Arsip untuk 5. Kebahagiaan dan Ketenangan Jiwa

Cara Meraih Kebahagiaan Hidup

Para pembaca yang berbahagia, tidak diragukan lagi bahwa setiap insan pasti mendambakan (pada dirinya) kebahagiaan hidup atau kehidupan yang baik.

Namun pandangan masing-masing orang tentang kebahagiaan hidup itu berbeda-beda. Sebagian orang ada yang memandang bahwa ukuran kebahagiaan adalah keberhasilan dalam meraih dunia dengan segala kelezatan hidupnya. Padahal tidaklah demikian hakikatnya.

Allah Subhanallahu wa Ta’ala berfirman (artinya):

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, Yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” [Ali 'Imran: 14]

  Baca entri selengkapnya »

Membentengi Rumah Dari Setan (bagian 1)

Setiap keluarga muslim pasti mendambakan ketenteraman dan ketenangan dalam rumah yang mereka huni, baik dia seorang suami, seorang istri, ataupun sebagai seorang anak. Semua ingin rumah mereka seperti kata orang: Baiti jannati, rumahku adalah surgaku. Bukan karena rumah itu mewah dilengkapi perabotannya yang wah, namun karena semua merasa tentram ketika masuk dan berada di dalamnya.

Lalu, apa rahasianya untuk mewujudkan baiti jannati tersebut? Di antara faktor yang sangat penting adalah menjauhkan rumah dari para setan. Kenapa demikian? Karena setan merupakan musuh anak Adam, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:  “Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagi kalian maka jadikanlah dia sebagai musuh.” (Fathir: 6)

Yang namanya musuh tentu selalu berupaya mencari celah untuk mencelakakan orang yang dimusuhinya. Yang disebut musuh pasti ingin menghancurkan orang yang dimusuhinya. Salah satu target utama setan adalah merusak sebuah keluarga, menghancurkan ikatan di antara anggota-anggotanya.

Baca entri selengkapnya »

Mencintai Karena Allah

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:  “Ada tiga perkara yang apabila perkara tersebut ada pada seseorang, maka ia akan mendapatkan manisnya iman, yaitu (1) hendaknya Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari selain keduanya. (2) Apabila ia mencintai seseorang, ia hanya mencintainya karena Allah. (3) Ia tidak suka untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkannya, sebagaimana ia tidak mau untuk dilemparkan ke dalam api.” [HR. Al-Bukhari (no. 16), Muslim (no. 43 (67)), at-Tirmidzi (no. 2624), an-Nasa-i (VIII/96) dan Ibnu Majah (no. 4033), dari hadits Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu.]

Hadits ini menunjukkan bahwa keimanan itu memiliki rasa manis yang dapat dirasakan oleh orang yang hatinya tenang dalam keimanan sebagaimana orang dapat merasakan lezatnya makanan. Bahkan iman itu lebih lezat dan lebih baik, karena ia adalah santapan khusus untuk ruh. Adapun makanan hanyalah untuk jasad yang fana (bersifat sementara).

Baca entri selengkapnya »

Meninggalkan Apa-apa yang Tidak Bermanfaat

Rasulullah bersabda shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Di antara baiknya keislaman seseorang adalah meninggalkan apa-apa yang tidak bermanfaat.” (HR. At-Tirmidziy no.2318, Malik, Ahmad dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albaniy dalam Al-Misykaah 4839)

Meninggalkan apa-apa yang tidak bermanfaat yakni menjauhkan diri dari berbagai kesibukan atau kegiatan yang yang tidak penting, yaitu yang tidak bermanfaat bagi dunia dan akhiratnya.  Menjauhkan diri dari hal yang tak bermanfaat akan menciptakan ketenangan baginya, karena ia tidak terbebani oleh berbagai perkara yang tak penting. 

Baca entri selengkapnya »

Jangan Bersedih Wahai Saudaraku!

Senang, bahagia, suka cita, sedih, kecewa dan duka cita adalah sesuatu yang biasa dialami manusia. Ketika mendapatkan sesuatu yang menggembirakan dari kesenangan-kesenangan duniawi maka dia akan senang dan gembira. Sebaliknya ketika tidak mendapatkan apa yang diinginkan maka dia merasa sedih dan kecewa bahkan kadang-kadang sampai putus asa.
Akan tetapi sebenarnya bagi seorang mukmin, semua perkaranya adalah baik. Hal ini diterangkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

Baca entri selengkapnya »

Zuhud, Ketenangan Hidup, dan Cara Membangun Sikap Zuhud

Ketenangan hidup di dunia adalah dambaan setiap orang. Akan tetapi betapa banyak manusia yang hidupnya penuh dengan kegelisahan, gundah gulana, kecemasan, ketakutan, adanya kebencian dengan orang lain, dan keadaan lainnya yang tidak diinginkannya.
Di antara hal terbesar untuk mendapatkan ketenangan hidup adalah ketika kita hidup di tengah-tengah manusia dalam keadaan dicintai Allah dan juga dicintai manusia.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits berikut ini telah menunjukkan kepada kita suatu amalan yang akan mendatangkan kecintaan Allah dan juga kecintaan manusia kepada kita.

