Arsip untuk Kebun01 : JALAN MENUJU HIDAYAH
6 Mei 2012 pada 11:38 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 4. Kisah Teladan, 4. Sahabat Rasululloh and tagged: gubernur, keluhan rakyat, keteladanan, kisah islam, kisah muslim, kisah teladan, pemimpin islam, pemimpin masa kini, pemimpin muslim, pemimpin teladan, pemimpin zuhud, pilkada, rendah hati

Sa’id bin Amir adalah salah seorang shahabat Nabi Shalallahu Alaihi Wasalam yang membeli akhirat dengan dunia, dan mementingkan keridhaan Allah dan pahala-Nya atas segala keinginan hawa nafsu dan syahwat badannya.. Ia meninggalkan kenikmatan dan godaan dunia walaupun dengan kedudukannya sebagai seorang gubernur lazimnya mudah mendapatkan kemewahan dunia.
Berikut ini kisah kezuhudannya, semoga bisa menjadi inspirasi bagi diri kita dan para pemimpin kita.
Baca entri selengkapnya »
6 November 2011 pada 11:08 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 4. Kisah Teladan, 4. Muslimah Teladan, 5. Remaja dan Pernikahan
Wanita yang benar-benar shalihah ibarat seseorang yang tahan memegang bara api yang panas …
Jika telah sampai suatu perintah syariat pada seorang wanita muslimah maka ia segera taat, terima, dan tunduk (walau itu berat untuk dijalankannya). Dia tidak menyanggah, tidak membangkang, ataupun mencari alasan untuk tidak menerimanya.
Perhatikanlah cerita wanita mulia ini! Cerita tentang seorang pengantin wanita…
10 Juli 2011 pada 20:43 · Disimpan dalam 06. Memahami Al Qur'an, 2. Hikmah, 4. Kisah Teladan
Sebuah kisah yang baik akan mudah meresap ke dalam hati orang yang membaca atau mendengarnya, serta menanamkan kesan yang demikian mendalam. Bahkan pelajaran yang disampaikan melalui pemaparan kisah (narasi) lebih banyak faedahnya.
Kisah-kisah umat terdahulu banyak termuat di dalam Al-Qur`an dan sebagiannya dalam hadits-hadits yang shahih dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wasalam. Mengapa begitu banyak Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengungkap berbagai kejadian umat manusia sebelum kita?. Apa hikmah di balik itu semua?
9 Mei 2011 pada 15:13 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 03. Jalan Untuk Memperbanyak Amal & Ibadah, 2. Akhlak & Pensucian Hati, 4. Kisah Teladan, 4. Sahabat Rasululloh
Hammad bin Zaid berkisah :
“Ketika aku bersama Ayahku, aku mengambil secuil pecahan bata dari tembok.
Ayahku menegurku: “Kenapa kamu ambil?”
Aku menjawab, “Ini hanya secuil tembok”
Ayahku berkata:
“Jika setiap orang mengambil secuil demi secuil, apakah akan tersisa tembok pada dinding ini..”
Ini hanya satu kisah sikap wara’ (kehati-hatian) seorang Salafus Soleh (orang-orang soleh terdahulu, yang hidup di zaman Rasulullah Shalallah ‘Alaihi Wasalam dan beberapa generasi sesudah wafatnya beliau). Perjalanan hidup mereka dipenuhi semerbak tetesan wewangian dalam gambaran menarik pada kewara’an dan jauhnya mereka dari perkara samar (yang kurang jelas hukumnya).
Marilah lebih jauh kita selami berbagai kisah sikap wara’ pada salafus solihin lainnya.
19 April 2011 pada 21:22 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 1. Urgensi Belajar Islam & Menuntut Ilmu, 3. Jalan Menuju Taubat, 5. Cara dan Ketelitian dalam Belajar Agama
Mendapat pertolongan (taufiq) Allah merupakan momentum yang sangat indah, apalagi kemudian mendapat petunjuk-Nya (hidayah). Biasanya seseorang yang baru bertobat atau dikeluarkan dari kubangan lumpur dosa, maka ia begitu jatuh cinta pada agama ini. Hatinya selalu terpaut pada Allah dan nabi-Nya. Dorongan kuat muncul dari dalam dirinya untuk selalu memperbanyak berbagai macam ibadah yang selama ini telah ia abaikan. Dorongan berikutnya adalah rasa ingin tahu lebih banyak tentang agama ini. Iapun kemudian berusaha mengenal dengan baik Allah dan nabi-Nya, dengan cara belajar agama, membaca buku agama, mengikuti berbagai majelis pengajian / taqlim, dan berusaha mencari guru/ustadz untuk memperdalam ilmunya.
Ketertarikan (antusiasme) menuntut ilmu Islam ini merupakan momentum yang sangat penting diperhatikan dengan baik dan hati-hati, karena hawa nafsu (kecerobohan, keangkuhan, dll) serta godaan syaitan dapat membiaskan niat baik kita ke arah yang menyimpang.
