadits yang mulia, sehingga mendapat julukan “juru bicara wanita”. Asma’ dipercaya oleh kaum muslimah sebagai wakil mereka untuk berbicara dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang persoalan-persoalan yang mereka hadapi.
Suatu ketika Asma’ mendatangi Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dan bertanya,
Baca entri selengkapnya »
Hindarkan Syirik Dengan Mengenalinya Jenis-jenisnya.
Allah Ta’ala berfirman :
Artinya : Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. (QS, An-Nisa’ : 48)
Syirik tergolong dosa besar dan tak terampuni. Kenali kesyirikan dengan baik, karena bisa jadi seseorang telah terjerumus kedalamnya tanpa ia sadari.
Nikmat dan Rezeki Bukan Untuk Memuliakan Manusia
Betapa sering kita saksikan orang-orang yang berlimpah rezeki dan kenikmatan mengungkapkan rasa iba dan kasihan (bahkan terkadang muncul sikap sombongnya) atas nasib malang yang ditimpa orang-orang lain. Mereka merasa lebih beruntung hidupnya dan sangat bersyukur (dengan caranya sendiri) atas kenikmatan hidup dan terhindarnya diri mereka dari berbagai kesusahan hidup didunia. Pada sisi lain, sebagian dari mereka merasa kenikmatan dan rezeki yang mereka terima merupakan wujud dari rasa sayang Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada mereka. Bahkan mereka berpikir bahwa dengan harta benda, rezeki dan kemudahan hidup yang mereka terima merupakan cara Allah memuliakan diri mereka.
Fenomena ini ditunjukkan dalam firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala :
Menggugurkan Dosa-dosa Dengan Amalan-amalan Bulan Dzulhijjah
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Tidaklah ada hari yang amal shalih di dalamnya lebih dicintai oleh Allah dari hari-hari tersebut (yaitu sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah).” Para sahabat pun bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah jihad di jalan Allah tidak lebih utama?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Tidaklah jihad lebih utama (dari beramal di hari-hari tersebut), kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan keduanya (karena mati syahid).” (HR. Al-Bukhari)
Dalil-dalil Qur’an dan Sunnah Tentang Tanda-tanda Datangnya Kiamat
Hanya Allah Subhanahu Wata’ala Yang Tahu Tentang Kapan Datangnya Kiamat
Hal ini telah disampaikan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam firman-Nya:
“Mereka bertanya kepadamu tentang Kiamat: ‘Kapankah terjadinya.’ Katakanlah: ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang hari Kiamat itu adalah pada sisi Rabb-ku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba.’ Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang hari Kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.’” [Al-A’raaf: 187]
Wajib Mengikuti Cara Beragama Para Sahabat Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasalaam
(Rekaman Ceramah/Taqlim “Dalil-dalil Menjaga Kemurnian Ibadah Sesuai Sunnah”, KLIK DISINI)
Saat ini kita berada di zaman yang berjarak hampir 1500 tahun sejak wafatnya Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasalaam dan para Sahabatnya. Selang waktu yang demikian jauh telah banyak menimbulkan berbagai bias dan penyimpangan dalam memahami Al Qur’an dan As-Sunnah. Tak heran di zaman ini kita mengenal berbagai ‘variasi’ (maksudnya : penyimpangan) dalam cara beribadah, beramal dan cara beragama, yang telah menjerumuskan sebagian umat Islam kedalam bahaya besar perbuatan bid’ah dan bahkan kesyirikan.
Generasi para Sahabat Nabi adalah generasi muslim yang terbaik, generasi yang bertemu dan berguru langsung pada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasalaam.
Baca entri selengkapnya »
Bahaya Lisan
Lisan atau lidah merupakan salah satu bentuk nikmat Allah Subhanahu wa ta’ala karena dengannya seorang hamba dapat mengungkapkan keinginan jiwanya.
“Bukankah Kami telah menjadikan untuknya dua mata, lisan, dan dua bibir?” (Al-Balad: 8-9)
Dengan lisan ini, seorang hamba dapat terangkat derajatnya dengan beroleh kebaikan di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebaliknya, ia juga dapat tersungkur ke jurang jahannam dengan sebab lisannya.
