Arsip untuk 7. Biografi Ulama

Semangat Ulama Terdahulu (Salaf) Dalam Menuntut Ilmu (Thalabul Ilmi)

“Kami dahulu berada di negeri Mesir selama tujuh bulan dan belum pernah sempat merasakan kuah daging. Siang kami gunakan untuk keliling menuntut ilmu ke majelis para ulama, dan malam harinya untuk pertemuan dan mencatat.  Ketika kami datang ke seorang ulama kami dikabari bahwa dia sakit, maka kami kembali dan kami temukan di jalan ada ikan dijual maka kami membelinya. Dan kami bertiga, sampailah kami ke rumah, namun kami sadari jadwal majelis berikutnya telah tiba, maka kami segera pergi tanpa sempat menyantap ikan tersebut. Demikian berlangsung tiga hari sehingga kami tidak sempat memberikan ikan ini kepada yang bisa membakarnya, kemudian kami memakan ikan tersebut setelah tiga hari dalam keadaan sudah tidak baik kondisinya. (seperti dituturkan Ibnu Abi Hatim rahimahullah )

Tidaklah mereka (para ulama) menyia-nyiakan waktu mereka, bersungguh-sungguh siang dan sore. Tidak akan diraih ilmu ini dengan berleha-leha. Mereka wafat di atas sunnah, dan di atas kebaikan, Allah menjadikan ilmunya bermanfaat bagi negara dan umat, hingga hari ini sehingga kita bisa ikut menikmati karya tulis mereka.

Baca entri selengkapnya »

Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah (Wafat 728 H/ 1328 M), Ulama Besar dan Pejuang Islam Yang Sangat Dikagumi Sepanjang Zaman

Suatu ketika, saat Ibnu Taimiyah masih kanak-kanak pernah ada seorang ulama besar dari Halab (suatu kota lain di Syria sekarang, pen.) yang sengaja datang ke Damasyiq, khusus untuk melihat si bocah bernama Ibnu Taimiyah yang kecerdasannya menjadi buah bibir. Setelah bertemu, ia memberikan tes dengan cara menyampaikan belasan matan hadits sekaligus. Ternyata Ibnu Taimiyah mampu menghafalkannya secara cepat dan tepat. Begitu pula ketika disampaikan kepadanya beberapa sanad, beliaupun dengan tepat pula mampu mengucapkan ulang dan menghafalnya. Hingga ulama tersebut berkata: “Jika anak ini hidup, niscaya ia kelak mempunyai kedudukan besar, sebab belum pernah ada seorang bocah seperti dia.

Ibnu Taimiyah adalah lambang kecerdasan dan kecepatan memahami, paling hebat pemahamannya terhadap Al-Kitab was-Sunnah serta perbedaan pendapat, dan lautan dalil naqli. Pada zamannya, beliau adalah satu-satunya yang paling baik dalam hal ilmu, zuhud, keberanian, kemurahan hati, amar ma’ruf, nahi mungkar, dan banyaknya buku-buku yang  beliau susun dan amat menguasai hadits dan fiqh (perkataan Imam Adz-Dzahabi rahimahullah (wafat th. 748 H) )

Baca entri selengkapnya »

Ibnul Qoyyim al-Jauziyyah (Wafat 751 H / 1350 M), Ulama Besar Yang Buku-bukunya Masih Dijadikan Rujukan Penting Hingga Hari Ini

Ibnul Qayyim rahimahullah merupakan seorang peneliti ulung yang ‘Alim dan bersungguh-sungguh. Beliau mengambil semua ilmu dan mengunyah segala tsaqafah yang sedang jaya-jayanya pada masa itu di negeri Syam dan Mesir.

Beliau telah menyusun kitab-kitab fiqih, kitab-kitab ushul, serta kitab-kitab sirah dan tarikh. Jumlah tulisan-tulisannya tiada terhitung banyaknya, dan diatas semua itu, keseluruhan kitab-kitabnya memiliki bobot ilmiah yang tinggi. Oleh karenanyalah Ibnul Qayyim pantas disebut kamus segala pengetahuan ilmiah yang agung.

Manhaj serta hadaf Ibnul Qayyim rahimahullah di masa hidupnya ialah mengembalikan umat Islam kembali kepada sumber-sumber dinul Islam yang suci dan murni, tidak terkotori oleh ra’yu-ra’yu (pendapat-pendapat) Ahlul Ahwa’ wal bida’ (Ahli Bid’ah) serta helah-helah (tipu daya) orang-orang yang suka mempermainkan agama.

Baca entri selengkapnya »

Proses Perjalanan Ilmu Islam (As-Sunnah) Mulai Zaman Shahabat Nabi Hingga Hari Ini

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda (artinya) :

“Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” [HR.Tirmidzi, Ahmad, Ad-Darimi, Abu Dawud. Dishahihkan oleh Al-Albani]

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda (artinya) :

“Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan mencabutnya dari hamba-hamba. Akan tetapi Dia mencabutnya dengan diwafatkannya para ulama sehingga jika Allah tidak menyisakan seorang alim pun, maka orang-orang mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh. Kemudian mereka ditanya, mereka pun berfatwa tanpa dasar ilmu. Mereka sesat dan menyesatkan.” [HR. Al-Bukhari no. 100 dan Muslim no. 2673]

Baca entri selengkapnya »

Bukhari, Bayi Ajaib Dari Bukhara

Buta di masa kecilnya. Keliling dunia mencari ilmu. Menghafal ratusan ribu hadits. Karyanya menjadi rujukan utama setelah Al Qur’an.

Lahir di Bukhara pada bulan Syawal tahun 194 H. Dipanggil dengan Abu Abdillah. Nama lengkap beliau Muhammmad bin Ismail bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhari Al Ju’fi. Beliau digelari Al Imam Al Hafizh, dan lebih dikenal dengan sebutan Al Imam Al Bukhari.

Baca entri selengkapnya »

Biografi Syaikh Muhammad At Tamimi (1115 – 1206 H/1701 – 1793 M)

Nama lengkap beliau adalah Syeikh al-Islam al-Imam Muhammad bin `Abdul Wahab bin Sulaiman bin Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Rasyid bin Barid bin Muhammad bin al-Masyarif at-Tamimi al-Hambali an-Najdi.

Tempat dan tarikh lahirnya pada tahun 1115 H (1701 M) di kampung `Uyainah (Najd), lebih kurang 70 km arah barat laut kota Riyadh, ibukota Arab Saudi sekarang.   Beliau meninggal dunia pada 29 Syawal 1206 H (1793 M) dalam usia 92 tahun, setelah mengabdikan diri selama lebih 46 tahun dalam dakwah dan  sempat memangku jabatan sebagai menteri penerangan Kerajaan Arab Saudi .

Baca entri selengkapnya »

Siapakah Sebenarnya Syeikh Abdul Qadir Al-Jailany ?

Beliau adalah seorang ulama besar sehingga suatu kewajaran jika sekarang ini banyak kaum muslimin menyanjungnya dan mencintainya. Akan tetapi kalau meninggi-ninggikan derajat beliau berada di atas Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, maka hal ini merupakan suatu kekeliruan. Karena Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam adalah rasul yang paling mulia di antara para nabi dan rasul yang derajatnya tidak akan pernah bisa dilampaui di sisi Allah oleh manusia siapapun.

  Baca entri selengkapnya »