Di akhir zaman ini telah semakin sulit, khususnya bagi ’pencari hidayah’ untuk membedakan antara jalan Islam yang lurus dan jalan yang sesat/menyimpang. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam telah berpesan melalui sabda beliau bahwa : “…umatku akan terpecah menjadi 73 golongan. Semua mereka bakal masuk neraka kecuali satu golongan yang selamat”.
Adalah sangat merugi bila waktu dan pikiran yang kita gunakan untuk belajar agama ternyata kita gunakan untuk belajar ilmu yang salah/menyimpang padahal kita tidak menyadarinya. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :
“Katakanlah : Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling rugi perbuatannya? Yaitu orang yang sia-sia (sesat) usahanya dalam kehidupan dunia sedangkan mereka mengira bahwa mereka sedang berbuat sebaik-baiknya.” (QS. Al Kahfi : 103-104 )
Berikut ini kami sampaikan tulisan Asy Syaikh ‘Abdullah bin Shalfiq Azh-Zhafiri tentang ‘10 Prinsip Dalam Menuntut Ilmu’ agar para penuntut ilmu terjaga dalam arah yang benar dalam menuntut ilmu.
19 April 2011 pada 20:16 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 7. Biografi Ulama, 7. Kisah Suka-Duka Dakwah

Buta di masa kecilnya. Keliling dunia mencari ilmu. Menghafal ratusan ribu hadits. Karyanya menjadi rujukan utama setelah Al Qur’an.
Lahir di Bukhara pada bulan Syawal tahun 194 H. Dipanggil dengan Abu Abdillah. Nama lengkap beliau Muhammmad bin Ismail bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhari Al Ju’fi. Beliau digelari Al Imam Al Hafizh, dan lebih dikenal dengan sebutan Al Imam Al Bukhari.
Baca entri selengkapnya »
17 Januari 2011 pada 18:03 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 1. Jangan Tersesat !, 1. Nasihat, 1. Urgensi Belajar Islam & Menuntut Ilmu, 2. Hikmah, 2. Mengenal Dasar-dasar Islam, 3. Nasihat Untuk Muslimah, 3. Selamat di Akhir Zaman Dunia, 4. Adab Pergaulan Muslim, 5. Remaja dan Pernikahan

Kami persembahkan nasehat ini untuk saudara-saudara kami terkhusus para pemuda dan remaja muslim. Mudah-mudahan nasehat ini dapat membuka mata hati mereka sehingga mereka lebih tahu tentang siapa dirinya sebenarnya, apa kewajiban yang harus mereka tunaikan sebagai seorang muslim, agar mereka merasa bahwa masa muda ini tidak sepantasnya untuk diisi dengan perkara yang bisa melalaikan mereka dari mengingat Allah subhanahu wata’ala sebagai penciptanya, agar mereka tidak terus-menerus bergelimang ke dalam kehidupan dunia yang fana dan lupa akan negeri akhirat yang kekal abadi.
Baca entri selengkapnya »
23 September 2010 pada 06:26 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 1. Nasihat, 3. Jalan Menuju Taubat

Saudaraku ..
Tulisan ini kutujukan kepadamu, ya .. kepadamu yang mengharapkan Ridho Allah dan kenikmatan yang kekal di sisiNya, serta takut kepada siksa dan azab yang Allah Ta’ala siapkan untuk orang-orang yang bermaksiat dan kafir.
Kepadamu saudaraku, yang pernah merasakan manisnya keimanan dan nikmatnya berjalan diatas jalan yang lurus serta indahnya mendekatkan diri kepada Allah.
Kepadamu saudaraku, yang dulu bersemangat dan berpacu menuntut ilmu serta mengajak kepada kebaikan.
Kepadamu saudaraku yang dulu sering kulihat berzikir, membaca dan menghapalkan Al Qur’an.
Apa yang terjadi pada dirimu? Kenapa engkau kini mulai menjauh dari teman-temanmu yang rajin sholat berjama’ah, cinta kepada ilmu agama, gemar mempelajari Al Qur’an dan Hadits serta membaca buku-buku yang bermanfaat?
19 Juli 2010 pada 11:03 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 09. Ramadhan dan Puasa, 1. Nasihat, 3. Jalan Menuju Taubat

Hari ini terlalu banyak yang telah berubah dan menjadi baik. Orang-orang yang semula kukenal tak pernah sholat, kini tak pernah tertinggal berjama’ah di masjid. Temanku yang dulu masih terbata-bata membaca Al Qur’an, sekarang sudah hafal beberapa juz. Juga tidak sedikit aku temui perempuan yang semula berpakaian seronok, kini bahkan nyamukpun tak menemukan sedikit celah untuk bisa mendarat di kulitnya. Subhaanallah, banyak sekali yang telah berubah…, kecuali diriku.
