Arsip untuk 4. Kisah Teladan
6 Mei 2012 pada 11:38 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 4. Kisah Teladan, 4. Sahabat Rasululloh and tagged: gubernur, keluhan rakyat, keteladanan, kisah islam, kisah muslim, kisah teladan, pemimpin islam, pemimpin masa kini, pemimpin muslim, pemimpin teladan, pemimpin zuhud, pilkada, rendah hati

Sa’id bin Amir adalah salah seorang shahabat Nabi Shalallahu Alaihi Wasalam yang membeli akhirat dengan dunia, dan mementingkan keridhaan Allah dan pahala-Nya atas segala keinginan hawa nafsu dan syahwat badannya.. Ia meninggalkan kenikmatan dan godaan dunia walaupun dengan kedudukannya sebagai seorang gubernur lazimnya mudah mendapatkan kemewahan dunia.
Berikut ini kisah kezuhudannya, semoga bisa menjadi inspirasi bagi diri kita dan para pemimpin kita.
Baca entri selengkapnya »
6 November 2011 pada 11:08 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 4. Kisah Teladan, 4. Muslimah Teladan, 5. Remaja dan Pernikahan
Wanita yang benar-benar shalihah ibarat seseorang yang tahan memegang bara api yang panas …
Jika telah sampai suatu perintah syariat pada seorang wanita muslimah maka ia segera taat, terima, dan tunduk (walau itu berat untuk dijalankannya). Dia tidak menyanggah, tidak membangkang, ataupun mencari alasan untuk tidak menerimanya.
Perhatikanlah cerita wanita mulia ini! Cerita tentang seorang pengantin wanita…
10 Juli 2011 pada 20:43 · Disimpan dalam 06. Memahami Al Qur'an, 2. Hikmah, 4. Kisah Teladan
Sebuah kisah yang baik akan mudah meresap ke dalam hati orang yang membaca atau mendengarnya, serta menanamkan kesan yang demikian mendalam. Bahkan pelajaran yang disampaikan melalui pemaparan kisah (narasi) lebih banyak faedahnya.
Kisah-kisah umat terdahulu banyak termuat di dalam Al-Qur`an dan sebagiannya dalam hadits-hadits yang shahih dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wasalam. Mengapa begitu banyak Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengungkap berbagai kejadian umat manusia sebelum kita?. Apa hikmah di balik itu semua?
9 Mei 2011 pada 15:13 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 03. Jalan Untuk Memperbanyak Amal & Ibadah, 2. Akhlak & Pensucian Hati, 4. Kisah Teladan, 4. Sahabat Rasululloh
Hammad bin Zaid berkisah :
“Ketika aku bersama Ayahku, aku mengambil secuil pecahan bata dari tembok.
Ayahku menegurku: “Kenapa kamu ambil?”
Aku menjawab, “Ini hanya secuil tembok”
Ayahku berkata:
“Jika setiap orang mengambil secuil demi secuil, apakah akan tersisa tembok pada dinding ini..”
Ini hanya satu kisah sikap wara’ (kehati-hatian) seorang Salafus Soleh (orang-orang soleh terdahulu, yang hidup di zaman Rasulullah Shalallah ‘Alaihi Wasalam dan beberapa generasi sesudah wafatnya beliau). Perjalanan hidup mereka dipenuhi semerbak tetesan wewangian dalam gambaran menarik pada kewara’an dan jauhnya mereka dari perkara samar (yang kurang jelas hukumnya).
Marilah lebih jauh kita selami berbagai kisah sikap wara’ pada salafus solihin lainnya.
24 Desember 2009 pada 19:13 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 4. Kisah Teladan, 4. Sahabat Rasululloh
Pada masa Khulafa’ur Rasyidin para sahabat Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam dan para tabi’in berlomba-lomba berbuat kebaikan dengan membantu orang yang membutuhkan dan menolong orang yang teraniaya. Abu Bakar Ash-Shidiq radhiallahu’anhu dan Umar bin Khatab radhiallahu’anhu termasuk orang yang gigih berlomba-lomba dalam amal kebaikan yang mulia ini, yang pelakunya mendapatkan kebaikan besar di dunia dan banyak pahala di akhirat.
Baca entri selengkapnya »
24 Agustus 2009 pada 19:14 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 4. Kisah Teladan, 4. Sahabat Rasululloh