Betapa Dahsyatnya dan Betapa Mengerikannya Siksaan di Dalam Neraka
(Artikel ini merupakan transkrip dari rekaman ceramah yang disampaikan dengan penuh keharuan dan sangat menggetarkan hati, oleh Al Ustadz Dzulqarnain Al Makassari. Untuk mendengar rekaman aslinya silahkan klik link ini :
http://www.4shared.com/file/145890471/cbe07b9f/05_Betapa_Dahsyatnya_dan_Betapa_Mengerikannya_Siksaan_di_Dalam_Neraka_Al_Ustadz_Dzulqarnain_Al_Makasari_wwwkajiansunnahwordpresscom.html
…Wahai hamba Allah, kaum Muslimin, ketahuilah sesungguhnya Allah Subhanahu wata’ala menciptakan makhluk supaya mereka mengenal Allah Subhanahu wata’ala dan menyembah-Nya dan supaya mereka takut kepada-Nya. Dan Allah Subhanahu wata’ala telah menggambarkan tentang pedihnya siksaan-Nya dan dahsyatnya api Neraka-Nya di dalam Al Quranul karim dengan pensifatan yang sedemikian banyak dan pengulangan yang beraneka ragam.
Seluruh hal tersebut Allah Subhanahu wata’ala sifatkan tentang api Neraka (An-Naar) dan apa yang Allah Subhanahu wata’ala siapkan berupa siksaan dan kepedihan dan yang terkandung di dalamnya berupa makanan dari zaqqum, addhori’, air yang mendidih, belenggu, dan rantai yang membuat getar hati orang-orang beriman yang takut kepada Allah Subhanahu wata’ala yang maha perkasa lagi maha kuat. Dan membuat getar hati para hamba yang menyadari dirinya bahwa dia akan berdiri di depan Allah Subhanahu wata’ala yang maha perkasa.
Sesungguhnya Allah Subhanahu wata’ala telah memperingatkan dari api Neraka dan demi Allah!… tidaklah Allah Subhanahu wata’ala memperingatkan kepada hamba-Nya dan membuat mereka takut kepada sesuatupun yang lebih keras dan lebih dahsyat dari api Neraka.
Baca entri selengkapnya »
Arti Rasa Takut
Takut adalah Ibadah
Dalam agama, rasa Takut termasuk salah satu bentuk ibadah hati, bahkan memiliki kedudukan yang agung dan mulia. Takut adalah salah satu dari rukun ibadah dan merupakan syarat iman, sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala :
“Sesungguhnya mereka itu tidak lain adalah setan dengan kawan-kawannya yang menakut-nakuti (kamu), karena itu janganlah kalian takut kepada mereka tetapi takutlah kepada-Ku jika kalian benar-benar orang yang beriman.” (Ali Imran: 175)
“Maka janganlah kalian takut kepada manusia dan takutlah kalian kepada-Ku.” (Al-Maidah: 44).
Arti Cinta
Hakikat Cinta
Cinta adalah sebuah amalan hati yang akan terwujud dalam (amalan) lahiriah. Apabila cinta tersebut sesuai dengan apa yang diridhai Allah, maka ia akan menjadi ibadah. Dan sebaliknya, jika tidak sesuai dengan ridha-Nya maka akan menjadi perbuatan maksiat. Berarti jelas bahwa cinta adalah ibadah hati yang bila keliru menempatkannya akan menjatuhkan kita ke dalam sesuatu yang dimurkai Allah yaitu kesyirikan.
Menggunakan Akal Sesuai Kemampuan dan Batasan
Pemuliaan akal secara berlebihan (pengkultusan akal) adalah perbuatan yang menghinakan akal serta menyiksa akal karena telah membebani akal dengan sesuatu diluar batas kemampuan akal. Karena akal adalah sesuatu yang berada dalam jasmani makhluk, maka sebagaimana makhluk yang lain, akal memiliki sifat lemah dan keterbatasan. Jika akal menggunakan daya pikirnya pada lingkup dan batasnya serta memaksimalkan pengkajiannya, ia akan tepat (menentukan) dengan ijin Allah. Tetapi jika ia menggunakan akalnya di luar lingkup dan batasnya yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah tetapkan maka ia akan membabi buta…” (Lawami’ul Anwar Al-Bahiyyah, hal. 1105)
Kedzaliman adalah Kegelapan pada Hari Kiamat
Rasul yang mulia Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:
“Kedzaliman adalah kegelapan pada hari kiamat.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Maknanya bahwa di hari akhirat kelak, para pelaku kedzaliman tidak akan mendapatkan arah/jalan yang akan dituju (berada dalam kegelapan yang menakutkan) dan pelakunya akan ditimpa berbagai kesempitan dan kesulitan di masa-masa panjang saat huru-hara hari akhirat kelak.
