Bagaimanakah cara menghadirkan KHUSYU’ di dalam sholat ? Dalam permasalahan ini, beberapa ulama memberikan beberapa bimbingan, diantaranya :
1. Meminta perlindungan (isti’adzah) kepada Alloh subhanallohu wa ta’ala dari gangguan dan godaan setan.
2. Mengadakan sutrah (pembatas) dan memandang hanya ke tempat sujud.
3. Mengosongkan hati dari kesibukan-kesibukan lainnya. Bila terlintas pikiran lain di benak kita, maka segera ditampik dan tidak diindahkan. Bila ada kesibukan atau keinginan maka segera dituntaskan sebelum sholat, seperti bila lapar maka makan terlebih dahulu, bila hendak buang air maka segera membuangnya, dsb.
4. Berupaya menghadirkan hati dan terus mengingat-ingat bahwa sekarang kita sedang berdiri di hadapan RAJA DI RAJA (MALIKUL MULK) yang Maha Mengetahui segala perkara yang tersembunyi, yang samar maupun rahasia dari orang yang sedang bermunajat kepada-Nya. Dan kita terus mengingat bahwasanya amalan sholat ini natinya (hari akhir) akan ditampakkan kepada kita.
5. Menenangkan anggota badan dengan tidak melakukan sesuatu perkara yang dapat mengganggu kekhusyu’an, seperti memilin-milin rambut, menggerak-gerakkan cincin, dsb.
6. Berusaha memahami, merenungkan, memperhatikan dan memikirkan bacaan-bacaan sholat dan dzikir-dzikirnya, karena yang demikian itu akan menyempurnakan kekhusyu’an. [Al-Mausu'ah Al-Fiqhiyyah, hal 19/118, Taisirul 'Allam, 1/292]
-disalin dari majalah Asy-Syariah No.04/I/Syawal 1424 H-























