Arsip untuk 8. Syirik, Bid’ah dan Perusak Aqidah lainnya
3 Desember 2011 pada 17:57 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 3. Mengenali Musuh Perusak Iman, 5. Cara dan Ketelitian dalam Belajar Agama, 8. Syirik, Bid'ah dan Perusak Aqidah lainnya

Berkata Abu Hurairah-radhiyallahu ‘anhu- dari Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
“Akan datang pada manusia tahun-tahun yang menipu; di dalamnya pendusta dibenarkan, orang jujur didustakan; orang yang penipu dipercaya, dan orang yang amanah dianggap pengkhianat, serta ruwaibidhoh ikut berbicara”. Ada yang bertanya, “Apa itu ruwaibidhoh (orang lemah)?” Beliau bersabda, “Dia adalah seorang hina (dungu) berkomentar tentang urusan umum”. [HR. Ibnu Majah dalam Kitab Al-Fitan (4036). Hadits ini di-shohih-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Ash-Shohihah (no.1887)]
Jangan Tertipu dengan Kemajuan kaum kafir, dan Bersedih atas Kemunduran Kaum Muslimin dalam Perkara Keduniaan
Baca entri selengkapnya »
3 Desember 2011 pada 16:23 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 4. Mewaspadai Jalan Yang Sesat, 8. Syirik, Bid'ah dan Perusak Aqidah lainnya
Sehubungan dengan terjadinya penyerangan kaum Syiah yang membombardir Madrasah Ahlus Sunnah di Dammaj (Yaman) sejak Oktober 2011 (beberapa santri dari Indonesia dan Malaysia wafat), selain rasa terkejut juga telah muncul berbagai pandangan berbeda dari umat Islam sendiri di berbagai negeri. Salah satu pandangan yang sering terungkap adalah komentar yang menyayangkan terjadinya konflik tersebut sebagai perpecahan diantara umat Islam sendiri. Ini perlu diluruskan, karena konflik ini sudah berumur ribuan tahun.
Sebagian umat Islam tidak meneliti secara ilmiah, bahkan terhanyut pada pendapat kaum liberal yang melontarkan pendapat yang terlihat logis, “Mengapa harus terjadi perselisihan sesama umat Islam? Ayolah kita duduk bersama dan melupakan perselisihan di antara kita… yang Sunni meletakkan tangannya di atas yang Syi’i dan berjalan sama-sama. Toh kita semua juga beriman kepada Allah, Rasul-Nya dan hari kiamat?”
Orang ini lalai bahwa masalah yang sesungguhnya jauh lebih rumit dari ini…
Baca entri selengkapnya »
27 November 2011 pada 12:49 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Bahaya Besar Syirik, 8. Syirik, Bid'ah dan Perusak Aqidah lainnya

Benar bahwa ummat Islam menghadapi masalah-masalah yang multi kompleks, mulai dari masalah politik, ekonomi, pemerintahan, bahkan sampai pada penindasan kaum muslimin pada sebagian negeri Islam oleh orang-orang kafir. Akan tetapi kalau kita mau memahami agama yang mulia ini berdasarkan al-Qur’an dan as-Sunnah yang sesuai dengan pemahaman Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dan para Sahabatnya, maka tahulah kita bahwa problematika ummat yang sesungguhnya jauh lebih besar dari itu semua adalah permasalahan aqidah tauhid.
Hal ini karena tauhid adalah hak Allah Subhanahu wa Ta’ala yang harus ditunaikan, melebihi hak-haknya makhluq. Sungguh ironi ketika kita berteriak-teriak membela hak-hak makhluq yang terampas, pada saat yang sama kita mendiamkan kesyirikan di depan mata kita.
Demikian pula, jika aqidah tauhid ini tercemari dengan kotoran-kotoran syirik dan noda-noda kekufuran maka bahaya yang mengancam ummat Islam, bahkan seluruh ummat manusia, tidak saja di dunia ini tetapi sampai di akhirat kelak, yaitu kekal dalam neraka. Bahkan syirik adalah sebab utama seluruh masalah ummat manusia di dunia dan akhirat.
27 November 2011 pada 12:41 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Bahaya Besar Syirik, 8. Syirik, Bid'ah dan Perusak Aqidah lainnya

