Arsip untuk Kebun02 : HAKIKAT MANUSIA & KEHIDUPAN DUNIA
4 April 2012 pada 15:07 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Ujian & Cobaan Manusia, 4. Adab Pergaulan Muslim, 5. Sabar Pada Cobaan Allah

Kasus naiknya harga barang, tidak hanya terjadi di zaman sekarang. Fenomena ini bahkan pernah terjadi di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Disebutkan dalam riwayat bahwa di zaman sahabat pernah terjadi kenaikan harga. Mereka pun mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menyampaikan masalahnya. Mereka mengatakan,
“Wahai Rasulullah, harga-harga barang banyak yang naik, maka tetapkan keputusan yang mengatur harga barang.”
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,
“Sesungguhnya Allah adalah Dzat yang menetapkan harga, yang menyempitkan dan melapangkan rezeki, Sang Pemberi rezeki. Sementara aku berharap bisa berjumpa dengan Allah dalam keadaan tidak ada seorang pun dari kalian yang menuntutku disebabkan kezalimanku dalam urusan darah maupun harta.” (HR. Ahmad, Abu Daud, Turmudzi, Ibnu Majah, dan dishahihkan Al-Albani)
Baca entri selengkapnya »
2 Maret 2012 pada 10:50 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 1. Jangan Tersesat !, 2. Ujian & Cobaan Manusia, 4. Mewaspadai Jalan Yang Sesat

Apabila kita telah yakin berada di atas jalan yang benar, diatas Sunnah dan Qur’an, maka tetaplah waspada! Jangan cepat merasa aman. Seiring berjalannya waktu dan kehidupan dunia ini, bisa jadi kita telah menyimpang tanpa sadar dari jalan yang benar.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengabarkan bahwa di antara ciri-ciri kehidupan manusia di akhir zaman (tanda-tanda hari Kiamat) adalah munculnya fitnah (ujian/cobaan) besar berupa bercampuraduknya kebenaran dan kebathilan. Iman menjadi goyah, sehingga seseorang beriman pada pagi hari dan menjadi kafir pada sore hari, beriman pada sore hari dan menjadi kafir pada pagi hari.
Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Bersegeralah kalian melakukan amal shalih (sebelum datangnya) fitnah-fitnah bagaikan malam yang gelap gulita, seseorang dalam keadaan beriman di pagi hari dan menjadi kafir di sore hari, atau di sore hari dalam keadaan beriman, dan menjadi kafir pada pagi hari, dia menjual agamanya dengan kesenangan dunia.” (HR. Muslim, no. 186)
Baca entri selengkapnya »
13 Januari 2012 pada 22:26 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 1. Hakikat Manusia

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (At Tin : 5)
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala di atas bisa menjadi bahan renungan buat kita! Sungguh kenyataannya terpampang di hadapan mata. Alangkah sempurna penciptaannya dan alangkah indahnya!
Lalu pernahkah kita memikirkan dari mana kita diciptakan dan bagaimana tahap-tahap penciptaannya? Pernahkah terpikir di benak kita bahwa tadinya kita berasal dari tanah dan dari setetes mani yang hina?
Pembahasan berikut ini mengajak Anda untuk melihat asal kejadian manusia agar hilang kesombongan di hati dengan kesempurnaan jasmani yang dimiliki dan agar kita bertasbih memuji Allah ‘Azza wa Jalla dengan kemahasempurnaan kekuasaan-Nya.
Baca entri selengkapnya »
26 November 2011 pada 22:02 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 1. Memperkuat Aqidah dan Keimanan, 2. Ujian & Cobaan Manusia, 8. Syirik, Bid'ah dan Perusak Aqidah lainnya

Keangkeran suatu tempat bukan karena adanya kuburan atau makam tertentu, bukan pula karena ada arwah penasaran yang meninggal secara tidak wajar di tempat tersebut, semua itu hanyalah tipu daya setan untuk menyesatkan manusia. Minimalnya, jika seseorang telah berkeyakinan bahwa orang yang sudah mati ruhnya dapat bergentayangan lagi di dunia dan bisa memberi manfaat atau menimpakan bahaya maka aqidah tauhidnya sesungguhnya telah rusak, sebab telah jelas dalam dalil-dalil syari’at (Al Qur’an dan As-Sunnah) bahwa ruh yang sudah meninggal dunia hanya memiliki dua keadaan (di alam barzakh), antara apakah ia mendapatkan nikmat kubur atau azab kubur. Demikian pula, orang yang sudah mati tidak dapat memberi manfaat dan menimpakan bahaya kepada makhluk hidup.
Dibawah ini disampaikan sebuah tulisan mengenai makna /hakikat Gangguan Jin berupa tempat angker atau ‘makhluk penunggu/hantu’, dan Cara Menghadapi / Menolak Gangguan Jin semacam ini.
Baca entri selengkapnya »
13 Oktober 2011 pada 21:27 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 1. Urgensi Belajar Islam & Menuntut Ilmu, 3. Tujuan Hidup Manusia