Hari ini tak sedikit orang yang kukenal baik telah pergi, meninggalkan alam dunia, meninggalkan aku… -yang juga belum berubah-. Dan hari ini kembali ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa mempertemukan aku dengan bulan Ramadhan. Artinya, sekali lagi ALLAH, mungkin yang terakhir kali, memberikan aku kesempatan, memberikan aku peluang.
Baca entri selengkapnya »
28 Juni 2010 pada 21:23 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 05. Hukum Islam dan Fatwa, 13. Amar Ma'ruf Nahi Munkar, 4. Masalah Terkini Umat Islam, 7. Kisah Suka-Duka Dakwah

Islam memiliki cara dan metode dalam berdakwah sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi. Tentunya hal itu tidak lepas dari bimbingan syari’at. Terkadang dakwah harus disampaikan dengan sikap lemah lembut dan terkadang dengan sikap keras, tegas, dan lugas. Namun sikap yang kedua ini sering dianggap sebagai sikap yang salah dan tidak mengandung hikmah. Bahkan terkadang dianggap dapat menimbulkan akibat yang fatal bagi dakwah itu sendiri. Sehingga muncul protes dari berbagai pihak ketika salah seorang da’i bersikap keras, tegas dan lugas dalam dakwahnya.
31 Mei 2010 pada 05:54 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 5. Memahami Tauhid Adalah Sangat Penting dan Utama, 7. Kisah Suka-Duka Dakwah

Manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala semata. Tetapi tanpa bimbingan-Nya mereka tidak mampu merealisasikan ibadah ini sebagaimana yang diinginkan oleh Rabb mereka. Sehingga kita mengenal dari kisah-kisah ummat terdahulu ummat-ummat yang menyembah benda-benda langit seperti matahari, bulan dan bintang atau menyembah api atau patung dan lain sebagainya.
Dan di antara kasih sayang Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada hamba-Nya, Dia tidak membiarkan hamba-Nya tersesat dalam urusan besar ini. Oleh karena itu diutuslah kepada mereka para nabi dan rasul yang mengajak manusia untuk kembali kepada fitrah mereka yaitu peribadatan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala semata dan juga untuk menjelaskan rincian dan pelaksanaan ibadah yang diridha’i oleh Rabb mereka Azza wa Jalla.
31 Mei 2010 pada 05:37 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 5. Memahami Tauhid Adalah Sangat Penting dan Utama, 7. Kisah Suka-Duka Dakwah

Pada edisi yang lalu telah kita simak sekelumit dakwah nabi Allah yang mulia, bapak manusia yang kedua Nuh Alaihissalam serta kisah kesabaran beliau yang luar biasa yang menyadarkan setiap kita bahwa dakwah kepada tauhid merupakan kaidah utama setiap anbiya’ dan amanat ilahi terbesar yang tidak boleh seorang da’i ke jalan Allah tidak memprioritaskannya. Dan pada edisi ini kita akan menyimak dakwah imam hunafa’ teladan besar di jalan dakwah, nabi Allah Ibrahim Alaihissalaam.
31 Mei 2010 pada 05:27 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 5. Memahami Tauhid Adalah Sangat Penting dan Utama, 7. Kisah Suka-Duka Dakwah

Ibrahim Alaihissalaam adalah sosok nabi yang agung dan mulia. Berapa banyak lembaran-lembaran kehidupannya yang merupakan teladan bagi setiap insan. Seperti pengorbanannya yang besar ketika Allah mencobanya dengan mimpi untuk menyembelih Ismail anaknya tercinta. Kisah ini sering kali diketengahkan khususnya pada momentum hari raya kurban. Begitu pula kisah beliau ketika meninggalkan istrinya di lembah tak bertuan, kisahnya ketika membangun Ka’bah dan lain sebagainya.
Dan disana ada teladan terbesar yang melebihi kisah-kisah di atas. Tapi hal ini kurang mendapat perhatian dari penulis dan juru-juru khutbah. Yaitu perjuangannya yang besar dalam mendakwahkan Tauhid. Baca entri selengkapnya »
7 Februari 2010 pada 11:21 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Akhlak & Teladan Rasululloh, 4. Sahabat Rasululloh, 5. Kisah Muallaf

Tidak semua penduduk Makkah menerima kekalahan mereka dan jatuhnya Makkah ke tangan kaum muslimin. Termasuk Fadhalah ketika itu.
Dia bertekad akan membunuh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam yang sedang thawaf di Ka’bah. Mengendap-endap Fadhalah mendekati Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam sambil menyiapkan belati untuk membunuh beliau.
7 Februari 2010 pada 11:12 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 3. Jalan Menuju Taubat

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu mengatakan: “Dosa-dosa itu akan mengurangi keimanan. Jika seorang hamba bertaubat, Allah Subhanahu wata’ala akan mencintainya. Derajatnya akan diangkat disebabkan taubatnya.
