Arsip untuk 3. Jalan Menuju Taubat
10 Prinsip Agar Tidak Tersesat Dalam Belajar Agama
19 April 2011 pada 21:22 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 1. Urgensi Belajar Islam & Menuntut Ilmu, 3. Jalan Menuju Taubat, 5. Cara dan Ketelitian dalam Belajar Agama
Mendapat pertolongan (taufiq) Allah merupakan momentum yang sangat indah, apalagi kemudian mendapat petunjuk-Nya (hidayah). Biasanya seseorang yang baru bertobat atau dikeluarkan dari kubangan lumpur dosa, maka ia begitu jatuh cinta pada agama ini. Hatinya selalu terpaut pada Allah dan nabi-Nya. Dorongan kuat muncul dari dalam dirinya untuk selalu memperbanyak berbagai macam ibadah yang selama ini telah ia abaikan. Dorongan berikutnya adalah rasa ingin tahu lebih banyak tentang agama ini. Iapun kemudian berusaha mengenal dengan baik Allah dan nabi-Nya, dengan cara belajar agama, membaca buku agama, mengikuti berbagai majelis pengajian / taqlim, dan berusaha mencari guru/ustadz untuk memperdalam ilmunya.
Ketertarikan (antusiasme) menuntut ilmu Islam ini merupakan momentum yang sangat penting diperhatikan dengan baik dan hati-hati, karena hawa nafsu (kecerobohan, keangkuhan, dll) serta godaan syaitan dapat membiaskan niat baik kita ke arah yang menyimpang.
Di akhir zaman ini telah semakin sulit, khususnya bagi ’pencari hidayah’ untuk membedakan antara jalan Islam yang lurus dan jalan yang sesat/menyimpang. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam telah berpesan melalui sabda beliau bahwa : “…umatku akan terpecah menjadi 73 golongan. Semua mereka bakal masuk neraka kecuali satu golongan yang selamat”.
Adalah sangat merugi bila waktu dan pikiran yang kita gunakan untuk belajar agama ternyata kita gunakan untuk belajar ilmu yang salah/menyimpang padahal kita tidak menyadarinya. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :
“Katakanlah : Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling rugi perbuatannya? Yaitu orang yang sia-sia (sesat) usahanya dalam kehidupan dunia sedangkan mereka mengira bahwa mereka sedang berbuat sebaik-baiknya.” (QS. Al Kahfi : 103-104 )
Berikut ini kami sampaikan tulisan Asy Syaikh ‘Abdullah bin Shalfiq Azh-Zhafiri tentang ‘10 Prinsip Dalam Menuntut Ilmu’ agar para penuntut ilmu terjaga dalam arah yang benar dalam menuntut ilmu.
Baca entri selengkapnya »
Saudaraku, Kembalilah Ke Jalan Kebaikan …
23 September 2010 pada 06:26 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 1. Nasihat, 3. Jalan Menuju Taubat
Saudaraku ..
Tulisan ini kutujukan kepadamu, ya .. kepadamu yang mengharapkan Ridho Allah dan kenikmatan yang kekal di sisiNya, serta takut kepada siksa dan azab yang Allah Ta’ala siapkan untuk orang-orang yang bermaksiat dan kafir.
Kepadamu saudaraku, yang pernah merasakan manisnya keimanan dan nikmatnya berjalan diatas jalan yang lurus serta indahnya mendekatkan diri kepada Allah.
Kepadamu saudaraku, yang dulu bersemangat dan berpacu menuntut ilmu serta mengajak kepada kebaikan.
Kepadamu saudaraku yang dulu sering kulihat berzikir, membaca dan menghapalkan Al Qur’an.
Apa yang terjadi pada dirimu? Kenapa engkau kini mulai menjauh dari teman-temanmu yang rajin sholat berjama’ah, cinta kepada ilmu agama, gemar mempelajari Al Qur’an dan Hadits serta membaca buku-buku yang bermanfaat?
Baca entri selengkapnya »
Wahai Ramadhan, Peluang Itu Datang Lagi !
19 Juli 2010 pada 11:03 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 09. Ramadhan dan Puasa, 1. Nasihat, 3. Jalan Menuju Taubat
Hari ini terlalu banyak yang telah berubah dan menjadi baik. Orang-orang yang semula kukenal tak pernah sholat, kini tak pernah tertinggal berjama’ah di masjid. Temanku yang dulu masih terbata-bata membaca Al Qur’an, sekarang sudah hafal beberapa juz. Juga tidak sedikit aku temui perempuan yang semula berpakaian seronok, kini bahkan nyamukpun tak menemukan sedikit celah untuk bisa mendarat di kulitnya. Subhaanallah, banyak sekali yang telah berubah…, kecuali diriku.
Hari ini tak sedikit orang yang kukenal baik telah pergi, meninggalkan alam dunia, meninggalkan aku… -yang juga belum berubah-. Dan hari ini kembali ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa mempertemukan aku dengan bulan Ramadhan. Artinya, sekali lagi ALLAH, mungkin yang terakhir kali, memberikan aku kesempatan, memberikan aku peluang.