Perbedaan Antara Jin, Setan dan Iblis
Keberadaan Jin, Setan, dan Iblis merupakan suatu kepastian yang diakui dalam syariat Islam, sehingga jika masih ada dari kalangan muslim yang meragukan keberadaan mereka, teramat pantas jika diragukan keimanannya.
Jin Diciptakan Sebelum Manusia
Kaum jin adalah makhluk hidup, berakal dan mereka melakukan segala sesuatu dengan kehendak. Bahkan mereka dibebani perintah dan larangan, hanya saja mereka tidak memiliki sifat dan tabiat seperti yang ada pada manusia atau selainnya. (Idhahu Ad-Dilalah fi ’Umumi Ar-Risalah hal. 1, lihat Majmu’ul Fatawa, 19/9)
Ujian Hidup dalam Rumah Tangga Lebih Besar Daripada Ujian Individu.
Memang problem dalam berumah tangga adalah sebuah suratan taqdir (sunnatullah) yang mesti ada dan terjadi. Akan tetapi Allah Subhanahu wa ta’ala telah menurunkan berbagai cara dalam syariat-Nya untuk membimbing ke jalan yang diridhai dan dicintai-Nya. Jalan yang akan mengakhiri problem tersebut.
Sebuah suratan yang tidak akan berubah dan tidak akan dipengaruhi oleh keadaan apapun. Mungkin kita akan menyangka, suratan taqdir tersebut tidak akan menimpa orang-orang yang taat beribadah dan orang-orang mulia di sisi Allah Subhanahu wa ta’ala. Tentu tidak demikian keadaannya. Nabi Nuh ‘alaihissalam berseberangan dengan istri dan anaknya. Nabi Luth ‘alaihissalam dengan istrinya yang jelas-jelas mendukung perbuatan keji dan kotor: laki-laki “mendatangi” laki-laki.
Baca entri selengkapnya »
Harta Kita Yang Sesungguhnya
Manusia umumnya gemar menumpuk atau menimbun harta. Namun mungkin tak pernah disadari bahwa harta mereka yang hakiki adalah segala perbuatan yang ditujukan pada kebaikan.
Banyak orang berlomba-lomba mencari harta dan menabungnya untuk simpanan di hari tuanya. Menyimpan harta tentunya tidak dilarang selagi ia mencarinya dari jalan yang halal dan menunaikan apa yang menjadi kewajibannya atas harta tersebut, seperti zakat dan nafkah yang wajib.
Namun ada simpanan yang jauh lebih baik dari itu, yaitu amal ketaatan dengan berbagai bentuknya yang ia suguhkan untuk hari akhirat. Yaitu untuk suatu hari dimana tidak lagi bermanfaat harta, anak, dan kedudukan.
Yang Tergolong Dalam Perbuatan Berburuk Sangka (Su`u zhon)
Dalam Al-Qur`anil Karim, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah oleh kalian kebanyakan dari persangkaan (zhan) karena sesungguhnya sebagian dari persangkaan itu merupakan dosa.” (Al-Hujurat: 12)
Dalam ayat di atas, Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan untuk menjauhi kebanyakan dari prasangka (zhan) dan tidak mengatakan agar kita menjauhi semua prasangka. Karena memang prasangka yang dibangun di atas suatu qarinah (bukti atau tanda-tanda yang menunjukkan ke arah yang kita sangka tersebut) tidaklah terlarang. Hal itu merupakan tabiat manusia. Bila ia mendapatkan qarinah yang kuat maka timbullah zhan (prasangka) nya, apakah zhan yang baik (khuznu’zhan) ataupun yang buruk (su’u zhan). Yang namanya manusia memang mau tidak mau akan tunduk menuruti qarinah yang ada. Yang seperti ini tidak apa-apa.
Yang terlarang adalah berprasangka semata-mata tanpa ada qarinah (bukti nyata).
Baca entri selengkapnya »
Munculnya Ya’juj dan Ma’juj : Apakah Bangsa Perusak Ini Sudah Muncul?