Sa’id ibnu Jubair radhiyallahu ‘anhu berkata, “Sesungguhnya seorang hamba yang melakukan amalan kebaikan, bisa jadi dengan sebab amalan kebaikannya itu akan memasukkannya ke dalam neraka. Bisa jadi pula seorang hamba melakukan amalan kejelekan akan tetapi membawa dirinya masuk ke dalam surga. Hal itu karena ia membanggakan amalan kebaikannya. Sebaliknya, hamba yang terjatuh ke dalam kejelekan membawa dirinya untuk meminta ampun kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala mengampuni kesalahan-kesalahannya.”
24 Desember 2009 pada 19:13 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 4. Kisah Teladan, 4. Sahabat Rasululloh
Pada masa Khulafa’ur Rasyidin para sahabat Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam dan para tabi’in berlomba-lomba berbuat kebaikan dengan membantu orang yang membutuhkan dan menolong orang yang teraniaya. Abu Bakar Ash-Shidiq radhiallahu’anhu dan Umar bin Khatab radhiallahu’anhu termasuk orang yang gigih berlomba-lomba dalam amal kebaikan yang mulia ini, yang pelakunya mendapatkan kebaikan besar di dunia dan banyak pahala di akhirat.
Baca entri selengkapnya »
22 Oktober 2009 pada 17:29 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Taqwa Pada Perintah & Larangan Allah, 3. Jalan Menuju Taubat, 4. Selamat di Kehidupan Akhirat, 6. Kriteria Calon Penghuni Surga
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan didekatkanlah surga itu kepada orang-orang yang bertakwa pada tempat yang tiada jauh (dari mereka). Inilah yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada setiap hamba yang selalu kembali (kepada Allah) lagi memelihara (semua peraturan-peraturan-Nya). (Yaitu) orang yang takut kepada Dzat Yang Maha Pemurah padahal Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertaubat, masukilah surga itu dengan aman, itulah hari kekekalan. Mereka di dalamnya memperoleh apa yang mereka kehendaki; dan pada sisi Kami ada tambahannya.” (Qaf: 31-35)
Melalui ayat tersebut diatas Allah Subhanahu wa Ta’ala memberitakan tentang sifat-sifat calon penghuni surga, bahwa Ia mendekatkan Al-Jannah kepada orang-orang yang bertakwa, dan bahwa para penghuninya adalah yang memiliki empat sifat berikut ini:
14 Oktober 2009 pada 22:27 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Mengingat Akhirat dan Kematian, 3. Jalan Menuju Taubat
Pernahkah anda hadir di sisi seseorang yang tengah menghadapi sakaratul maut, hingga jasadnya dingin, terbujur kaku, tak bergerak, karena ruhnya telah berpisah dengan badan? Lalu apa perasaan anda saat itu? Adakah anda mengambil pelajaran darinya? Adakah terpikir bahwa anda juga pasti akan menghadapi saat-saat seperti itu? Kemudian, pernahkah terlintas tanya di benak anda, ke mana ruh itu pergi setelah berpisah dengan jasad?
Hadits yang panjang dari Rasul yang mulia Shallallahu ‘alaihi wa sallam di bawah ini memberi ilmu kepada kita tentang hal itu. Sungguh ini suatu berita yang shahih (benar) dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan setiap berita yang datang darinya pasti benar adanya karena: “Tidaklah beliau berbicara dari hawa nafsunya, hanyalah yang beliau sampaikan adalah wahyu yang diwahyukan kepadanya.” (An-Najm: 3-4)
Simaklah…!
Baca entri selengkapnya »
8 Oktober 2009 pada 08:01 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 06. Memahami Al Qur'an, 1. Jangan Tersesat !, 1. Makna Hidayah
“Dan hak bagi Allah (menerangkan) jalan yang lurus, dan di antara jalan-jalan ada yang bengkok. Dan jikalau Dia menghendaki, tentulah Dia memimpin kamu semuanya (kepada jalan yang benar).” (An-Nahl: 9)
Ayat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang mulia ini menjelaskan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala yang memiliki hak yang mutlak dalam membimbing siapa saja yang dikehendaki-Nya, sebagai karunia dan keutamaan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada hamba tersebut. Bimbingan itulah yang menyebabkan seorang hamba senantiasa istiqamah di atas Islam, di atas As-Sunnah, yang merupakan satu-satunya jalan kebenaran. Selain jalan ini, merupakan jalan-jalan yang menyimpang dari al-haq. Ada kalanya menuju kekufuran serta kesyirikan, dan ada kalanya menuju kepada bid’ah serta hawa nafsu.
