Arsip untuk 9. Meningkatkan Keimanan
Awal Permusuhan Iblis Kepada Manusia

Perintah Allah kepada malaikat dan iblis untuk sujud kepada Adam merupakan awal permusuhan iblis kepada manusia. Ia menolak perintah itu sehingga dihukum Allah. Namun iblis berjanji akan menyesatkan Adam dan keturunannya. Salah satu bentuk tipu dayanya adalah berhasil menggoda Adam untuk melanggar larangan Allah sehingga Adam dikeluarkan dari surga.
6 Cara Syaithan Menggoda Manusia
“Iblis menjawab : “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan menghalangi mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan belakang mereka, dari kanan dan kiri mereka dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).” (Al-A’raf : 16-17)
Di dalam ayat ini Allah Ta’ala mengisahkan tentang Iblis yang bersumpah untuk menyesatkan Bani Adam dari jalan yang lurus sekuat tenaga dengan berbagai cara dan dari segala arah dengan berbagai taktik dan strategi.
Ibnul Qoyyim rahimahullah dalam kitabnya Ighosatul Lahfan menjelaskan : “Jalan yang dilalui oleh insan ada empat, (tidak lebih) ia terkadang arah depan dan arah belakang di jalan manapun ia lalui, ia akan menjumpai syaithan mengintai. Bila menempuh jalan ketaatan, ia menjumpai syaithan siap menghalangi atau memperlambat laju jalannya bila ia menempuh jalur kemaksiatan, ia akan menjumpai syaithan siap mendukungnya“.
Pintu Masuk Setan, dan Senjata Untuk Melawannya
Sesungguhnya Allah telah menjadikan setan sebagai musuh bagi para Nabi dan kaum mukminin. Allah berfirman:
“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Rabbmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.”(Al-An’am: 112)
“Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh (mu), karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (Fathir: 6)
Jangan Cepat Merasa Aman Dari Petaka Akhirat
Siapakah yang bisa menjamin masing-masing diri kita bakal selamat dari adzab kubur hingga adzab neraka? Sementara orang lain yang jauh lebih mulia dan utama dari kita masih merasakan tidak aman, masih ada rasa khawatir terkotori kesyirikan, ternodai nifak di akhir hidup mereka. Tentu, semestinya kita lebih merasa terusik lagi, lebih merasa tidak aman dan lebih khawatir terpelanting ke dalam lembah syirik dan nifak. Di tengah akhir zaman ini, kala banyak manusia terpagut kemelut hidup, budaya syahwat (hawa nafsu) dan syubuhat (keraguan pemikiran) setiap saat berkelebat. Sedangkan tipuan dunia begitu menyilaukan. Karenanya, memohonlah setiap saat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar menetapkan diri ini di atas jalan-Nya. Hati manusia ada di antara dua jari-jemari Ar-Rahman.

