Penulis : Al-Ustadz Abulfaruq Ayip Syafruddin
Ya`juj dan Ma`juj, bangsa yang nanti akan muncul menjelang hari kiamat memang sudah ada sekarang di sebuah wilayah yang dipagari oleh sebuah “benteng”. Namun benarkah mereka telah berhasil menembus dinding besi dan tembaga yang mengisolir mereka selama ini kemudian mewujud dalam bangsa yang mendiami wilayah Rusia dan negara-negara pecahan Soviet di Asia Tengah dan sebagian Eropa? Dan benarkah mereka adalah bangsa Mongol (Tartar)?
Munculnya Ya’juj dan Ma’juj : Sebagai Bangsa Perusak dan Proses Kebinasaan Mereka
Penulis : Al-Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi
Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah mengingatkan manusia akan munculnya Ya’juj dan Ma’juj di akhir zaman, seperti dalam firman-Nya (artinya) :
“Hingga apabila dibukakan (dinding) Ya`juj dan Ma`juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir. (Mereka berkata): ‘Aduhai, celakalah kami, sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang zhalim’.” (Al-Anbiya`: 96-97)
Munculnya Ya’juj dan Ma’juj : Bangsa Perusak Yang Akan Muncul Di Akhir Zaman
Penulis : Al-Ustadz Muhammad Umar As-Sewed
Kemunculan sebuah bangsa yang akan menciptakan kekacauan serta kerusakan di muka bumi telah ditakdirkan Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai salah satu penanda kiamat besar. Siapakah dan bagaimanakah mereka? Di dalam beberapa hadits tentang tanda-tanda hari kiamat kubra, disebutkan ada sepuluh tanda hari kiamat. Di antaranya adalah keluarnya Ya`juj dan Ma`juj.
Berita tentang keluarnya Ya`juj dan Ma`juj bukan hanya mutawatir, bahkan disebutkan dalam Al-Qur’an surat Al-Anbiya’ ayat 96-97: حَتَّى إِذَا فُتِحَتْ يَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ وَهُمْ مِنْ كُلِّ حَدَبٍ يَنْسِلُونَ. وَاقْتَرَبَ الْوَعْدُ الْحَقُّ فَإِذَا هِيَ شَاخِصَةٌ أَبْصَارُ الَّذِينَ كَفَرُوا يَاوَيْلَنَا قَدْ كُنَّا فِي غَفْلَةٍ مِنْ هَذَا بَلْ كُنَّا ظَالِمِينَ. Hingga apabila dibukakan (dinding) Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan telah dekatlah datangnya janji yang benar (hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir. (Mereka berkata): “Aduhai, celakalah kami, sesungguhnya kami dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang dzalim.”
Baca entri selengkapnya »
Munculnya Ya’juj dan Ma’juj : Peranan Dzulqarnain dalam Surat Al-Kahfi
Kisah Dzulqarnain telah diterangkan Al-Qur`an secara panjang lebar dalam Surat Al-Kahfi ayat 83-99. Berikut adalah penjelasannya.
وَيَسْأَلُونَكَ عَنْ ذِي الْقَرْنَيْنِ قُلْ سَأَتْلُو عَلَيْكُمْ مِنْهُ ذِكْرًا. إِنَّا مَكَّنَّا لَهُ فِي اْلأَرْضِ وَءَاتَيْنَاهُ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ سَبَبًا. فَأَتْبَعَ سَبَبًا. حَتَّى إِذَا بَلَغَ مَغْرِبَ الشَّمْسِ وَجَدَهَا تَغْرُبُ فِي عَيْنٍ حَمِئَةٍ وَوَجَدَ عِنْدَهَا قَوْمًا قُلْنَا يَاذَا الْقَرْنَيْنِ إِمَّا أَنْ تُعَذِّبَ وَإِمَّا أَنْ تَتَّخِذَ فِيهِمْ حُسْنًا. قَالَ أَمَّا مَنْ ظَلَمَ فَسَوْفَ نُعَذِّبُهُ ثُمَّ يُرَدُّ إِلَى رَبِّهِ فَيُعَذِّبُهُ عَذَابًا نُكْرًا. وَأَمَّا مَنْ ءَامَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَلَهُ جَزَاءً الْحُسْنَى وَسَنَقُولُ لَهُ مِنْ أَمْرِنَا يُسْرًا
“Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Dzulqarnain. Katakanlah: ‘Aku akan bacakan kepadamu cerita tentangnya.’ Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu, maka diapun menempuh suatu jalan. Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata: ‘Hai Dzulqarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka.’ Berkata Dzulqarnain: ‘Adapun orang yang aniaya, maka kami kelak akan mengadzabnya, kemudian dia dikembalikan kepada Rabbnya, lalu Dia mengadzabnya dengan adzab yang tidak ada taranya. Adapun orang-orang yang beriman dan beramal shalih, maka baginya pahala yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami titahkan kepadanya (perintah) yang mudah dari perintah-perintah kami’.” (Al-Kahfi: 83-88)