Baca entri selengkapnya »

Nikmat dan Rezeki Bukan Untuk Memuliakan Manusia

Betapa sering kita saksikan orang-orang yang berlimpah rezeki dan kenikmatan mengungkapkan rasa iba dan kasihan (bahkan terkadang muncul sikap sombongnya)  atas nasib malang yang ditimpa orang-orang lain.  Mereka merasa lebih beruntung hidupnya dan sangat bersyukur (dengan caranya sendiri) atas kenikmatan hidup dan terhindarnya diri mereka dari berbagai kesusahan hidup didunia.  Pada sisi lain, sebagian dari mereka merasa kenikmatan dan rezeki yang mereka terima merupakan wujud dari rasa sayang Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada mereka.  Bahkan mereka berpikir bahwa dengan harta benda, rezeki dan kemudahan hidup yang mereka terima merupakan cara Allah memuliakan diri mereka.

Fenomena ini ditunjukkan dalam firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala :

Baca entri selengkapnya »

Harta Kita Yang Sesungguhnya

Manusia umumnya gemar menumpuk atau menimbun harta. Namun mungkin tak pernah disadari bahwa harta mereka yang hakiki adalah segala perbuatan yang ditujukan pada kebaikan.

Banyak orang berlomba-lomba mencari harta dan menabungnya untuk simpanan di hari tuanya. Menyimpan harta tentunya tidak dilarang selagi ia mencarinya dari jalan yang halal dan menunaikan apa yang menjadi kewajibannya atas harta tersebut, seperti zakat dan nafkah yang wajib.

Namun ada simpanan yang jauh lebih baik dari itu, yaitu amal ketaatan dengan berbagai bentuknya yang ia suguhkan untuk hari akhirat. Yaitu untuk suatu hari dimana tidak lagi bermanfaat harta, anak, dan kedudukan.

Baca entri selengkapnya »

Rasa Aman Yang Hakiki

Banyak manusia pada zaman ini hidup dalam kecemasan, ketakutan … kengerian … was-was, hati tak tenang … merasa selalu kekurangan…tak pernah puas…

Malangnya mereka tidak mengetahui sebab yang pasti dari semua ini. Perasaan itu menghantui mereka, baik di rumah atau benteng mereka, apalagi saat diluar rumah, dalam perjalanan atau di lingkungan pekerjaan mereka. Sesungguhnya jauhnya mereka dari rasa aman (keamanan) merupakan iltizam (konsekwen) dari hilangnya keimanan dalam diri mereka.

Baca entri selengkapnya »

Tiga Syarat Pokok Untuk Mencapai Kebahagiaan

Jalan menuju kebahagiaan dunia-akhirat adalah jalan yang terjal dan dipenuhi dengan onak dan duri. Demikianlah Allah –Ta’ala- menetapkan betapa jalan kebahagiaan dipenuhi rintangan dan cobaan, sebagaimana firman Allah –Subhana Wa Ta’ala-,  “(Dialah) yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa yang paling baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun”. (QS. Al-Mulk: 2)

Namun sayangnya, karena ketidaksabaran dan mengikuti hawa nafsu membuat kebanyakan manusia enggan menempuh jalan kebahagiaan yang telah ditetapkan oleh Allah –Ta’ala-.

Baca entri selengkapnya »

Syarat Dalam Membangun Keluarga Muslim Yang Baik

Untuk membangun keluarga muslim yang baik perlu dipersiapkan anggota keluarga yang shalih, tentunya dimulai dari memilih pasangan suami istri yang shalih pula.  Seorang pria ketika akan menikah hendaknya mempersiapkan diri dan melihat kemampuan dirinya. Dia harus membekali diri dengan ilmu agama agar dapat memfungsikan dirinya sebagai qawwam (pemimpin) yang baik dalam rumah tangga.

Baca entri selengkapnya »

Kesenangan Hidup di Dunia dan Tempat Yang Lebih Baik dari Dunia

Allah subhanahu wata’ala berfirman:

“Dijadikan indah pada pandangan manusia kecintaan kepada apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik”. (QS, Ali ‘Imran: 14)

Dalam ayat di atas Allah subhanahu wata’ala menjelaskan tentang beberapa perkara yang dianggap manusia sebagai kebahagiaan atau kesenangan hidup di dunia.

Baca entri selengkapnya »

Ciri Manusia Yang Telah Berada Dalam Derajat Kemenangan dan Kebahagiaan

Tanda-tanda kebahagiaan dan kemenangan seorang mukmin adalah bila ia mampu mengelola dirinya agar senantiasa berada dalam tiga kondisi dibawah ini (Al-Imam Ibnul Qoyyim -rahimahullah- dalam kitabnya yang berjudul “Al-Waabil Ash-Shayyib) :

Baca entri selengkapnya »

Agar Dada Menjadi Lapang dan Bersinar

Hiruk pikuk kehidupan dengan berbagai bentuk aktivitas yang terus bergulir tanpa henti sering melahirkan halangan dan tantangan yang mengantar seorang hamba kepada gundah gulana dan ketidaktenangan hati. Namun bagi seorang mukmin sejati, cahaya Al-Qur’ân dan Sunnah Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa âlihi wa sallam adalah penerang jalan menuju kepada kehidupan indah yang senantiasa membuat dadanya lapang dan bercahaya.

Baca entri selengkapnya »