Arsip untuk 02. Jalan Untuk Memurnikan Amal & Ibadah

Lihatlah Dari Siapa Kita Belajar Islam Secara Benar

Sesungguhnya tidak ada keselamatan kecuali dengan mengikuti Kitab dan Sunnah dengan pemahaman Salaful Ummah (umat Islam terdahulu, red). Tapi kini kita tidak mungkin lagi mendengar secara langsung sunnah dan pemahaman mereka kecuali dengan melalui sanad (rantai para rawi / penyampai riwayat, red).  (Tambahan redaksi : Sanad ialah rantai penutur/perawi (periwayat) hadits. Sanad terdiri atas seluruh penutur mulai dari orang yang mencatat hadits tersebut dalam bukunya (kitab hadits) hingga mencapai Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasalam.  Sanad, memberikan gambaran keaslian suatu riwayat, red).

Sedangkan sanad termasuk hal sangat penting dalam agama  kita (Dien). Maka lihatlah dari siapa kalian mengambil Dien kalian. Sedangkan yang paling mengerti tentang sanad adalah Ashabulhadits (Ahli Hadits).   (Tambahan redaksi :  Dien adalah keta’atan. Dien juga disebut millah, dilihat dari segi keta’atan dan kepatuhan kepada syari’at. Dien itu bertingkat, tingkat awalnya adalah Islam, kemudian naik lagi menjadi iman, dan tingkat yang paling tinggi adalah ihsan.)

Baca entri selengkapnya »

Pertanyaan Muadz bin Jabal Tentang Jalan Menuju Surga

Muadz bin Jabal radhiyallohu ‘anhu berkata : Saya pernah bersama Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam dalam suatu perjalanan. Pada suatu pagi ketika kami sedang berjalan, aku berada didekat beliau, maka aku berkata : “Wahai Rosulullah kabarkanlah kepadaku suatu amalan yang dapat memasukkan aku ke dalam Surga dan menjauhkan aku dari Neraka”.

Maka beliau bersabda : “Sungguh engkau telah bertanya kepadaku tentang perkara yang begitu besar akan tetapi akan terasa mudah bagi orang-orang yang dimudahkan oleh Alloh, engkau beribadah kepada Alloh dan tidak menyekutukannya dengan suatu apapun, engkau mendirikan sholat, menunaikan zakat, berpuasa dibulan Ramadhan dan melaksanakan ibadah haji.”

  Baca entri selengkapnya »

Cintailah Dia -Shallallahu alaihi wa sallam- Dengan Cara Yang Dia cintai!

 Anas ibn Malik radhiallahu anhu berkata :

“Tak ada seorang pun di dunia ini yang lebih cinta kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam selain kami. Tetapi kami tak pernah bangkit berdiri untuk menyambut kedatangan beliau, disebabkan kami mengetahui yang demikian itu tak beliau sukai”

Baca entri selengkapnya »

Masuk Surga Dengan Kalimat “La ilaaha illallah”

Sebagian orang Islam sering mengucapkan syahadat dengan lisan-lisan mereka, tetapi kebanyakan mereka salah atau kurang lengkap dalam menafsirkan maknanya, tidak memahami rukun-rukun, syarat-syaratnya dan konsekwensinya.  Bahkan kebanyakan mereka belum menyadari adanya beberapa perbuatan yang dapat membatalkan syahadat yang telah mereka ikrarkan.

Pemahaman yang salah atau kurang lengkap ini dapat menyebabkan seseorang tidak memperoleh manfaat dan hikmah dari kalimat “La ilaaha illallah” yang ia ucapkan.

Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah menyampaikan tentang hikmah yang sangat besar yang terkandung dalam kalimat tersebut,  dalam sabda beliau shallallahu ‘alaihi wasallam :

“Barangsiapa yang akhir ucapannya laa ilaaha illallah, pasti ia masuk surga.” (HR. Al-Hakim, hadits hasan)

Dibawah ini kami kutipkan penjelasan ringkas dan praktis dari tulisan Dr.Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al fauzan dalam bukunya yang diterjemahkan dengan judul Kitab Tauhid (jilid 1).

Baca entri selengkapnya »

Mengapa Disebut Ahlusunnah wal Jamaah?

 

Ahlus Sunnah Wal Jama’ah adalah para sahabat Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasalam, para tabi’in dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik dari para ulama Ahli Ijtihad dan Ahli Hadits yang berjalan di atas Al-Qur’an dan Sunnah dan siapa saja yang mengikuti mereka dalam hal tersebut sampai hari kiamat.

Berikut ini penjelasannya (bersumber / diringkas dari penjelasan Ustadz Abu Muhammad Dzulqarnain) :

Baca entri selengkapnya »

Sudahkah Anda Memahami Dua Kalimat Syahadat dengan Benar?