Kebanyakan kaum muslimin masih beranggapan kewajibannya untuk agama ini hanyalah beramal dan beribadah (sholat, puasa dan sejenisnya). Dan itu mereka anggap sudah cukup membuat mereka selamat menuju akhirat.
Padahal ada 4 hal yang harus dilakukan setiap muslim untuk meningkatkan kualitas keislamannya, dimana dengannya ia selamat menuju akhirat. Tanpa menjaga 4 kewajibannya ini maka mereka akan termasuk orang-orang yang merugi dan gagal di dunia dan akhirat.
Berikut ini kami kutip penjelasan mengenai 4 langkah yang menjadi kewajiban setiap muslim agar kualitas iman dan keislamannya bisa terjaga kokoh dan meningkat dari hari ke hari. Tulisan ini kami sarikan berdasarkan salah satu tulisan Abu Umamah Abdurrohim bin Abdul Qohhar Al Atsary sesuai keterangan sumber pustaka pada catatan kaki.
16 Juni 2011 pada 21:15 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 1. Nasihat, 1. Urgensi Belajar Islam & Menuntut Ilmu, 3. Tujuan Hidup Manusia

Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan hikmah-Nya yang sempurna dan keadilan-Nya menjadikan dunia yang fana ini sebagai medan ujian dan cobaan bagi hamba-hamba-Nya. Inilah yang diberitakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam firman-Nya:
“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa lagi Maha pengampun.” (Al-Mulk: 2)
Mereka dihadapkan pada berbagai ujian (fitnah) dan cobaan. Di antaranya adalah (ujian) harta, sehingga ada sebagian orang yang kaya dan ada yang miskin. Juga tahta sehingga di antara mereka ada yang menjadi pejabat dan ada yang menjadi rakyat. Dan ujian berupa ilmu, maka di antara mereka ada yang berilmu dan ada yang tidak berilmu (jahil/bodoh). Dan masih banyak lagi berbagai fitnah (ujian) di dunia ini.
Baca entri selengkapnya »
26 Maret 2011 pada 13:01 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 4. Arti Kehidupan Dunia
Berhati-hatilah dari dunia. Hati-hati dari cinta dunia dan bergantungnya hatimu kepadanya. Sesungguhnya jika hati telah bergantung kepada dunia dan cinta kepada harta, akan sangat cepat tertipu dan cepat pula hilangnya ilmu dalam kehidupan dunia yang fana (bakal binasa) dan terkutuk ini. Sebagaimana penjelasan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam dalam sabda beliau :
“Dunia ini terlaknat dan dilaknat apa-apa yang ada padanya, kecuali dzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, ketaatan kepadaNya, orang yang berilmu, dan orang yang belajar ilmu”. (HR At Tirmidzi dan Ibnu Majah dari shahabat Abu Hurairah Radhiallahu anhu).
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
Artinya: “Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah. [QS Luqmaan: 33]
28 Februari 2011 pada 17:45 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 1. Nasihat, 2. Ujian & Cobaan Manusia, 4. Masalah Terkini Umat Islam, 5. Sabar Pada Cobaan Allah

Di zaman kini, suara mayoritas dan tradisi mayoritas selalu dijadikan acuan/ patokan kebenaran. Pilihan mayoritas terbanyak selalu dianggap sebagai keputusan yang harus diikuti, meski bertentangan dengan Al Qur’an dan Sunnah Rosululloh Shalallahu ‘Alaihi Wasalam.
Alloh Jalla wa ‘Alaa berfirman :
“Dan jika kamu menuruti mayoritas orang-orang yang ada di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Alloh. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Alloh Subhanahu wa Ta’ala )”. (QS. Al An’aam: 116).
Baca entri selengkapnya »
27 Februari 2011 pada 22:51 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 1. Hakikat Manusia, 4. Adab Pergaulan Muslim, 4. Masalah Terkini Umat Islam

Allah Subhanallahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya): “Dan Yang mempersatukan hati-hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak akan dapat mempersatukan hati-hati mereka, akan tetapi Allah Subhanallahu wa Ta’ala telah mempersatukan hati-hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Al-Anfal: 63)
19 Januari 2011 pada 13:12 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Bahaya Besar Syirik, 3. Tujuan Hidup Manusia, 5. Memahami Tauhid Adalah Sangat Penting dan Utama