Suatu hari Umar bin Khatab radhiallahu’anhu pergi dari rumah untuk mengetahui secara langsung keadaan rakyatnya. Dia bertemu dengan seorang laki-laki yang duduk dengan sedih dan gelisah di pintu masjid.
Umar bertanya, “Ada apa denganmu?” laki-laki itu menjawab, “Istriku hampir melahirkan, tetapi kami tidak memiliki apapun dan tidak seorangpun bersamanya.”.
24 Agustus 2009 pada 18:41 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 4. Kisah Teladan
Nikmat waktu adalah nikmat yang sangat besar, akan tetapi banyak orang yang menyia-nyiakannya dengan menghabiskan untuk keperluan yang kurang penting atau bahkan sia-sia. Menyia-nyiakan waktu sangat bertolakbelakang dengan memanfaatkan detik demi detik yang dilakukan para ulama soleh terdahulu, seperti contoh berikut ini.
Baca entri selengkapnya »
10 Agustus 2009 pada 22:50 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 3. Sabar dan Syukur, 4. Kisah Teladan
Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam pernah menceritakan (artinya): “Ada tiga orang dari Bani Israil menderita penyakit belang, botak, dan buta. Allah hendak menguji mereka, maka Allah pun utus kepada mereka Malaikat.
30 Juni 2009 pada 16:42 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 4. Kisah Teladan, 4. Muslimah Teladan
Hendaknya seorang istri berupaya memahami suaminya. Ia tahu apa yang disukai suami hingga ia berusaha memenuhinya. Dan ia tahu apa yang dibenci suami hingga ia berupaya untuk menjauhinya, dengan catatan selama tidak dalam perkara maksiat kepada Allah.
Berikut ini dengarkanlah kisah seorang istri yang bijaksana yang berupaya memahami suaminya.
Baca entri selengkapnya »
15 Juni 2009 pada 15:52 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 03. Jalan Untuk Memperbanyak Amal & Ibadah, 4. Kisah Teladan, 4. Sahabat Rasululloh
Uwaimir bin Malik al-Khazraji yang lebih dikenal dengan nama Abu Darda tergolong seorang sahabat yang terlambat masuk kedalam Islam di zaman Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam. Sebelumnya ia sangat disibukkan dengan ketekunan perdagangannya dan keasyikannya menyembah berhala. Singkat cerita, dengan bantuan sahabatnya yang lebih dahulu masuk Islam, Abdullah bin Rawahah, akhirnya ia memeluk Islam. Dia sangat menyesal agak terlambat masuk Islam, karenanya ia sangat bersemangat mengejar ketertinggalannya dengan upaya-upaya yang luar biasa. Berikut ini kisahnya.
8 Juni 2009 pada 21:41 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 4. Kisah Teladan, 4. Sahabat Rasululloh
Siapa yang tak kenal Umar bin Abdul Aziz. Sosok pemimpin adil, arif, lagi berilmu. Banyak kisah teladan yang beliau tinggalkan untuk para peniti kebenaran. Inilah kisah ringkasnya.
Suatu hari datanglah seorang utusan dari salah satu daerah kepada beliau. Utusan itu sampai di depan pintu Umar bin Abdul Aziz dalam keadaan malam menjelang. Setelah mengetuk pintu seorang penjaga menyambutnya.
29 Mei 2009 pada 15:12 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 4. Kisah Teladan
Beberapa abad lalu, di masa-masa akhir tabi’in. Di sebuah jalan, di salah satu pinggiran kota Kufah, berjalanlah seorang pemuda. Tiba-tiba dia melihat sebutir apel jatuh dari tangkainya, keluar dari sebidang kebun yang luas. Pemuda itu pun menjulurkan tangannya memungut apel yang nampak segar itu. Dengan tenang, dia memakannya. Pemuda itu adalah Tsabit. Baru separuh yang digigitnya, kemudian ditelannya, tersentaklah dia. Apel itu bukan miliknya! Bagaimana mungkin dia memakan sesuatu yang bukan miliknya?
Baca entri selengkapnya »
29 Mei 2009 pada 15:09 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Hikmah, 4. Kisah Teladan
Sebuah kisah yang terjadi di masa lampau, sebelum Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dilahirkan. Kisah yang menggambarkan kepada kita pengertian amanah, kezuhudan, dan kejujuran serta wara’ yang sudah sangat langka ditemukan dalam kehidupan manusia di abad ini.
Baca entri selengkapnya »
27 Mei 2009 pada 10:21 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 10. Keutamaan Sedekah, 4. Kisah Teladan
Suatu ketika, Rasulullah Shalallhu ‘Alaihi Wasallam, seperti yang kerap beliau lakukan, berbincang-bincang dengan para sahabat di serambi Masjid Nabawi, Madinah. Selepas berbagi sapa dengan mereka, beliau Shalallhu ‘Alaihi Wasallam berkata kepada mereka,
“Suatu saat ada seorang pria berkata kepada dirinya sendiri, ‘Malam ini aku akan bersedekah!’ Dan, benar, malam itu juga dia memberikan sedekah kepada seorang perempuan yang tak dikenalnya. Ternyata, perempuan itu seorang pezina. Sehingga, kejadian itu menjadi perbincangan khalayak ramai.
Baca entri selengkapnya »
23 Mei 2009 pada 17:25 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 4. Kisah Teladan, 5. Kisah Muallaf
Annisa anakku,
Saat Abi menulis surat ini, Abi tak tahu apakah kelak kamu akan membacanya atau tidak. Sengaja Abi tuliskan hal ini karena Abi yakin bahwa diantara manusia yang banyak ada orang-orang yang akan dapat mengambil pelajaran dari kita. Walaupun pilihan Allah terhadap kita sudah jelas, tetap saja Abi berharap semoga Allah menjauhkan kita dari sifat sombong dan takabur.
Baca entri selengkapnya »
20 Mei 2009 pada 14:54 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 12. Memahami Jihad, 4. Kisah Teladan
Percakapan dan perbualan para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengenai jihad sedemikian rupa, sehingga hal itu sangat berpengaruh kepada cita2 dan semangat juang anak2 mereka. Jika hari ini anak2 kita berbincang hal2 kosong tentang tokoh2 fiktif yang tidak ada kaitannya dengan aqidah mereka, maka perbincangnan diantara anak2 para sahabat adalah keberanian dan tanggung jawab orangtua2 mereka dalam meninggikan kalimah Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Baca entri selengkapnya »
20 Mei 2009 pada 13:10 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Membina Keluarga Muslim, 4. Kisah Teladan, 4. Muslimah Teladan

Selera makanku mendadak punah. Hanya ada rasa kesal dan jengkel yang memenuhi kepala ini. Duh, betapa tidak gemas, dalam keadaan lapar memuncak seperti ini, makanan yang tersedia tak ada yang memuaskan lidah. Sayur sop rasanya manis bak kolak pisang, sedang perkedelnya asin tak ketulungan.
“Ummi… Ummi, kapan kamu dapat memasak dengan benar?