 

Setiap muslim seyogyanya mengerti dan memiliki kepedulian terhadap perkara agamanya. Terlebih tatkala dia hidup dimasa kini yang jauh dari jaman kenabian Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam dan semakin dekat dengan hari kiamat. Dia hidup di tengah kebodohan (ilmu agama) yang telah menyebar sedangkan ilmu agama yang benar semakin pudar dengan meninggalnya para ulama (satu demi satu).

Di antara perkara yang harus dimengerti tersebut adalah dua kalimat syahadat, sebuah perkara yang Allah dan rasul-Nya jadikan sebagai rukun terpenting dari rukun-rukun Islam, dinding pembatas antara iman dan kekufuran, halal atau haramnya darah dan harta seseorang untuk ditumpahkan dan diambil. Bahkan sebagai faktor penentu seseorang menjadi penghuni Jannah (surga) atau Naar (neraka).

Baca entri selengkapnya »

Kemana Kita Hendak Berlindung ?

Adalah suatu perkara yang wajar, bila setiap orang merasa takut dan khawatir akan ditimpa suatu kejelekan, musibah, dan perkara-perkara lain yang tidak disukainya. Namun manusia tidaklah selalu akan terhindar dari perkara-perkara yang tidak disukainya tersebut, di samping dia juga pasti mendapatkan perkara-perkara yang dia inginkan. Itulah kehidupan. Dengan penuh keadilan dan kebijaksanaan-Nya, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah takdirkan itu semua kepada semua makhluk-Nya.

Baca entri selengkapnya »

Mengenal Jalan Hidup Golongan Yang Selamat (Manhaj Al-Firqah An-Najiyah)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah meninggalkan pesan tentang akan terjadi perselisihan yang banyak setelah meninggalnya beliau shallallahu ‘alaihi wasallam,  sebagaimana dalam sabdanya:

“Aku wasiatkan padamu agar engkau bertakwa kepada Allah, patuh dan ta’at, sekalipun yang memerintahmu seorang budak Habsyi. Sebab barangsiapa hidup (lama) di antara kamu tentu akan menyaksikan perselisihan yang banyak. Karena itu, berpegang teguhlah pada sunnahku (ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, red) dan sunnah khulafa’ur rasyidin yang (mereka itu) mendapat petunjuk. Pegang teguhlah ia sekuat-kuatnya. Dan hati-hatilah terhadap setiap perkara yang diada-adakan (dalam agama), karena semua perkara yang diada-adakan itu adalah bid’ah, sedangkan setiap bid’ah adalah sesat (dan setiap yang sesat tempatnya di dalam Neraka).” (HR. Nasa’i dan At-Tirmidzi, ia berkata hadits hasan shahih).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda:

“Ketahuilah, sesungguhnya orang-orang sebelum kamu dari ahli kitab telah berpecah-belah menjadi tujuh puluh dua golongan. Dan sesungguhnya agama ini (Islam) akan berpecah-belah menjadi tujuh puluh tiga golongan, tujuh puluh dua golongan tempatnya di dalam An-Naar (Neraka) dan satu golongan di dalam Al-Jannah (Surga), yaitu Al-Jama’ah.” (HR. Ahmad dan yang lain. Al-Hafizh Ibnu Hajar menggolongkannya sebagai hadits hasan)

Dalam riwayat lain disebutkan:

“Semua golongan tersebut tempatnya di Neraka, kecuali satu (yaitu) yang aku dan para sahabatku meniti di atasnya.” (HR. At-Tirmidzi, dan di-hasan-kan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ no. 5219)

Baca entri selengkapnya »

Wasiat Rasulullah Untuk Umatnya Di Akhir Zaman

Al Imam Abu Dawud meriwayatkan dari sahabat yang mulia Al ‘Irbadh bin Sariyah radliallahu anhu, bahwa ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menasihatkan kepada kami dengan satu nasihat yang menggetarkan hati-hati kami dan air mata pun berlinang karenanya. Maka ketika itu kami mengatakan: “Duhai Rasulullah, nasihat ini seperti nasihat orang yang mau mengucapkan selamat tinggal, karena itu berilah wasiat kepada kami.” Beliau pun bersabda:

“Aku wasiatkan kepada kalian bertakwa kepada Allah, untuk mendengar dan taat, walaupun yang memerintah kalian itu seorang budak. Dan barangsiapa di antara kalian yang masih hidup sepeninggalku, niscaya dia akan melihat perselisihan yang banyak. Karena itu wajib atas kalian untuk berpegang dengan sunnahku dan sunnahnya Al Khulafa’ Ar Rasyidin yang mendapatkan petunjuk. Pegang erat-erat sunnah itu dengan gigi geraham kalian. Dan hati-hati kalian dari perkara-perkara baru, karena setiap perkara baru ( bid‘ah) itu sesat.” (HR. Abu Dawud no. 3991)