Tak jarang dari umat manusia yang belum memahami dengan sebenarnya akan hakekat keberadaannya di muka bumi ini.
Sebagian mereka beranggapan bahwa hidup ini hanyalah proses alamiah untuk menuju kematian. Sehingga hidup ini tak ubahnya hanyalah makan, minum, tidur, beraktifitas dan mati, lalu selesai! Tanpa adanya pertanggungjawaban amal di hari kiamat kelak.
Allah , Pencipta semesta alam mengingkari anggapan batil ini dengan firman-Nya (artinya): “Dan mereka berkata: “Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, (sebagian) kami ada yang mati dan sebagian lagi ada yang hidup (lahir). Dan tidak ada yang membinasakan kita kecuali masa.” Mereka sekali-kali tidak mengerti tentang hal itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja.” (Al Jatsiyah: 24)
Bila demikian keadaannya, lalu apa tujuan diciptakannya kita di muka bumi ini?
18 Januari 2011 pada 13:57 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 3. Tujuan Hidup Manusia, 5. Kebahagiaan dan Ketenangan Jiwa
Para pembaca yang berbahagia, tidak diragukan lagi bahwa setiap insan pasti mendambakan (pada dirinya) kebahagiaan hidup atau kehidupan yang baik.
Namun pandangan masing-masing orang tentang kebahagiaan hidup itu berbeda-beda. Sebagian orang ada yang memandang bahwa ukuran kebahagiaan adalah keberhasilan dalam meraih dunia dengan segala kelezatan hidupnya. Padahal tidaklah demikian hakikatnya.
Allah Subhanallahu wa Ta’ala berfirman (artinya):
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, Yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” [Ali 'Imran: 14]
12 Oktober 2010 pada 21:58 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 03. Jalan Untuk Memperbanyak Amal & Ibadah, 1. Memperkuat Aqidah dan Keimanan, 2. Taqwa Pada Perintah & Larangan Allah, 3. Tujuan Hidup Manusia

Manusia umumnya gemar menumpuk atau menimbun harta. Namun mungkin tak pernah disadari bahwa harta mereka yang hakiki adalah yang disuguhkan pada kebaikan.
Banyak orang berlomba-lomba mencari harta dan menabungnya untuk simpanan di hari tuanya. Menyimpan harta tentunya tidak dilarang selagi ia mencarinya dari jalan yang halal dan menunaikan apa yang menjadi kewajibannya atas harta tersebut, seperti zakat dan nafkah yang wajib.
Namun ada simpanan yang jauh lebih baik dari itu, yaitu amal ketaatan (amal ketakwaan, red) dengan berbagai bentuknya yang ia suguhkan untuk hari akhir. Yaitu suatu hari dimana tidak lagi bermanfaat harta, anak, dan kedudukan yang pernah kita miliki selama hidup di dunia.
21 Juli 2010 pada 13:59 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Akhlak & Pensucian Hati, 2. Taqwa Pada Perintah & Larangan Allah, 2. Ujian & Cobaan Manusia

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
“Maka celakalah bagi mereka yang keras qalbunya dari berdzikir kepada Allah. Mereka berada dalam kesesatan yang nyata.” (Az-Zumar: 22)
Tidaklah Allah memberikan hukuman yang lebih besar kepada seorang hamba selain dari kerasnya qalbu dan jauhnya dari Allah subhanahu wa ta’ala. An-Naar (neraka) adalah diciptakan untuk melunakkan qalbu yang keras. Qalbu yang paling jauh dari Allah adalah qalbu yang keras, dan jika qalbu sudah keras mata pun terasa gersang. Qalbu yang keras ditimbulkan oleh empat hal yang dilakukan melebihi kebutuhan: makan, tidur, bicara, dan pergaulan.
15 Juli 2010 pada 06:30 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 03. Jalan Untuk Memperbanyak Amal & Ibadah, 1. Nasihat, 2. Akhlak & Pensucian Hati, 3. Tujuan Hidup Manusia, 4. Adab Pergaulan Muslim

Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah Al-Mu’thi, Ar-Razzaq, Dzat Yang Maha memberikan berbagai nikmat kepada seluruh makhluk-Nya untuk menegakkan kewajiban dan ketaatan mereka kepada-Nya semata. Itulah salah satu bukti rahmat-Nya kepada hamba-hamba-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (Adz-Dzariyat: 56)
Adapun jenis dan jumlah nikmat-Nya, hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala yang Maha mengetahui. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan (Dia) menyempurnakan untukmu nikmat-Nya, lahir dan batin.” (Luqman: 20)
“Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya).” (An-Nahl: 53)
“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya.” (Ibrahim: 34)
Dari sekian banyak kenikmatan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala limpahkan kepada hamba-hamba-Nya, termasuk yang paling agung adalah nikmat lisan.
10 Juni 2010 pada 05:29 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 4. Arti Kehidupan Dunia

Al-Imam Sufyan Ats-Tsauri rahimahullahu berkata:
‘Isa bin Maryam ‘alaihissalam bersabda: “Cinta dunia adalah pangkal segala kesalahan, dan pada harta terdapat penyakit yang sangat banyak.”
Beliau ditanya: “Wahai ruh (ciptaan) Allah, apa penyakit-penyakitnya?”
19 Maret 2010 pada 23:28 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Membina Keluarga Muslim, 2. Taqwa Pada Perintah & Larangan Allah, 5. Kebahagiaan dan Ketenangan Jiwa