Kalau Allah Menghendaki…
“Dan hak bagi Allah (menerangkan) jalan yang lurus, dan di antara jalan-jalan ada yang bengkok. Dan jikalau Dia menghendaki, tentulah Dia memimpin kamu semuanya (kepada jalan yang benar).” (An-Nahl: 9)
Ayat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang mulia ini menjelaskan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala yang memiliki hak yang mutlak dalam membimbing siapa saja yang dikehendaki-Nya, sebagai karunia dan keutamaan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada hamba tersebut. Bimbingan itulah yang menyebabkan seorang hamba senantiasa istiqamah di atas Islam, di atas As-Sunnah, yang merupakan satu-satunya jalan kebenaran. Selain jalan ini, merupakan jalan-jalan yang menyimpang dari al-haq. Ada kalanya menuju kekufuran serta kesyirikan, dan ada kalanya menuju kepada bid’ah serta hawa nafsu.
Generasi Pewaris dan Penjaga Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam
Generasi terbaik umat ini adalah para sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka adalah sebaik-baik manusia. Lantas disusul generasi berikutnya, lalu generasi berikutnya. Tiga kurun ini merupakan kurun terbaik dari umat ini. Ini sesuai dengan riwayat dari Imran bin Hushain radhiyallahu ‘anhuma, bahwa dia mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sebaik-baik umatku adalah pada masaku. Kemudian orang-orang yang setelah mereka (generasi berikutnya), lalu orang-orang yang setelah mereka.” (Shahih Al-Bukhari, no. 3650)
Hak Istri, dan Cara Islam Memuliakan Wanita
Banyak fakta tak terbantahkan bahwa hak-hak istri sering kali diabaikan oleh para suami. Padahal jika kita runut, percikan konflik dalam rumah tangga berakar dari diabaikannya hak-hak istri/suami oleh pasangan mereka. Lalu apa saja hak-hak istri yang mesti ditunaikan suami?
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan para istri mempunyai hak yang seimbang dengan kewajiban mereka menurut cara yang ma’ruf.” (Al-Baqarah: 228)
Tanggung Jawab Suami dan Istri Dalam Mengelola Rumah Tangga
Minimnya perhatian dan kelembutan seorang ibu yang tersita waktunya untuk aktivitas di luar rumah, jika mau disadari, sejatinya berpengaruh besar pada perkembangan jiwa anak. Terlebih jika keperluan anak dan suaminya malah diserahkan kepada sang pembantu / babysitter. Lantas di manakah tanggung jawab untuk menjadikan rumah sebagai madrasah bagi anak-anak mereka?
Mendulang Pahala Setelah Ramadhan Usai
Ketika Ramadhan berlalu, tersisa sepenggal duka di hati insan beriman karena harus berpisah dengan bulan yang penuh keberkahan dan kebaikan. Terbayang saat-saat yang sarat dengan ibadah; puasa, tarawih, tadarus Al-Qur`an, dzikir, istighfar, sedekah, memberi makan orang yang berbuka… Rumah-rumah Allah Subhanahu wa Ta’ala dipenuhi jamaah, majelis-majelis dzikir dan ilmu, dipadati hadirin.
Mengingat semua itu, tersimpan satu asa: andai setiap bulan dalam setahun adalah Ramadhan. Namun Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menetapkan segala sesuatu dengan hikmah-Nya. Yang tersisa hanyalah satu tanya: Adakah umur akan sampai di tahun mendatang untuk bersua kembali dengan Ramadhan?