Sebab-sebab Penghapus Dosa
7 Februari 2010 pada 11:12 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 3. Jalan Menuju Taubat
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu mengatakan: “Dosa-dosa itu akan mengurangi keimanan. Jika seorang hamba bertaubat, Allah Subhanahu wata’ala akan mencintainya. Derajatnya akan diangkat disebabkan taubatnya.
Sa’id ibnu Jubair radhiyallahu ‘anhu berkata, “Sesungguhnya seorang hamba yang melakukan amalan kebaikan, bisa jadi dengan sebab amalan kebaikannya itu akan memasukkannya ke dalam neraka. Bisa jadi pula seorang hamba melakukan amalan kejelekan akan tetapi membawa dirinya masuk ke dalam surga. Hal itu karena ia membanggakan amalan kebaikannya. Sebaliknya, hamba yang terjatuh ke dalam kejelekan membawa dirinya untuk meminta ampun kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala mengampuni kesalahan-kesalahannya.”
Baca entri selengkapnya »
Sifat Calon Penghuni Surga
22 Oktober 2009 pada 17:29 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Taqwa Pada Perintah & Larangan Allah, 3. Jalan Menuju Taubat, 4. Selamat di Kehidupan Akhirat, 6. Kriteria Calon Penghuni Surga
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan didekatkanlah surga itu kepada orang-orang yang bertakwa pada tempat yang tiada jauh (dari mereka). Inilah yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada setiap hamba yang selalu kembali (kepada Allah) lagi memelihara (semua peraturan-peraturan-Nya). (Yaitu) orang yang takut kepada Dzat Yang Maha Pemurah padahal Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertaubat, masukilah surga itu dengan aman, itulah hari kekekalan. Mereka di dalamnya memperoleh apa yang mereka kehendaki; dan pada sisi Kami ada tambahannya.” (Qaf: 31-35)
Melalui ayat tersebut diatas Allah Subhanahu wa Ta’ala memberitakan tentang sifat-sifat calon penghuni surga, bahwa Ia mendekatkan Al-Jannah kepada orang-orang yang bertakwa, dan bahwa para penghuninya adalah yang memiliki empat sifat berikut ini:
Baca entri selengkapnya »
Berita Nyata Tentang Perjalanan Ruh
14 Oktober 2009 pada 22:27 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Mengingat Akhirat dan Kematian, 3. Jalan Menuju Taubat
Pernahkah anda hadir di sisi seseorang yang tengah menghadapi sakaratul maut, hingga jasadnya dingin, terbujur kaku, tak bergerak, karena ruhnya telah berpisah dengan badan? Lalu apa perasaan anda saat itu? Adakah anda mengambil pelajaran darinya? Adakah terpikir bahwa anda juga pasti akan menghadapi saat-saat seperti itu? Kemudian, pernahkah terlintas tanya di benak anda, ke mana ruh itu pergi setelah berpisah dengan jasad?
Hadits yang panjang dari Rasul yang mulia Shallallahu ‘alaihi wa sallam di bawah ini memberi ilmu kepada kita tentang hal itu. Sungguh ini suatu berita yang shahih (benar) dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan setiap berita yang datang darinya pasti benar adanya karena: “Tidaklah beliau berbicara dari hawa nafsunya, hanyalah yang beliau sampaikan adalah wahyu yang diwahyukan kepadanya.” (An-Najm: 3-4)
Simaklah…!
Jagalah Taubat ! Tinggalkan Lingkungan Pergaulan Yang Lalu !
27 Juli 2009 pada 11:52 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 3. Jalan Menuju Taubat
Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
“Dahulu ada seorang laki-laki sebelum kalian yang telah membunuh 99 nyawa. Dia bertanya tentang orang yang paling berilmu di atas permukaan bumi. Lalu ditunjukkanlah seorang rahib (ahli ibadah). Kemudian ia pun datang kepada sang rahib seraya mengatakan bahwa dirinya telah membunuh 99 nyawa. Apakah masih ada taubat baginya? “tidak ada!!”, tukas si rahib. Maka orang itu membunuh si rahib dan menyempurnakan (bilangan 99) dengan membunuh si rahib menjadi 100 nyawa. Kemudian ia bertanya lagi tentang orang yang paling berilmu di atas pemukaan bumi. Lalu ditunjukkan seorang yang berilmu (ulama’) seraya menyatakan bahwa dirinya telah membunuh 100 nyawa, apakah masih ada taubat baginya. Orang yang berilmu itu menyatakan bahwa siapakah yang menghalangi antara dirinya dengan taubat? “Berangkatlah engkau ke negeri demikian dan demikian, karena disana ada sekelompok manusia yang menyembah Allah -Ta’ala- . Maka sembahlah Allah bersama mereka, dan janganlah engkau kembali kembali ke kampungmu, karena ia adalah kampung yang jelek”, kata orang yang beilmu itu.
Baca entri selengkapnya »
Kematian Sebagai Peringatan
26 Juni 2009 pada 20:03 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Mengingat Akhirat dan Kematian, 3. Jalan Menuju Taubat

