Setiap keluarga muslim pasti mendambakan ketenteraman dan ketenangan dalam rumah yang mereka huni, baik dia seorang suami, seorang istri, ataupun sebagai seorang anak. Semua ingin rumah mereka seperti kata orang: Baiti jannati, rumahku adalah surgaku. Bukan karena rumah itu mewah dilengkapi perabotannya yang wah, namun karena semua merasa tentram ketika masuk dan berada di dalamnya.
Lalu, apa rahasianya untuk mewujudkan baiti jannati tersebut? Di antara faktor yang sangat penting adalah menjauhkan rumah dari para setan. Kenapa demikian? Karena setan merupakan musuh anak Adam, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: “Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagi kalian maka jadikanlah dia sebagai musuh.” (Fathir: 6)
Yang namanya musuh tentu selalu berupaya mencari celah untuk mencelakakan orang yang dimusuhinya. Yang disebut musuh pasti ingin menghancurkan orang yang dimusuhinya. Salah satu target utama setan adalah merusak sebuah keluarga, menghancurkan ikatan di antara anggota-anggotanya.
19 Maret 2010 pada 22:03 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 1. Nasihat, 2. Ujian & Cobaan Manusia

Ketahuilah, bahwa pemberian-pemberian Allah Subhanahu wa Ta’ala yang berupa makanan, harta benda, anak, dan semisalnya merupakan ujian bagi manusia. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (artinya) :
“Dan ketahuilah bahwa harta-harta kalian dan anak-anak kalian itu tidak lain hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (Al-Anfal: 28)
Baca entri selengkapnya »
9 Januari 2010 pada 18:52 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 4. Arti Kehidupan Dunia, 5. Sabar Pada Cobaan Allah, Kebun08 : AKHLAK DAN PERGAULAN