Baca entri selengkapnya »
24 Agustus 2009 pada 19:14 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 4. Kisah Teladan, 4. Sahabat Rasululloh

Suatu hari Umar bin Khatab radhiallahu’anhu pergi dari rumah untuk mengetahui secara langsung keadaan rakyatnya. Dia bertemu dengan seorang laki-laki yang duduk dengan sedih dan gelisah di pintu masjid.
Umar bertanya, “Ada apa denganmu?” laki-laki itu menjawab, “Istriku hampir melahirkan, tetapi kami tidak memiliki apapun dan tidak seorangpun bersamanya.”.
24 Agustus 2009 pada 18:41 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 4. Kisah Teladan
Nikmat waktu adalah nikmat yang sangat besar, akan tetapi banyak orang yang menyia-nyiakannya dengan menghabiskan untuk keperluan yang kurang penting atau bahkan sia-sia. Menyia-nyiakan waktu sangat bertolakbelakang dengan memanfaatkan detik demi detik yang dilakukan para ulama soleh terdahulu, seperti contoh berikut ini.
Baca entri selengkapnya »
18 Agustus 2009 pada 23:05 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 1. Makna Hidayah, 3. Tujuan Hidup Manusia, 5. Kebahagiaan dan Ketenangan Jiwa

Banyak manusia pada zaman ini hidup dalam kecemasan, ketakutan … kengerian … was-was, hati tak tenang … merasa selalu kekurangan…tak pernah puas…
Malangnya mereka tidak mengetahui sebab yang pasti dari semua ini. Perasaan itu menghantui mereka, baik di rumah atau benteng mereka, apalagi saat diluar rumah, dalam perjalanan atau di lingkungan pekerjaan mereka. Sesungguhnya jauhnya mereka dari rasa aman (keamanan) merupakan iltizam (konsekwen) dari hilangnya keimanan dalam diri mereka.
Baca entri selengkapnya »
11 Agustus 2009 pada 08:49 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 5. Kisah Muallaf
”Barang siapa yang dikehendaki Allah (kesesatannya) niscaya disesatkan-Nya. Dan, barang siapa yang dikehendaki Allah (untuk diberi-Nya petunjuk) niscaya Dia menjadikan-Nya berada di atas jalan yang lurus.” (QS Al-An’am: 39). Ayat serupa juga dapat ditemukan pada surah Alqashash ayat 56, Albaqarah ayat 142 dan 272, serta Ali Imran ayat 73.
Ayat ini rupanya tepat disematkan pada Sara Bokker, seorang model, aktris, sekaligus aktivis dan instruktur fitnes yang sempat menjalani kehidupan gemerlap di negerinya, Amerika Serikat. Allah memberikan hidayah dan petunjuk padanya untuk menerima kedamaian agama Islam.
Baca entri selengkapnya »
10 Agustus 2009 pada 22:50 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 3. Sabar dan Syukur, 4. Kisah Teladan
Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam pernah menceritakan (artinya): “Ada tiga orang dari Bani Israil menderita penyakit belang, botak, dan buta. Allah hendak menguji mereka, maka Allah pun utus kepada mereka Malaikat.
27 Juli 2009 pada 11:52 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 3. Jalan Menuju Taubat
Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
“Dahulu ada seorang laki-laki sebelum kalian yang telah membunuh 99 nyawa. Dia bertanya tentang orang yang paling berilmu di atas permukaan bumi. Lalu ditunjukkanlah seorang rahib (ahli ibadah). Kemudian ia pun datang kepada sang rahib seraya mengatakan bahwa dirinya telah membunuh 99 nyawa. Apakah masih ada taubat baginya? “tidak ada!!”, tukas si rahib. Maka orang itu membunuh si rahib dan menyempurnakan (bilangan 99) dengan membunuh si rahib menjadi 100 nyawa. Kemudian ia bertanya lagi tentang orang yang paling berilmu di atas pemukaan bumi. Lalu ditunjukkan seorang yang berilmu (ulama’) seraya menyatakan bahwa dirinya telah membunuh 100 nyawa, apakah masih ada taubat baginya. Orang yang berilmu itu menyatakan bahwa siapakah yang menghalangi antara dirinya dengan taubat? “Berangkatlah engkau ke negeri demikian dan demikian, karena disana ada sekelompok manusia yang menyembah Allah -Ta’ala- . Maka sembahlah Allah bersama mereka, dan janganlah engkau kembali kembali ke kampungmu, karena ia adalah kampung yang jelek”, kata orang yang beilmu itu.
30 Juni 2009 pada 16:42 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 4. Kisah Teladan, 4. Muslimah Teladan
Hendaknya seorang istri berupaya memahami suaminya. Ia tahu apa yang disukai suami hingga ia berusaha memenuhinya. Dan ia tahu apa yang dibenci suami hingga ia berupaya untuk menjauhinya, dengan catatan selama tidak dalam perkara maksiat kepada Allah.
Berikut ini dengarkanlah kisah seorang istri yang bijaksana yang berupaya memahami suaminya.