Berita Tentang Hari Kiamat
Datangnya hari kiamat adalah suatu kepastian. Hanya saja berita tentang hari kiamat ini terasa asing atau terlupakan bagi sebagian manusia yang hidup mereka tersibukkan dengan bermain-main, lalai, mengenyangkan diri dengan syahwat dunia dan kelezatannya. Kenikmatan dunia berupa harta, anak-anak, dan sebagainya telah melupakan mereka akan pertemuan dengan hari tersebut. Padahal hari kiamat demikian dekatnya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Telah dekat hari kiamat dan telah terbelah bulan.” (Al-Qamar: 1)
Jalan Menuju Surga Dihalangi Oleh Berbagai Ujian
“Neraka diliputi oleh berbagai macam syahwat dan surga diliputi oleh berbagai macam perkara yang tidak disukai.” (HR. Al-Bukhari no. 6006 dan Muslim no. 2823 dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anahu)
Ujian Akan Dialami Setiap Manusia Sebagai Sunatullah dan Takdir
Semua orang tidak pernah menduga dan mengharapkan adanya gangguan dan rintangan yang menghalangi jalan hidupnya kecil maupun besar, sedikit maupun banyak, dan ringan ataupun berat.
Dzikir dan Syukur
Dzikir dan Syukur merupakan 2 ibadah yang saling bersimpul erat.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman (yang artinya),
“Ingatlah kepada-Ku, Aku juga akan ingat kepada kalian. Dan bersyukurlah kepada-Ku, janganlah kalian kufur.” (QS. Al Baqarah [2] : 152).
Dalam ayat tersebut, Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyuruh kita untuk mengingatnya (dengan dzikir), dan selanjutnya menyuruh kita bersyukur.
Baca entri selengkapnya »
Menjadi Orang Asing dan Musafir di Dunia ini
“Jadilah engkau hidup di dunia seperti orang asing atau musafir (orang yang bepergian).”
Demikian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berpesan pada Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhu (HR. Al-Bukhariy no.6416)
Seorang mukmin hidup di dunia ibaratnya seperti orang asing atau musafir. Suatu permisalan yang penuh makna dan pesan yang agung.
Jangan Menunda-nunda Amal !
Ingatlah nasihat seorang sahabat Nabi, Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhu , berkata ia,
“Apabila engkau berada di sore hari, maka janganlah menunggu hingga pagi hari. Dan apabila engkau berada di pagi hari maka janganlah menunggu hingga sore hari. Pergunakanlah waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu. Dan pergunakanlah hidupmu sebelum datang kematianmu.”
(HR. Al-Bukhari no.6416)
Bagaimana Meyakini Keberadaan Allah Subhanahu wa Ta’ala?
Mengenai keberadaan Allah Subhanahu wa Ta’ala, bisa dipastikan dengan empat argumen yang tak terbantahkan yakni fitrah, logika, panca indera, dan syariat. Argumen secara syariat diletakkan pada bagian akhir, bukan karena kedudukannya tidak penting, melainkan karena argumen akal (fitrah, logika, panca indera) lebih mudah diterima oleh orang-orang yang lemah atau belum beriman pada syariat Islam. Allahul Musta’an.
Kenali Bahaya Besar : Riya’ !
Riya’ termasuk ke dalam syirik asghar/kecil. Ia dapat mencampuri amal kita kemudian merusaknya.
Amalan yang dikerjakan dengan ikhlas akan mendatangkan pahala. Lalu bagaimana dengan amalan yang tercampur riya’? Tentu saja akan merusak pahala amalan tersebut. Bisa merusak salah satu bagiannya saja atau bahkan merusak keseluruhan dari pahala amalan tersebut.
Adakah Diantara Manusia atau Jin Yang Mengetahui Hal Ghaib ?
Meyakini adanya makhluk Allah yang mengetahui perkara-perkara ghaib termasuk salah satu dari bentuk-bentuk kesyirikan. Karena salah satu dari aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaah adalah meyakini bahwa tidak ada satu pun dari makhluk Allah yang ada di langit (seperti malaikat) ataupun di bumi (seperti Nabi-Nabi dan manusia atau jin) yang mengetahui hal ghaib.
Di antara dalil-dalil yang menunjukkan keyakinan Ahlus Sunnah mengenai hal ini adalah sebagai berikut :
Kenali Bahaya Besar : Syirik Besar dan Syirik Kecil
Syirik (Mempersekutukan Sesuatu Dengan Allah)
Syirik merupakan bahaya yang terbesar dan penyakit yang paling berbahaya. Sumber kesyirikan bermula dari keyakinan (i’tiqad) yang ada di dalam hati. Para ulama membagi jenis syirik menjadi dua bagian :
a) Syirik Akbar (besar)
- Yang tidak diampuni (apabila pelakunya mati dan belum bertaubat).