Allah Subhanahu wa Ta’ala di banyak ayat Al-Qur’an telah menegaskan, demikian pula Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di sekian haditsnya, bahwa nikmat dan kesenangan duniawi merupakan ujian bagi hamba sebagaimana kesengsaraan hidup juga dijadikan cobaan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya) dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (Al-Anbiya’: 35)
9 Januari 2010 pada 18:51 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 3. Sabar dan Syukur, 4. Arti Kehidupan Dunia, Kebun02 : HAKIKAT MANUSIA & KEHIDUPAN DUNIA, Kebun08 : AKHLAK DAN PERGAULAN
Sahabat Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menentukan watak kalian sebagaimana telah menentukan rezeki di antara kalian. Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala juga memberi harta kepada orang yang Ia cintai dan orang yang Ia benci. (Namun) Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak memberi keimanan kecuali kepada yang Ia cintai.” (Shahih Al-Adab Al-Mufrad no. 209)
Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan harta dan kedudukan kepada orang yang Dia cintai dari kalangan para nabi dan wali, seperti Nabi Sulaiman ’alaihi salam dan shahabat ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu. Sebagaimana Dia memberi kemewahan dunia sementara kepada para musuh-Nya semisal Fir’aun dan Qarun.
31 Desember 2009 pada 20:27 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Ujian & Cobaan Manusia, 5. Sabar Pada Cobaan Allah
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam urusan. (Ar-Rahman: 29)
Ayat diatas menjelaskan tentang kesempurnaan kekuasaan dan hikmah-Nya, dan bahwa segala urusan adalah milik-Nya. Ia Maha mengatur hamba-hamba-Nya sesuai kehendaknya, baik dalam masalah keamanan, ketakutan, kegembiraan, kesedihan, kemudahan, kesulitan, kelebihan ataupun kekurangan.
Baca entri selengkapnya »
26 Desember 2009 pada 20:41 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Akhlak & Pensucian Hati, 4. Arti Kehidupan Dunia
Sifat Qona’ah (selalu merasa cukup dengan apa yang ada) merupakan harta kekayaan yang tidak ada habisnya. Karena siapa saja yang telah memiliki sifat ini maka ia ibarat orang kaya yang tidak lagi terpengaruh oleh godaan harta dan kedudukan yang dibentangkan dunia untuknya. Ia hanya mengambil dunia seperlunya sesuai dengan kebutuhan minimalnya. Orang yang memiliki sifat Qona’ah akan selalu bersyukur atas karunia yang diberikan Allah subhanahu wata’ala padanya, tidak mengeluh dan tidak berharap lebih banyak dari rezeki yang telah ditakdirkan Allah padanya. Sifat ini membuat pemiliknya tidak rakus akan dunia, apalagi menjadikan dunia sebagai tujuan hidupnya.
Baca entri selengkapnya »
23 Desember 2009 pada 23:22 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 1. Nasihat, 4. Adab Pergaulan Muslim, 4. Keutamaan Ikhlas, 5. Kebahagiaan dan Ketenangan Jiwa
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ada tiga perkara yang apabila perkara tersebut ada pada seseorang, maka ia akan mendapatkan manisnya iman, yaitu (1) hendaknya Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari selain keduanya. (2) Apabila ia mencintai seseorang, ia hanya mencintainya karena Allah. (3) Ia tidak suka untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkannya, sebagaimana ia tidak mau untuk dilemparkan ke dalam api.” [HR. Al-Bukhari (no. 16), Muslim (no. 43 (67)), at-Tirmidzi (no. 2624), an-Nasa-i (VIII/96) dan Ibnu Majah (no. 4033), dari hadits Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu.]
Hadits ini menunjukkan bahwa keimanan itu memiliki rasa manis yang dapat dirasakan oleh orang yang hatinya tenang dalam keimanan sebagaimana orang dapat merasakan lezatnya makanan. Bahkan iman itu lebih lezat dan lebih baik, karena ia adalah santapan khusus untuk ruh. Adapun makanan hanyalah untuk jasad yang fana (bersifat sementara).
Baca entri selengkapnya »
23 Desember 2009 pada 12:52 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 1. Hakikat Manusia, 2. Akhlak & Pensucian Hati, 2. Taqwa Pada Perintah & Larangan Allah
Khauf (rasa takut) dan roja` (rasa harap) adalah dua ibadah yang sangat agung. Bila keduanya menyatu dalam diri seorang mukmin, maka akan seimbanglah seluruh aktivitas kehidupannya. Bagaimana tidak, sebab dengan khauf akan membawa dirinya untuk selalu melaksanakan ketaatan dan menjauhi perkara yang diharamkan; sementara roja` akan menghantarkan dirinya untuk selalu mengharap apa yang ada di sisi Rabb-nya ‘Azza wa Jalla.
Pendek kata dengan khauf (takut) dan roja` (pengharapan) seorang mukmin akan selalu ingat bahwa dirinya akan kembali ke hadapan Sang Penciptanya (karena adanya rasa takut), disamping ia akan bersemangat memperbanyak amalan-amalan (karena adanya pengharapan).
Baca entri selengkapnya »
16 Desember 2009 pada 23:06 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 07. Memahami Hadits/Sunnah, 1. Nasihat, 3. Tujuan Hidup Manusia, 5. Kebahagiaan dan Ketenangan Jiwa
Rasulullah bersabda shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Di antara baiknya keislaman seseorang adalah meninggalkan apa-apa yang tidak bermanfaat.” (HR. At-Tirmidziy no.2318, Malik, Ahmad dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albaniy dalam Al-Misykaah 4839)
Meninggalkan apa-apa yang tidak bermanfaat yakni menjauhkan diri dari berbagai kesibukan atau kegiatan yang yang tidak penting, yaitu yang tidak bermanfaat bagi dunia dan akhiratnya. Menjauhkan diri dari hal yang tak bermanfaat akan menciptakan ketenangan baginya, karena ia tidak terbebani oleh berbagai perkara yang tak penting.
Baca entri selengkapnya »
13 Desember 2009 pada 20:41 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 1. Nasihat, 2. Ujian & Cobaan Manusia, 4. Arti Kehidupan Dunia
Kebanyakan manusia takut terjatuh ke dalam kemiskinan. Mereka berusaha dengan berbagai cara untuk menghindarinya. Mereka begitu sedih dan berduka cita ketika mengalami kekurangan harta. Bahkan sampai-sampai di antara mereka ada yang menukar agamanya hanya untuk mendapatkan sebagian harta benda duniawi.
13 Desember 2009 pada 19:30 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 1. Nasihat, 2. Ujian & Cobaan Manusia, 5. Kebahagiaan dan Ketenangan Jiwa, 5. Sabar Pada Cobaan Allah
Senang, bahagia, suka cita, sedih, kecewa dan duka cita adalah sesuatu yang biasa dialami manusia. Ketika mendapatkan sesuatu yang menggembirakan dari kesenangan-kesenangan duniawi maka dia akan senang dan gembira. Sebaliknya ketika tidak mendapatkan apa yang diinginkan maka dia merasa sedih dan kecewa bahkan kadang-kadang sampai putus asa.
Akan tetapi sebenarnya bagi seorang mukmin, semua perkaranya adalah baik. Hal ini diterangkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
13 Desember 2009 pada 17:38 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 03. Jalan Untuk Memperbanyak Amal & Ibadah, 2. Akhlak & Pensucian Hati, 5. Kebahagiaan dan Ketenangan Jiwa