Baca entri selengkapnya »
26 Juni 2009 pada 20:03 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Mengingat Akhirat dan Kematian, 3. Jalan Menuju Taubat
Banyak manusia yang tidak memahami arti kehidupan. Mereka hanya berlomba-lomba untuk mendapatkan kesenangan-kesenangan hidup duniawi. Slogan-slogan mereka adalah memuaskan hawa nafsunya, “Yang Penting Puas”. Prinsip dan misi mereka adalah bagaimana mereka dapat menikmati kehidupan, seakan-akan mereka tumbuh dari biji-bijian, kemudian menguning dan mati tanpa ada kebangkitan, perhitungan dan hisab.
Milik siapakah mereka? Apakah mereka tercipta begitu saja? Ataukah mereka yang menciptakan diri mereka sendiri?
“Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatu ataukah mereka yang menciptakan?” (Al Qur’an, surat Ath-Thuur: 35)
Baca entri selengkapnya »
17 Juni 2009 pada 22:15 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 1. Makna Hidayah
Sungguh beruntung orang-orang yang tengah berada dalam anugerah yang tiada ternilai dari Dzat yang memiliki kerajaan langit dan bumi, sementara begitu banyak orang yang terhalangi untuk memperolehnya?
Hanya segelintir orang yang telah dianugerahkan-Nya kemampuan untuk berada dalam nikmat Islam, nikmat iman, hingga bisa tahu ajaran yang benar dari agama Islam ini. Sungguh beruntung bila kita termasuk golongan yang dianugerahkan-Nya ilmu untuk membedakan mana jalan lurus yan harus kita tempuh dan mana yang jalan bengkok yang harus kita hindari.
15 Juni 2009 pada 15:52 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 03. Jalan Untuk Memperbanyak Amal & Ibadah, 4. Kisah Teladan, 4. Sahabat Rasululloh
Uwaimir bin Malik al-Khazraji yang lebih dikenal dengan nama Abu Darda tergolong seorang sahabat yang terlambat masuk kedalam Islam di zaman Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam. Sebelumnya ia sangat disibukkan dengan ketekunan perdagangannya dan keasyikannya menyembah berhala. Singkat cerita, dengan bantuan sahabatnya yang lebih dahulu masuk Islam, Abdullah bin Rawahah, akhirnya ia memeluk Islam. Dia sangat menyesal agak terlambat masuk Islam, karenanya ia sangat bersemangat mengejar ketertinggalannya dengan upaya-upaya yang luar biasa. Berikut ini kisahnya.
8 Juni 2009 pada 21:41 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 4. Kisah Teladan, 4. Sahabat Rasululloh
Siapa yang tak kenal Umar bin Abdul Aziz. Sosok pemimpin adil, arif, lagi berilmu. Banyak kisah teladan yang beliau tinggalkan untuk para peniti kebenaran. Inilah kisah ringkasnya.
Suatu hari datanglah seorang utusan dari salah satu daerah kepada beliau. Utusan itu sampai di depan pintu Umar bin Abdul Aziz dalam keadaan malam menjelang. Setelah mengetuk pintu seorang penjaga menyambutnya.
29 Mei 2009 pada 15:12 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 4. Kisah Teladan
Beberapa abad lalu, di masa-masa akhir tabi’in. Di sebuah jalan, di salah satu pinggiran kota Kufah, berjalanlah seorang pemuda. Tiba-tiba dia melihat sebutir apel jatuh dari tangkainya, keluar dari sebidang kebun yang luas. Pemuda itu pun menjulurkan tangannya memungut apel yang nampak segar itu. Dengan tenang, dia memakannya. Pemuda itu adalah Tsabit. Baru separuh yang digigitnya, kemudian ditelannya, tersentaklah dia. Apel itu bukan miliknya! Bagaimana mungkin dia memakan sesuatu yang bukan miliknya?
Baca entri selengkapnya »
29 Mei 2009 pada 15:09 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Hikmah, 4. Kisah Teladan
Sebuah kisah yang terjadi di masa lampau, sebelum Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dilahirkan. Kisah yang menggambarkan kepada kita pengertian amanah, kezuhudan, dan kejujuran serta wara’ yang sudah sangat langka ditemukan dalam kehidupan manusia di abad ini.
Baca entri selengkapnya »
27 Mei 2009 pada 10:21 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 10. Keutamaan Sedekah, 4. Kisah Teladan
Suatu ketika, Rasulullah Shalallhu ‘Alaihi Wasallam, seperti yang kerap beliau lakukan, berbincang-bincang dengan para sahabat di serambi Masjid Nabawi, Madinah. Selepas berbagi sapa dengan mereka, beliau Shalallhu ‘Alaihi Wasallam berkata kepada mereka,
“Suatu saat ada seorang pria berkata kepada dirinya sendiri, ‘Malam ini aku akan bersedekah!’ Dan, benar, malam itu juga dia memberikan sedekah kepada seorang perempuan yang tak dikenalnya. Ternyata, perempuan itu seorang pezina. Sehingga, kejadian itu menjadi perbincangan khalayak ramai.