Para Ulama telah membagi kesyirikan menjadi dua, yaitu syirik besar (akbar) dan syirik kecil (asgar). Syirik besar adalah seorang yang mengadakan tandingan bagi Allah Ta’ala dalam perkara rububiyah, uluhiyah dan asma’ was shifat (lihat Ma’arijul Qobul, 2/483, Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, 1/516).
Perbedaan syirik besar dan syirik kecil penting untuk dipahami karena masing-masing dari kedua bentuk syirik ini memiliki hukum dan konsekuensi tersendiri.
27 November 2011 pada 12:31 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Bahaya Besar Syirik, 8. Syirik, Bid'ah dan Perusak Aqidah lainnya
Adapun diantara bahaya perbuatan syirik adalah sebagai berikut:
Pertama: Syirik adalah dosa dan kezhaliman terbesar
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan ingatlah ketika Luqman berkata pada anaknya saat ia memberi pelajaran padanya, “Wahai anakku, janganlah kamu menyekutukan Allah, sesungguhnya menyekutukan-Nya adalah kezhaliman yang besar”.” (Luqman: 13)
27 November 2011 pada 11:42 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Bahaya Besar Syirik, 8. Syirik, Bid'ah dan Perusak Aqidah lainnya

Syirik dalam uluhiyah atau ibadah adalah mempersembahkan satu bentuk ibadah kepada selain Allah Ta’ala, baik ibadah yang zhahir maupun ibadah hati (batin). Inilah kesyirikan yang paling banyak tersebar di masyarakat. Macamnya pun sangat beragam, sebanyak bentuk ibadah kepada Allah Ta’ala.
Maka berikut ini kami akan memberikan sebagian contoh dari macam-macam syirik kepada Allah Ta’ala dalam ibadah.
27 November 2011 pada 11:32 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Bahaya Besar Syirik, 8. Syirik, Bid'ah dan Perusak Aqidah lainnya

Cinta Kepada Selain Allah
Fenomena syirik dalam cinta telah dijelaskan Allah Ta’ala dalam al-Qur’an:
“Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah, mereka mencintainya, sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat kuat cintanya kepada Allah.” (Al-Baqarah: 165)
Asy-Syaikh Al-‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan, “Cinta kepada Allah Ta’ala ada empat tingkatan:
27 November 2011 pada 11:11 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Bahaya Besar Syirik, 8. Syirik, Bid'ah dan Perusak Aqidah lainnya

Bentuk yang kedua dari syirik dalam niat adalah seorang yang beribadah karena dunia, seperti karena harta, pangkat, status sosial, wanita, kehormatan, dan lain-lain.
Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah menyebutkan salah satu bab dalam Kitabut Tauhid, “Termasuk kesyirikan, seorang yang beramal karena dunia”, kemudian beliau menyebutkan firman Allah Ta’ala:
27 November 2011 pada 08:02 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Bahaya Besar Syirik, 8. Syirik, Bid'ah dan Perusak Aqidah lainnya

Inilah beberapa contoh perbuatan/ibadah yang berpengaruh terhadap Aqidah Islam seorang muslim.
Semoga ini bisa membantu kita memahami contoh-contoh perbuatan Syirik dan Bid’ah yang mungkin kita temui dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan kita. Barangsiapa menempuh jalan lain (syirik dan bid’ah), atau menyangka bahwa amalan ibadahnya akan dibalas dengan kenikmatan jannah (surga) meskipun tanpa menuntut ilmu, maka akan sia-sialah ibadahnya meskipun dengan susah-payah dia menjalaninya. Bahkan dia akan menjadi orang yang merugi karena sia-sia amalannya. Dirinya menyangka telah banyak beramal, padahal apa yang dilakukan adalah amalan bid’ah yang tidak akan diterima oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Bahkan yang dilakukan adalah perbuatan syirik yang akan menjadi sebab gugurnya seluruh amal ibadah yang telah dilakukannya.
26 November 2011 pada 22:02 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 1. Memperkuat Aqidah dan Keimanan, 2. Ujian & Cobaan Manusia, 8. Syirik, Bid'ah dan Perusak Aqidah lainnya

Keangkeran suatu tempat bukan karena adanya kuburan atau makam tertentu, bukan pula karena ada arwah penasaran yang meninggal secara tidak wajar di tempat tersebut, semua itu hanyalah tipu daya setan untuk menyesatkan manusia. Minimalnya, jika seseorang telah berkeyakinan bahwa orang yang sudah mati ruhnya dapat bergentayangan lagi di dunia dan bisa memberi manfaat atau menimpakan bahaya maka aqidah tauhidnya sesungguhnya telah rusak, sebab telah jelas dalam dalil-dalil syari’at (Al Qur’an dan As-Sunnah) bahwa ruh yang sudah meninggal dunia hanya memiliki dua keadaan (di alam barzakh), antara apakah ia mendapatkan nikmat kubur atau azab kubur. Demikian pula, orang yang sudah mati tidak dapat memberi manfaat dan menimpakan bahaya kepada makhluk hidup.
Dibawah ini disampaikan sebuah tulisan mengenai makna /hakikat Gangguan Jin berupa tempat angker atau ‘makhluk penunggu/hantu’, dan Cara Menghadapi / Menolak Gangguan Jin semacam ini.
Baca entri selengkapnya »