Ketenangan hidup di dunia adalah dambaan setiap orang. Akan tetapi betapa banyak manusia yang hidupnya penuh dengan kegelisahan, gundah gulana, kecemasan, ketakutan, adanya kebencian dengan orang lain, dan keadaan lainnya yang tidak diinginkannya.
Di antara hal terbesar untuk mendapatkan ketenangan hidup adalah ketika kita hidup di tengah-tengah manusia dalam keadaan dicintai Allah dan juga dicintai manusia.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits berikut ini telah menunjukkan kepada kita suatu amalan yang akan mendatangkan kecintaan Allah dan juga kecintaan manusia kepada kita.
1 Desember 2009 pada 21:37 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Ujian & Cobaan Manusia, 5. Kebahagiaan dan Ketenangan Jiwa
Betapa sering kita saksikan orang-orang yang berlimpah rezeki dan kenikmatan mengungkapkan rasa iba dan kasihan (bahkan terkadang muncul sikap sombongnya) atas nasib malang yang ditimpa orang-orang lain. Mereka merasa lebih beruntung hidupnya dan sangat bersyukur (dengan caranya sendiri) atas kenikmatan hidup dan terhindarnya diri mereka dari berbagai kesusahan hidup didunia. Pada sisi lain, sebagian dari mereka merasa kenikmatan dan rezeki yang mereka terima merupakan wujud dari rasa sayang Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada mereka. Bahkan mereka berpikir bahwa dengan harta benda, rezeki dan kemudahan hidup yang mereka terima merupakan cara Allah memuliakan diri mereka.
Fenomena ini ditunjukkan dalam firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala :
Baca entri selengkapnya »
27 Oktober 2009 pada 18:59 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 3. Tujuan Hidup Manusia, 5. Remaja dan Pernikahan
Hakikat Cinta
Cinta adalah sebuah amalan hati yang akan terwujud dalam (amalan) lahiriah. Apabila cinta tersebut sesuai dengan apa yang diridhai Allah, maka ia akan menjadi ibadah. Dan sebaliknya, jika tidak sesuai dengan ridha-Nya maka akan menjadi perbuatan maksiat. Berarti jelas bahwa cinta adalah ibadah hati yang bila keliru menempatkannya akan menjatuhkan kita ke dalam sesuatu yang dimurkai Allah yaitu kesyirikan.
Baca entri selengkapnya »
27 Oktober 2009 pada 16:11 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 1. Hakikat Manusia, 1. Memperkuat Aqidah dan Keimanan, 2. Akhlak & Pensucian Hati, 4. Mewaspadai Jalan Yang Sesat
Pemuliaan akal secara berlebihan (pengkultusan akal) adalah perbuatan yang menghinakan akal serta menyiksa akal karena telah membebani akal dengan sesuatu diluar batas kemampuan akal. Karena akal adalah sesuatu yang berada dalam jasmani makhluk, maka sebagaimana makhluk yang lain, akal memiliki sifat lemah dan keterbatasan. Jika akal menggunakan daya pikirnya pada lingkup dan batasnya serta memaksimalkan pengkajiannya, ia akan tepat (menentukan) dengan ijin Allah. Tetapi jika ia menggunakan akalnya di luar lingkup dan batasnya yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah tetapkan maka ia akan membabi buta…” (Lawami’ul Anwar Al-Bahiyyah, hal. 1105)
Baca entri selengkapnya »
19 Oktober 2009 pada 22:50 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 03. Jalan Untuk Memperbanyak Amal & Ibadah, 10. Keutamaan Sedekah, 5. Kebahagiaan dan Ketenangan Jiwa
Manusia umumnya gemar menumpuk atau menimbun harta. Namun mungkin tak pernah disadari bahwa harta mereka yang hakiki adalah segala perbuatan yang ditujukan pada kebaikan.
Banyak orang berlomba-lomba mencari harta dan menabungnya untuk simpanan di hari tuanya. Menyimpan harta tentunya tidak dilarang selagi ia mencarinya dari jalan yang halal dan menunaikan apa yang menjadi kewajibannya atas harta tersebut, seperti zakat dan nafkah yang wajib.
Namun ada simpanan yang jauh lebih baik dari itu, yaitu amal ketaatan dengan berbagai bentuknya yang ia suguhkan untuk hari akhirat. Yaitu untuk suatu hari dimana tidak lagi bermanfaat harta, anak, dan kedudukan.
Baca entri selengkapnya »
14 Oktober 2009 pada 17:03 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Ujian & Cobaan Manusia, 5. Sabar Pada Cobaan Allah
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk surga, padahal belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: ‘Bilakah datangnya pertolongan Allah?’ Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.“ (Al-Baqarah: 214)
Di atas ujian kesabaran ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala memuji dari atas tujuh lapis langit kepada orang-orang yang bersabar dan tabah dengan ujian Allah.
Baca entri selengkapnya »
8 September 2009 pada 20:14 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Ujian & Cobaan Manusia, 4. Selamat di Kehidupan Akhirat
“Neraka diliputi oleh berbagai macam syahwat dan surga diliputi oleh berbagai macam perkara yang tidak disukai.” (HR. Al-Bukhari no. 6006 dan Muslim no. 2823 dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anahu)
Ujian Akan Dialami Setiap Manusia Sebagai Sunatullah dan Takdir
Semua orang tidak pernah menduga dan mengharapkan adanya gangguan dan rintangan yang menghalangi jalan hidupnya kecil maupun besar, sedikit maupun banyak, dan ringan ataupun berat.
Baca entri selengkapnya »
8 September 2009 pada 09:08 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 01. Makna Ibadah, 1. Urgensi Belajar Islam & Menuntut Ilmu, 2. Mengenal Dasar-dasar Islam, 3. Tujuan Hidup Manusia
Empat Kewajiban Manusia Dalam Beribadah
Empat masalah yang wajib dilakukan setiap manusia (dimana manusia tanpa salah satu dari 4 hal ini akan mudah terjerumus dalam kesesatan atau mengalami kehidupan yang sia-sia, red),
yaitu :
[1] Ilmu, ialah mengenal Allah, mengenal Nabi-Nya dan mengenal agama Islam berdasarkan dalil-dalil (rajin menuntut ilmu / mengaji, red).
[2] Amal, ialah menerapkan ilmu ini (banyak beribadah dan beramal shalih, red).
[3] Da’wah, ialah mengajak orang lain kepada ilmu ini (saling menasihati, red).
[4] Sabar, ialah tabah dan tangguh menghadapi segala rintangan dalam menuntut ilmu, mengamalkannya dan berda’wah kepadanya (tiada henti dan konsisten dalam berilmu, beramal dan dalam berdakwah, red)
Baca entri selengkapnya »
2 September 2009 pada 10:12 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 3. Tawakal Pada Allah, 3. Tujuan Hidup Manusia
Abu Hurairah radhiyallahu’anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada seorang mukmin yang lemah, namun pada masing-masingnya terdapat kebaikan. Bersemangatlah untuk meraih apa yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan jangan bersikap lemah. Apabila sesuatu menimpamu janganlah berkata, ‘Seandainya dahulu aku berbuat demikian niscaya akan begini dan begitu.’ Akan tetapi katakanlah, ‘Itulah ketetapan Allah dan terserah Allah apa yang dia inginkan maka tentu Dia kerjakan.’ Dikarenakan ucapan ’seandainya’ itu akan membuka celah perbuatan syaitan.” (HR. Muslim [2664] lihat Syarh Nawawi, jilid 8 hal. 260).
Hadits yang mulia ini menunjukkan makna sbb:
Baca entri selengkapnya »
18 Agustus 2009 pada 23:05 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 1. Makna Hidayah, 3. Tujuan Hidup Manusia, 5. Kebahagiaan dan Ketenangan Jiwa

