Arsip untuk 7. Kisah Suka-Duka Dakwah

Bukhari, Bayi Ajaib Dari Bukhara

Buta di masa kecilnya. Keliling dunia mencari ilmu. Menghafal ratusan ribu hadits. Karyanya menjadi rujukan utama setelah Al Qur’an.

Lahir di Bukhara pada bulan Syawal tahun 194 H. Dipanggil dengan Abu Abdillah. Nama lengkap beliau Muhammmad bin Ismail bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhari Al Ju’fi. Beliau digelari Al Imam Al Hafizh, dan lebih dikenal dengan sebutan Al Imam Al Bukhari.

Baca entri selengkapnya »

Teladan Kesabaran dan Kelembutan Rasulullah Shallallahu `Alaihi Wa Sallam Dalam Menyampaikan Nasihat

 

Memang, marah karena Allah termasuk hikmah. Bahkan, tanda keimanan seseorang pun ditandai dengan marah dan benci karena Allah. Yaitu, marah dan benci terhadap kekufuran, kebid’ahan dan kemaksiatan.

Tetapi bersabarlah! Kendalikan emosi. Siapa tahu mereka itu orang-orang bodoh yang membutuhkan pelajaran. Kalau itu yang terjadi, ajarilah mereka dengan lemah lembut!

Baca entri selengkapnya »

Kapan Seorang Muslim Harus Bersifat Tegas?

Islam memiliki cara dan metode dalam berdakwah sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi. Tentunya hal itu tidak lepas dari bimbingan syari’at. Terkadang dakwah harus disampaikan dengan sikap lemah lembut dan terkadang dengan sikap keras, tegas, dan lugas. Namun sikap yang kedua ini sering dianggap sebagai sikap yang salah dan tidak mengandung hikmah. Bahkan terkadang dianggap dapat menimbulkan akibat yang fatal bagi dakwah itu sendiri. Sehingga muncul protes dari berbagai pihak ketika salah seorang da’i bersikap keras, tegas dan lugas dalam dakwahnya.

  Baca entri selengkapnya »

Rasululullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, Da’i kepada Tauhid

Manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala semata. Tetapi tanpa bimbingan-Nya mereka tidak mampu merealisasikan ibadah ini sebagaimana yang diinginkan oleh Rabb mereka. Sehingga kita mengenal dari kisah-kisah ummat terdahulu ummat-ummat yang menyembah benda-benda langit seperti matahari, bulan dan bintang atau menyembah api atau patung dan lain sebagainya.

Dan di antara kasih sayang Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada hamba-Nya, Dia tidak membiarkan hamba-Nya tersesat dalam urusan besar ini. Oleh karena itu diutuslah kepada mereka para nabi dan rasul yang mengajak manusia untuk kembali kepada fitrah mereka yaitu peribadatan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala semata dan juga untuk menjelaskan rincian dan pelaksanaan ibadah yang diridha’i oleh Rabb mereka Azza wa Jalla.

Baca entri selengkapnya »

Meneladani Dakwah Ulul azmi -Ibrahim Alaihissalaam, Da’i kepada Tauhid

Pada edisi yang lalu telah kita simak sekelumit dakwah nabi Allah yang mulia, bapak manusia yang kedua Nuh Alaihissalam serta kisah kesabaran beliau yang luar biasa yang menyadarkan setiap kita bahwa dakwah kepada tauhid merupakan kaidah utama setiap anbiya’ dan amanat ilahi terbesar yang tidak boleh seorang da’i ke jalan Allah tidak memprioritaskannya. Dan pada edisi ini kita akan menyimak dakwah imam hunafa’ teladan besar di jalan dakwah, nabi Allah Ibrahim Alaihissalaam.

  Baca entri selengkapnya »

Ibrahim Alaihissalam, Sang Pahlawan Pemberani

Ibrahim Alaihissalaam adalah sosok nabi yang agung dan mulia. Berapa banyak lembaran-lembaran kehidupannya yang merupakan teladan bagi setiap insan. Seperti pengorbanannya yang besar ketika Allah mencobanya dengan mimpi untuk menyembelih Ismail anaknya tercinta. Kisah ini sering kali diketengahkan khususnya pada momentum hari raya kurban. Begitu pula kisah beliau ketika meninggalkan istrinya di lembah tak bertuan, kisahnya ketika membangun Ka’bah dan lain sebagainya.

Dan disana ada teladan terbesar yang melebihi kisah-kisah di atas. Tapi hal ini kurang mendapat perhatian dari penulis dan juru-juru khutbah. Yaitu perjuangannya yang besar dalam mendakwahkan Tauhid.  Baca entri selengkapnya »

Da’i Sabun Mandi, Kisah Menebar Syiar Islam di Papua

Da’i sabun mandi. Begitu julukan yang dilekatkan pada Ustadz Fadzlan Garamatan, dai asal Fakfak, Papua. Pasalnya, saat berdakwah di kalangan suku-suku di Papua yang belum beragama, ia selalu membawa sabun mandi. Kita memulai pengajaran Islam dari bab taharah dulu, tentang kebersihan dan hakikatnya,” ujar Fadzlan. Itulah sebabnya ia selalu membawa ratusan kardus sabun mandi saat berdakwah ke pedalaman Papua dan membagikannya secara gratis.

Baca entri selengkapnya »