Arsip untuk 4. Selamat di Kehidupan Akhirat
29 November 2011 pada 15:05 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 4. Selamat di Kehidupan Akhirat, 9. Meningkatkan Keimanan

Siapakah yang bisa menjamin masing-masing diri kita bakal selamat dari adzab kubur hingga adzab neraka? Sementara orang lain yang jauh lebih mulia dan utama dari kita masih merasakan tidak aman, masih ada rasa khawatir terkotori kesyirikan, ternodai nifak di akhir hidup mereka. Tentu, semestinya kita lebih merasa terusik lagi, lebih merasa tidak aman dan lebih khawatir terpelanting ke dalam lembah syirik dan nifak. Di tengah akhir zaman ini, kala banyak manusia terpagut kemelut hidup, budaya syahwat (hawa nafsu) dan syubuhat (keraguan pemikiran) setiap saat berkelebat. Sedangkan tipuan dunia begitu menyilaukan. Karenanya, memohonlah setiap saat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar menetapkan diri ini di atas jalan-Nya. Hati manusia ada di antara dua jari-jemari Ar-Rahman.
Baca entri selengkapnya »
12 Oktober 2010 pada 15:39 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 1. Memperkuat Aqidah dan Keimanan, 2. Taqwa Pada Perintah & Larangan Allah, 4. Selamat di Kehidupan Akhirat

Ketahuilah! Bekal yang terbaik bagi seorang hamba untuk meraih kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat kelak adalah bekal ketakwaan kepada Allah. Sebagaimana telah Allah azza wa jalla jelaskan dalam firman-Nya (yang artinya):
“Dan Sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku Hai orang-orang yang berakal.” (Al-Baqaroh: 197)
Setiap orang pasti menginginkan kemuliaan dan tidak menyukai kehinaan. Lalu dengan apa seseorang menjadi mulia? Kemuliaan hanya dapat diraih dengan ketakwaan yang sebenar-benarnya, dan bukan dengan banyaknya harta atau dengan tingginya kedudukan. Hanya dengan ketakwaan seseorang akan mulia disisi Allah, sebagaimana telah Allah azza wa jalla jelaskan dalam Al-Qur’an (yang artinya):
“Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kalian disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kalian. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Al-Hujurat: 13)
22 Oktober 2009 pada 17:29 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Taqwa Pada Perintah & Larangan Allah, 3. Jalan Menuju Taubat, 4. Selamat di Kehidupan Akhirat, 6. Kriteria Calon Penghuni Surga
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan didekatkanlah surga itu kepada orang-orang yang bertakwa pada tempat yang tiada jauh (dari mereka). Inilah yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada setiap hamba yang selalu kembali (kepada Allah) lagi memelihara (semua peraturan-peraturan-Nya). (Yaitu) orang yang takut kepada Dzat Yang Maha Pemurah padahal Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertaubat, masukilah surga itu dengan aman, itulah hari kekekalan. Mereka di dalamnya memperoleh apa yang mereka kehendaki; dan pada sisi Kami ada tambahannya.” (Qaf: 31-35)
Melalui ayat tersebut diatas Allah Subhanahu wa Ta’ala memberitakan tentang sifat-sifat calon penghuni surga, bahwa Ia mendekatkan Al-Jannah kepada orang-orang yang bertakwa, dan bahwa para penghuninya adalah yang memiliki empat sifat berikut ini:
14 September 2009 pada 20:31 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 1. Mengenal Kehidupan Akhirat, 2. Mengingat Akhirat dan Kematian, 4. Selamat di Kehidupan Akhirat
Datangnya hari kiamat adalah suatu kepastian. Hanya saja berita tentang hari kiamat ini terasa asing atau terlupakan bagi sebagian manusia yang hidup mereka tersibukkan dengan bermain-main, lalai, mengenyangkan diri dengan syahwat dunia dan kelezatannya. Kenikmatan dunia berupa harta, anak-anak, dan sebagainya telah melupakan mereka akan pertemuan dengan hari tersebut. Padahal hari kiamat demikian dekatnya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Telah dekat hari kiamat dan telah terbelah bulan.” (Al-Qamar: 1)
Baca entri selengkapnya »
8 September 2009 pada 20:14 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Ujian & Cobaan Manusia, 4. Selamat di Kehidupan Akhirat
“Neraka diliputi oleh berbagai macam syahwat dan surga diliputi oleh berbagai macam perkara yang tidak disukai.” (HR. Al-Bukhari no. 6006 dan Muslim no. 2823 dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anahu)
Ujian Akan Dialami Setiap Manusia Sebagai Sunatullah dan Takdir
Semua orang tidak pernah menduga dan mengharapkan adanya gangguan dan rintangan yang menghalangi jalan hidupnya kecil maupun besar, sedikit maupun banyak, dan ringan ataupun berat.
Baca entri selengkapnya »
29 Agustus 2009 pada 07:48 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Taqwa Pada Perintah & Larangan Allah, 4. Selamat di Kehidupan Akhirat
Hari akhirat, hari setelah kematian yang wajib diyakini kebenarannya oleh setiap orang yang beriman kepada Allah ta’ala dan kebenaran agama-Nya. Hari itulah hari pembalasan semua amal perbuatan manusia, hari perhitungan yang sempurna, hari ditampakkannya semua perbuatan yang tersembunyi sewaktu di dunia, hari yang pada waktu itu orang-orang yang melampaui batas akan berkata dengan penuh penyesalan.
“Duhai, alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini.” (Qs. Al Fajr: 24)
Baca entri selengkapnya »
4 Agustus 2009 pada 15:38 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 1. Jangan Tersesat !, 1. Mengenal Kehidupan Akhirat, 4. Selamat di Kehidupan Akhirat, 5. Cara dan Ketelitian dalam Belajar Agama, 7. Golongan Yang Selamat Di Akhir Zaman
Al-haudh adalah telaga air yang turun dari sungai surga pada hari akhirat yang diperuntukkan bagi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya aku telah mendahului kalian menuju al-haudh…” (HR. Bukhari dan Muslim dari sahabat Sahl bin Sa’d). Setiap Nabi ‘alaihimus shalaatu wa sallam memiliki telaga. Namun telaga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah yang paling besar, paling mulia, paling indah, paling banyak pengikutnya namun hanya dikhususkan bagi umat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang benar-benar menjaga sunnah-sunnahnya.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Telagaku (panjang dan lebarnya) satu bulan perjalanan, airnya lebih putih daripada susu, aromanya lebih harum daripada kesturi, bejananya sebanyak bintang di langit, siapa yang minum darinya, ia tidak akan merasa haus selamanya.” (HR. Bukhari).
Baca entri selengkapnya »