Banyak manusia pada zaman ini hidup dalam kecemasan, ketakutan … kengerian … was-was, hati tak tenang … merasa selalu kekurangan…tak pernah puas…
Malangnya mereka tidak mengetahui sebab yang pasti dari semua ini. Perasaan itu menghantui mereka, baik di rumah atau benteng mereka, apalagi saat diluar rumah, dalam perjalanan atau di lingkungan pekerjaan mereka. Sesungguhnya jauhnya mereka dari rasa aman (keamanan) merupakan iltizam (konsekwen) dari hilangnya keimanan dalam diri mereka.
Baca entri selengkapnya »
13 Agustus 2009 pada 12:53 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 1. Nasihat, 2. Ujian & Cobaan Manusia, 5. Sabar Pada Cobaan Allah
Hidup ini tidak lepas dari cobaan dan ujian, bahkan cobaan dan ujian merupakan sunatullah dalam kehidupan. Manusia akan diuji dalam kehidupannya baik dengan perkara yang tidak disukainya atau bisa pula pada perkara yang menyenangkannya. Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan mengujimu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.” (Al Anbiyaa’: 35).
Baca entri selengkapnya »
27 Juli 2009 pada 13:13 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 1. Nasihat, 5. Kebahagiaan dan Ketenangan Jiwa
Jalan menuju kebahagiaan dunia-akhirat adalah jalan yang terjal dan dipenuhi dengan onak dan duri. Demikianlah Allah –Ta’ala- menetapkan betapa jalan kebahagiaan dipenuhi rintangan dan cobaan, sebagaimana firman Allah –Subhana Wa Ta’ala-, “(Dialah) yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa yang paling baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun”. (QS. Al-Mulk: 2)
Namun sayangnya, karena ketidaksabaran dan mengikuti hawa nafsu membuat kebanyakan manusia enggan menempuh jalan kebahagiaan yang telah ditetapkan oleh Allah –Ta’ala-.
24 Juli 2009 pada 00:03 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 4. Arti Kehidupan Dunia
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan: “Celaka budak dinar, budak dirham, dan budak khamishah (suatu jenis pakaian). Apabila diberi dia ridha dan bila tidak diberi dia murka.” (HR. Al-Bukhari no. 2887 dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)
Kata “budak” telah dipakai oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah untuk menyebut orang-orang yang telah diperbudak oleh dunia.
Baca entri selengkapnya »
24 Juli 2009 pada 00:02 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 1. Hakikat Manusia
Sesungguhnya manusia ada empat macam. Pertama, orang-orang yang menginginkan kekuasaan (kedudukan) dan kerusakan di atas muka bumi. Mereka adalah para raja dan penguasa yang selalu berbuat kejahatan seperti Fir’aun dan pengikutnya, sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
Baca entri selengkapnya »
20 Juli 2009 pada 23:46 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Membina Keluarga Muslim, 5. Kebahagiaan dan Ketenangan Jiwa
Untuk membangun keluarga muslim yang baik perlu dipersiapkan anggota keluarga yang shalih, tentunya dimulai dari memilih pasangan suami istri yang shalih pula. Seorang pria ketika akan menikah hendaknya mempersiapkan diri dan melihat kemampuan dirinya. Dia harus membekali diri dengan ilmu agama agar dapat memfungsikan dirinya sebagai qawwam (pemimpin) yang baik dalam rumah tangga.
3 Juli 2009 pada 11:12 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 1. Nasihat, 2. Ujian & Cobaan Manusia, 3. Selamat di Akhir Zaman Dunia
Alloh Subhanahu wa ta’ala berfirman: “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ‘Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji (diberi cobaan) lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Alloh mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (Al-Ankabut: 2 – 3)
Anas bin Malik rodhiyallohu ‘anhu berkata: “Bersabarlah kalian! Karena tidaklah datang kepada kalian satu zaman melainkan zaman yang setelahnya lebih jelek dari zaman yang sebelumnya sampai kalian berjumpa dengan Rabb kalian, saya telah mendengarkan hal ini dari Nabi kalian Shollollohu ‘alaihi wasallam.”
Baca entri selengkapnya »
9 Juni 2009 pada 22:44 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 4. Arti Kehidupan Dunia, 4. Sahabat Rasululloh

