Kemuliaan Yang Akan Didapatkan Orang-orang Yang Menyempurnakan Tauhidnya
25 Juni 2010 pada 10:13 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 1. Memperkuat Aqidah dan Keimanan, 5. Memahami Tauhid Adalah Sangat Penting dan Utama

Keutamaan tauhid akan dirasakan manusia baik di dunia maupun di akhirat. Di dunia, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjanjikan rasa aman yang langgeng bagi orang-orang yang bertauhid, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :
“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan mereka), sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku tanpa mempersekutukan Aku dengan sesuatu apa pun. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka itulah orang-orang yang fasik.” (An-Nur: 55)
Dalam kehidupan akhirat seorang yang bertauhid dengan sempurna akan menikmati rasa aman dari kekekalan dalam api neraka dan ancaman azab.
Sementara orang yang tidak menyempurnakan tauhid karena melakukan dosa besar tanpa bertaubat akan mengecap rasa aman dari kekekalan dalam api neraka, tetapi tidak merasa aman dari ancaman azab. Nasibnya tergantung pada kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala, apakah Allah Subhanahu wa Ta’ala mau mengampuninya atau justru mengazabnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya Allah tidaklah mengampuni dosa syirik terhadap-Nya dan akan mengampuni yang lebih ringan dari itu bagi orang yang Dia kehendaki, dan barangsiapa yang berbuat syirik kepada Allah sungguh dia telah sesat dengan kesesatan yang jauh.” (An-Nisa`: 116)
13 Keutamaan Bagi Yang Menyempurnakan Tauhid
Makna Tauhid adalah upaya menyerahkan segala bentuk ibadah hanya kepada Allah ‘Azza wa Jalla Pencipta alam semesta, serta menjauhkan semua bentuk peribadahan kepada selain-Nya. Tauhid memiliki kedudukan yang paling tinggi dalam Islam. Tauhid merupakan hak Allah yang paling besar atas hamba-hamba-Nya.
Asy-Syaikh Abdurrahman As-Sa’did dalam kitabnya Al-Qaulus Sadid (hal. 16-19), memaparkan 13 keutamaan-keutamaan yang akan didapatkan orang-orang yang menyempurnakan pemahaman dan ibadah tauhidnya :
1. Dapat menghapus dosa-dosa.
2. Merupakan faktor terbesar dalam melapangkan berbagai kesusahan serta bisa menjadi penangkal dari berbagai akibat buruk dalam kehidupan dunia dan akhirat.
3. Mencegah kekekalan dalam api neraka meskipun dalam hatinya hanya tertanam keimanan sebesar biji sawi. Juga mencegah masuk neraka secara mutlak bila dia menyempurnakannya dalam hati. Ini termasuk keutamaan tauhid yang paling mulia.
4. Memberi petunjuk dan rasa aman yang sempurna di dunia dan akhirat kepada pemiliknya.
5. Merupakan sebab satu-satunya untuk menggapai ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala dan pahala-Nya. Orang yang paling bahagia dalam memperoleh syafaat Muhammad Subhanahu wa Ta’ala adalah yang mengucapkan La ilaha illallah dengan ikhlas dari hatinya.
6. Penerimaan seluruh amalan dan ucapan, baik yang tampak dan yang tersembunyi tergantung kepada tauhid seseorang. Demikian pula penyempurnaan dan pemberian ganjarannya. Perkara-perkara ini menjadi sempurna dan lengkap tatkala tauhid dan keikhlasan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala menguat. Ini termasuk keutamaan tauhid yang paling besar.
7. Memudahkan seorang hamba untuk melakukan kebaikan-kebaikan dan meninggalkan kemungkaran-kemungkaran, serta menghiburnya tatkala menghadapi berbagai musibah. Seorang yang ikhlas kepada Allah dalam beriman dan bertauhid akan merasa ringan untuk melakukan ketaatan-ketaatan karena dia mengharapkan pahala dan keridhaan Rabbnya. Meninggalkan hawa nafsu yang berupa maksiat terasa ringan baginya, karena dia takut terhadap kemurkaan dan siksa Rabbnya.
8. Bila tauhid sempurna dalam hati seseorang, Allah menjadikan pemiliknya mencintai keimanan serta menghiasinya dalam hatinya. Selanjutnya Allah menjadikan pemiliknya membenci kekafiran, kefasikan, dan kemaksiatan. Lalu Allah menggolongkannya ke dalam orang-orang yang terbimbing.