- Diharamkan baginya Surga.
- Kekal di dalam neraka.
- Membatalkan semua amalan-amalan yang lalu.
b) Syirik Ashghar (kecil)
Jadilah Mukmin Yang Kuat
Abu Hurairah radhiyallahu’anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada seorang mukmin yang lemah, namun pada masing-masingnya terdapat kebaikan. Bersemangatlah untuk meraih apa yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan jangan bersikap lemah. Apabila sesuatu menimpamu janganlah berkata, ‘Seandainya dahulu aku berbuat demikian niscaya akan begini dan begitu.’ Akan tetapi katakanlah, ‘Itulah ketetapan Allah dan terserah Allah apa yang dia inginkan maka tentu Dia kerjakan.’ Dikarenakan ucapan ’seandainya’ itu akan membuka celah perbuatan syaitan.” (HR. Muslim [2664] lihat Syarh Nawawi, jilid 8 hal. 260).
Hadits yang mulia ini menunjukkan makna sbb:
Syirik, Bahaya Terbesar Umat Islam
Syirik merupakan dosa paling besar, kezaliman yang paling zalim, dosa yang tidak akan diampuni Allah, dan pelakunya diharamkan masuk surga serta seluruh amal yang pernah dilakukannya selama di dunia akan hangus dan sia-sia. Oleh sebab itu mengenal hakikat syirik dan bahayanya adalah perkara yang sangat penting yang wajib diketahui dan diwaspadai setiap muslim. Janganlah pernah seorang muslim merasa aman dari huru-hara akhirat bila kita belum mengenali dengan baik bahaya-bahaya syirik perusak amalan dan akidah. Baca entri selengkapnya »
Urgensi Tauhid Bagi Setiap Muslim
Kepentingan manusia untuk bertauhid sungguh jauh berada di atas kepentingan mereka terhadap makanan, minuman atau tempat tinggal. Kalau seseorang tidak makan atau minum, akibat terburuk yang dialami hanyalah sekedar kematian. Namun, kalau seseorang tidak bertauhid barang sekejap saja dan pada saat itu dia meninggal dalam keadaan musyrik, maka siksaan yang kekal di neraka sudah siap menantinya.
Baca entri selengkapnya »
Persiapkan Bekal Perjalanan Panjang Menuju Rumah Akhirat
Hari akhirat, hari setelah kematian yang wajib diyakini kebenarannya oleh setiap orang yang beriman kepada Allah ta’ala dan kebenaran agama-Nya. Hari itulah hari pembalasan semua amal perbuatan manusia, hari perhitungan yang sempurna, hari ditampakkannya semua perbuatan yang tersembunyi sewaktu di dunia, hari yang pada waktu itu orang-orang yang melampaui batas akan berkata dengan penuh penyesalan.
“Duhai, alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini.” (Qs. Al Fajr: 24)
Keutamaan Malam Lailatul Qadar
Malam Lailatul Qadar adalah malam yang dimuliakan Allah ta’ala. Allah ta’ala menamainya dengan Lailatul Qadar, menurut sebagian pendapat, karena pada malam itu Allah Ta’ala mentakdirkan ajal, rizki dan apa yang terjadi selama satu tahun dari aturan-aturan Allah ta’ala. Hal ini sebagaimana Allah Ta’ala firmankan:
Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah. (Ad Dukhan: 4)
Syarat Sholat Khusyu’
(Dirujuk dari tulisan : Fadhilatul ‘Allamah DR. Shalih bin Fauzan Al-Fauzan hafizhahullah )
Segala puji khusus bagi Allah, yang telah memerintahkan untuk beristi’anah (meminta tolong kepada-Nya) dengan kesabaran dan shalat dalam menghadapi kesulitan-kesulitan hidup. Dia memberitakan bahwa hal itu merupakan suatu yang berat kecuali bagi para hamba-Nya yang khusyu’ .
Khusyu’ Hanya Dapat Dilakukan Oleh Orang-orang Yang Beriman
Baca entri selengkapnya »
Nasihat Menjelang Ramadhan
Nasihat Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah Menjelang Ramadhan
