Baca entri selengkapnya »
23 Mei 2009 pada 23:14 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Hikmah, 6. Kisah Taubat
Sungguh hidayah itu datang tidak pernah disangka, hidayah datang kepada kita tidak peduli pada saat itu kita siap atau tidak. Aku baru menyadari suatu kebesaran Allah yang melintas di hatiku walaupun itu hanya melalui ‘sedetik’ pertemuan. Namanya At-Tin, mengingatkanku pada buah Tin yang sering dikutip Al-Quran. Aku mengenalnya 4 tahun yang lalu, ketika kami masih sama-sama bekerja di sebuah perusahaan batu bara di tengah belantara hutan Kalimantan.
Baca entri selengkapnya »
23 Mei 2009 pada 21:52 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Hikmah, 4. Masalah Terkini Umat Islam
Seorang wanita berjilbab rapi tampak sedang bersemangat mengajarkan sesuatu kepada murid-muridnya. Ia duduk menghadap murid-muridnya. Di tangan kirinya ada kapur, di tangan kanannya ada penghapus. Sang guru berkata, “Saya punya permainan…
23 Mei 2009 pada 21:43 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 5. Kisah Muallaf
Sorban, jenggot, dan gamis. Simbol-simbol yang pernah membuatnya muak itu, kini dikenakannya. Pria kulit putih AS itu bahkan telah menyandang nama baru: Yusuf Estes. Pria yang usianya nyaris kepala tujuh ini, lahir di tengah keluarga Kristiani yang taat. Keluarga besar dan kakek moyangnya giat membangun rumah ibadah dan sekolah. Estes masih di SD ketika keluarganya pindah ke Houston, Texas.
Baca entri selengkapnya »
23 Mei 2009 pada 21:36 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 5. Kisah Muallaf
Sekitar awal September 2006 lalu, kelas Islamic Forum for non Muslims kedatangan seorang gadis bule bermata biru. Duduk di salah satu sudut ruang dengan mata yang tajam, hampir tidak kerkedip dan bahkan memperlihatkan pandangan yang tajam. Beberapa kali lolucen yang saya sampaikan dalam kelas itu, tidak juga menjadikannya tersenyum.
Baca entri selengkapnya »
23 Mei 2009 pada 21:35 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 5. Kisah Muallaf
“Saya meramalkan bahwa tidak lama lagi akan dapat dipersatukan umat manusia yang berakal dan berpendidikan tinggi untuk menjunjung satu kesatuan kekuasaan yang berdasarkan prinsip–prinsip ajaran Islam, karena hanya al- Qur’anlah satu-satunya sumber kebenaran yang mampu memimpin manusia kepada kebahagiaan.” Sewajarnya ungkapan optimisme ini muncul dari ulama atau peneliti Islam. Tapi yang satu ini ternyata bukan! Ia diucapkan oleh Napoleon Bonaparte!
Baca entri selengkapnya »
23 Mei 2009 pada 21:27 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 5. Kisah Muallaf
“Aku terlahir dari sebuah rumah tangga Nasrani yang berpandangan materialis. Aku tumbuh besar seperti mereka. Setelah dewasa, muncul kekagumanku melihat para artis yang aku saksikan lewat berbagai media massa sampai aku mengganggap mereka sebagai dewa tertinggi. Lantas akupun bertekad mengikuti pengalaman mereka. Dan benar, ternyata aku menjadi salah seorang bintang pop terkenal yang terpampang di berbagai media massa. Pada saat itu aku merasa bahwa diriku lebih besar dari alam ini dan seolah-olah usiaku lebih panjang daripada kehidupan dunia dan seolah-olah akulah orang pertama yang dapat merasakan kehidupan seperti itu.
Baca entri selengkapnya »
23 Mei 2009 pada 21:20 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 5. Kisah Muallaf
Franklin baru bersyahadat sebulan yang lalu. Dia sekarang aktif mengikuti kajian Islam pada The Islamic Forum for new / non Muslims yang asuh di Islamic Cultural Center. Subhanallah, pekan pertama dia menjadi Muslim, pemuda hispanic (keturunan Amerika Selatan) ini sudah membawa 2 orang temannya ikut bersyahadat. Satu orang gadis hispanic, satu orang lagi pemuda Yahudi.Dalam hati saya bertanya-tanya, apa saja yang dia bicarakan kepada teman-temannya itu, sampai mereka tertarik ikut bersyahadat. Pertanyaan saya itu kemudian terjawab.