Suatu saat Abu Bakar (radiyallahu anhu) meminta minum, maka dia diberi segelas air bercampur madu. Ketika sudah dekat mulutnya, maka dia menangis dan orang-orang di sekitarnya juga menangis. Lalu dia diam dan mereka pun diam. Kemudian dia kembali menangis sehingga mereka menyangka bahwa mereka tidak sanggup bertanya kepadanya. Kemudian dia mengusap wajahnya dan reda tangisannya.
Baca entri selengkapnya »
9 Juni 2009 pada 17:17 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 01. Makna Ibadah, 3. Tujuan Hidup Manusia
Kehidupan di dunia pada dasarnya hanyalah senda gurau atau main-main saja. Orang akan semakin merugi bila tidak tahu untuk apa ia diciptakan Allah dan menjalani kehidupan di dunia ini.
Kalau kita melihat besarnya kekuasaan Allah, niscaya kita akan segera mengucapkan “Allahu Akbar”, “Subhanallah”. Allah menciptakan langit tanpa tiang serta semua bintang yang menghiasinya dan Allah turunkan darinya air hujan dan tumbuh dengannya segala jenis tumbuh-tumbuhan.
9 Juni 2009 pada 12:40 · Disimpan dalam 5. Kebahagiaan dan Ketenangan Jiwa
Allah subhanahu wata’ala berfirman:
“Dijadikan indah pada pandangan manusia kecintaan kepada apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik”. (QS, Ali ‘Imran: 14)
Dalam ayat di atas Allah subhanahu wata’ala menjelaskan tentang beberapa perkara yang dianggap manusia sebagai kebahagiaan atau kesenangan hidup di dunia.
29 Mei 2009 pada 15:23 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 03. Jalan Untuk Memperbanyak Amal & Ibadah, 3. Tujuan Hidup Manusia
Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhu pernah berkata,
“Apabila engkau berada di sore hari, maka janganlah menunggu hingga pagi hari, dan apabila engkau berada di pagi hari maka janganlah menunggu hingga sore hari” .
Ini adalah anjuran beliau agar seorang mukmin senantiasa mempersiapkan diri terhadap datangnya kematian. Sedangkan mempersiapkan datangnya kematian adalah dengan amal shalih. Dan beliau juga menganjurkan agar memendekkan angan-angan.
Baca entri selengkapnya »
23 Mei 2009 pada 22:50 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Ujian & Cobaan Manusia
Terdapat riwayat yang shahih bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Artinya : Sesungguhnya seorang mukmin tercipta dalam keadaan Mufattan (penuh cobaan) , Tawwab (senang bertaubat) , dan Nassaa’ (suka lupa), (tetapi) apabila diingatkan ia segera ingat”. (Silsilah Hadits Shahih No. 2276).
Baca entri selengkapnya »