9. Meringankan segala kesulitan dan rasa sakit bagi seorang hamba. Semua itu sesuai dengan penyempurnaan tauhid dan iman yang dilakukan oleh seorang hamba. Sesuai pula dengan sikap seorang hamba saat menerima segala kesulitan dan rasa sakit dengan hati yang lapang, jiwa yang tenang, pasrah dan ridha terhadap ketentuan-ketentuan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang menyakitkan.
10. Melepaskan seorang hamba dari perbudakan, ketergantungan, rasa takut, pengharapan dan beramal untuk makhluk. Inilah keagungan dan kemuliaan yang hakiki. Bersamaan dengan itu, dia hanya beribadah dan menghambakan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, tidak mengharap, takut dan kembali kecuali hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dengan demikian sempurna keberuntungannya dan terbukti keberhasilannya. Ini termasuk keutamaan tauhid yang paling besar.
11. Bila tauhid sempurna dalam hati seseorang dan terealisasi lengkap dengan keikhlasan yang sempurna, amalnya yang sedikit akan berubah menjadi banyak. Segenap amal dan ucapannya berlipat ganda tanpa batas dan hitungan. Kalimat ikhlas (La ilaha illallah) menjadi berat dalam timbangan amal hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala ini sehingga tak terimbangi oleh langit dan bumi beserta seluruh makhluk penghuninya. Perkara ini sebagaimana disebutkan dalam hadits Abu Sa’id radhiyallahu ‘anhu dan hadits tentang sebuah kartu yang bertuliskan La ilaha ilallah tapi mampu mengalahkan berat timbangan 99 gulungan catatan dosa, padahal setiap gulungan sejauh mata memandang. Hal itu karena keikhlasan orang yang mengucapkannya. Betapa banyak orang yang mengucapkannya tetapi tidak mencapai prestasi ini, sebab di dalam hatinya tidak terdapat tauhid dan keikhlasan yang sempurna seperti atau mendekati yang terdapat dalam hati hamba-Nya itu. Ini termasuk keutamaan tauhid yang tak bisa tertandingi oleh sesuatu apapun.
12. Allah Subhanahu wa Ta’ala menjamin kemenangan dan pertolongan di dunia, keagungan, kemuliaan, petunjuk, kemudahan, perbaikan kondisi dan situasi, serta pelurusan ucapan dan perbuatan bagi pemilik tauhid.
13. Allah Subhanahu wa Ta’ala menghindarkan orang-orang yang bertauhid dan beriman dari keburukan-keburukan dunia dan akhirat. Allah Subhanahu wa Ta’ala menganugerahi mereka kehidupan yang baik, ketenangan kepada-Nya dan kenyamanan dengan mengingat-Nya.
Cukup banyak dalil yang menguatkan keterangan ini baik dari Al-Qur`an maupun As-Sunnah. Wallahu a’lam.
Dengan demikian, cukup besar dan banyak keutamaan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala limpahkan bagi para hamba-Nya yang bertauhid. Sangat beruntung orang yang bisa menggapai seluruh keutamaannya. Namun keberhasilan total hanya milik orang-orang yang mampu menyempurnakan tauhid sepenuhnya. Tentunya manusia bertingkat-tingkat dalam mewujudkan tauhid kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka tidak berada pada satu tingkatan. Masing-masing menggapai keutamaan tauhid sesuai dengan prestasinya dalam menerapkan tauhid. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Itulah keutamaan Allah, Dia berikan kepada orang yang dikehendakinya. Dan Allah adalah Dzat yang memliki keutamaan yang besar.” (Al-Jumu’ah: 4)
Wallahu a’lam bish-shawab.
Sumber :
Tulisan diatas dikutip (disadur) dari tulisan karya Abu Muhammad Abdul Mu’thi Al-Maidani, untuk membaca tulisan lengkapnya silahkan klik :
Like this:
Be the first to like this post.
Permalink
Tinggalkan Balasan
Implikasi orang bertauhid adalah ikhlas, ikhlas didapatkan hanya dengan mengkontruksikan diri dalam bertauhid yang lurus (al-Ikhlas:1-4)