23 Mei 2009 pada 21:19 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 5. Kisah Muallaf
Pemuda berkulit cokelat asal Trinidad itu terpana melihat pemandangan di depannya. Mata Dion, yang berusia 26 tahun itu, tak henti-henti mengarah ke sekelompok Muslim yang sedang shalat dengan khusyu’nya di tengah riuh-rendah stasiun kereta di sebuah kota di Belgia. Dion seperti tersambar petir. “Saya nggak tahu, tiba-tiba karena melihat mereka shalat di stasiun hati saya bergetar,” katanya.
Baca entri selengkapnya »
23 Mei 2009 pada 17:49 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 5. Kisah Muallaf
Sabtu 9 Juni lalu, saya datang ke Islamic Cultural Center of New York lebih awal. Selain ingin melihat dari dekat jalannya Weekend School (sekolah akhir pekan), juga sekretaris menelpon kalau ada seseorang yang ingin bertanya tentang Islam. Saya minta agar dipersilahkan datang setelah Zuhur sehingga bergabung dengan the Islamic Forum for non Muslims, kelas khusus setiap pekan bagi orang-orang non-Muslim yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai ajaran Islam. Tapi rupanya, orang tersebut hanya bisa sebelum jam 12 siang itu.
Baca entri selengkapnya »
23 Mei 2009 pada 17:47 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 5. Kisah Muallaf
Selama tinggal beberapa tahun di Moskow, alhamdulillah banyak sekali pengalaman yang ku dapat dan menjadi kenangan hidup yang pastinya tak dapat dilupakan. Termasuk juga dengan salah satu kenalanku yang pada akhirnya minta dianggap sebagai ayah angkat. Beliau adalah seorang pensiunan agen rahasia Uni Sovyet yang berasal dari Indonesia dan sudah bertahun-tahun menjadi warga negara Russia. Pertemuan awal kami adalah saat suami saya mencari tempat tinggal sementara di kota Moskow, sebelum saya datang. Kebetulan beliau menawarkan kamar yang kosong dengan biaya terjangkau.
Baca entri selengkapnya »
23 Mei 2009 pada 17:25 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 4. Kisah Teladan, 5. Kisah Muallaf
Annisa anakku,
Saat Abi menulis surat ini, Abi tak tahu apakah kelak kamu akan membacanya atau tidak. Sengaja Abi tuliskan hal ini karena Abi yakin bahwa diantara manusia yang banyak ada orang-orang yang akan dapat mengambil pelajaran dari kita. Walaupun pilihan Allah terhadap kita sudah jelas, tetap saja Abi berharap semoga Allah menjauhkan kita dari sifat sombong dan takabur.
Baca entri selengkapnya »
20 Mei 2009 pada 14:54 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 12. Memahami Jihad, 4. Kisah Teladan
Percakapan dan perbualan para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengenai jihad sedemikian rupa, sehingga hal itu sangat berpengaruh kepada cita2 dan semangat juang anak2 mereka. Jika hari ini anak2 kita berbincang hal2 kosong tentang tokoh2 fiktif yang tidak ada kaitannya dengan aqidah mereka, maka perbincangnan diantara anak2 para sahabat adalah keberanian dan tanggung jawab orangtua2 mereka dalam meninggikan kalimah Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Baca entri selengkapnya »
20 Mei 2009 pada 13:10 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Membina Keluarga Muslim, 4. Kisah Teladan, 4. Muslimah Teladan

Selera makanku mendadak punah. Hanya ada rasa kesal dan jengkel yang memenuhi kepala ini. Duh, betapa tidak gemas, dalam keadaan lapar memuncak seperti ini, makanan yang tersedia tak ada yang memuaskan lidah. Sayur sop rasanya manis bak kolak pisang, sedang perkedelnya asin tak ketulungan.
“Ummi… Ummi, kapan kamu dapat memasak dengan benar?
20 Mei 2009 pada 12:52 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 7. Kisah Suka-Duka Dakwah
Da’i sabun mandi. Begitu julukan yang dilekatkan pada Ustadz Fadzlan Garamatan, dai asal Fakfak, Papua. Pasalnya, saat berdakwah di kalangan suku-suku di Papua yang belum beragama, ia selalu membawa sabun mandi. Kita memulai pengajaran Islam dari bab taharah dulu, tentang kebersihan dan hakikatnya,” ujar Fadzlan. Itulah sebabnya ia selalu membawa ratusan kardus sabun mandi saat berdakwah ke pedalaman Papua dan membagikannya secara gratis.
Baca entri selengkapnya »
18 Mei 2009 pada 15:11 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 5. Kisah Muallaf
Pengajian mingguan yang aku hadiri tidak seramai biasanya. Agak sunyi. Beberapa hari terakhir memang London tengah diguyur hujan hingga menyebabkan semua kegiatan rutin agak tersendat-sendat. Beberapa peserta banyak yang terkena sakit flue atau alasan lainnya.Meski banyak yang absen, tapi hari itu ada keistimewaan tersendiri.