  Baca entri selengkapnya »

Cara Syaithan Menggoda Manusia

 

“Iblis menjawab : “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan menghalangi mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan belakang mereka, dari kanan dan kiri mereka dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).” (Al-A’raf : 16-17)

Di dalam ayat ini Allah Ta’ala mengisahkan tentang Iblis yang bersumpah untuk menyesatkan Bani Adam dari jalan yang lurus sekuat tenaga dengan berbagai cara dan dari segala arah dengan berbagai taktik dan strategi.

Baca entri selengkapnya »

Menghidupkan Sunnah Nabi di Akhir Zaman

Sunnah Nabi, sebuah istilah yang kerap kita mendengarnya. Bahkan sering pula mengucapkan karena Sunnah (petunjuk/ajaran Nabi) adalah sesuatu yang menjadi landasan hidup kita sebagai penganut ajaran Islam. Kita semua sepakat untuk menjunjung tinggi dan mengagungkan Sunnah dan bersepakat pula bahwa yang merendahkannya berarti menghinakan Islam dan ajaran Nabi.

Ada pula yang menolak dan mengingkari Sunnah Nabi secara total dengan berkedok mengikuti Al Qur’an saja. Padahal Al Qur’an tidak mungkin dipisahkan dari Sunnah. Al Qur’an memerintahkan untuk mengambil apa saja yang datang dari Nabi yaitu Sunnahnya.

Nabi telah mengisyaratkan akan datangnya keadaan ini:

“Sungguh-sungguh aku akan dapati salah seorang dari kalian bertelekan (tiduran/leyeh-leyeh) di atas dipannya, (lalu) datang kepadanya sebuah perintah dari perintahku atau larangan dari laranganku lalu dia mengatakan: ‘Saya tidak tahu itu, apa yang kami dapatkan dalam kitab Allah yang kami ikuti.’”(Shahih HR Ahmad, Abu Dawud, At Tirmidzi dari Abu Rafi’, dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jami’, 7172]

Baca entri selengkapnya »

Shifat Shalat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam (bagian 2)

 

(Penulis: Al-Ustadz Abu Ishaq Muslim Al-Atsari)

(Untuk membaca Bagian Ke-1 dari Shifat Shalat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, silahkan klik disini)

Tidak mendahului imam dalam bertakbir

Bila seseorang shalat di belakang imam, janganlah mendahului imam dalam bertakbir karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang makmum mendahului imamnya. Seperti dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:“Hanyalah imam itu dijadikan untuk diikuti. Maka bila ia bertakbir, bertakbirlah kalian dan jangan kalian bertakbir hingga ia bertakbir. Bila ia ruku’ maka ruku’lah kalian dan jangan kalian ruku’ sampai ia ruku’ …” (HR. Abu Dawud no. 603, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud)

Baca entri selengkapnya »

Allah Memuliakan Orang-orang Yang Menjaga Sunnah Di Akhir Zaman Ini

                                        

 

 

 

Sesungguhnya menjaga sunnah yang telah diwariskan oleh Rosulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah kemuliaan yang tiada tara disisi Allah Ta’ala. Akan tetapi untuk mewujudkannya membutuhkan pengorbanan yang sangat besar. Terlebih lagi, jika dituntut untuk merealisasikannya dimasa akhir zaman. Yaitu pada masa dimana hawa nafsu terus diumbar, fatamorgana kesenangan dunia selalu diprioritaskan, sifat pelit telah menjadi panutan, dan setiap orang yang memiliki rasio merasa bangga dengan pikirannya.

Baca entri selengkapnya »

Sudah Benarkah Pemahaman Anda Terhadap Dua Kalimat Syahadat ?

Setiap muslim seyogyanya mengerti dan memiliki kepedulian terhadap perkara agamanya. Terlebih tatkala dia hidup di jaman yang jauh dari kenabian Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasalam dan semakin dekat dengan hari kiamat. Dia hidup di tengah kebodohan yang telah menyebar sedangkan ilmu agama yang benar semakin pudar dengan meninggalnya para ulama.

Di antara perkara yang harus dimengerti tersebut adalah dua kalimat syahadat, sebuah perkara yang Allah dan rasul-Nya jadikan sebagai rukun terpenting dari rukun-rukun Islam, dinding pembatas antara iman dan kekufuran, halal atau haramnya darah dan harta seseorang untuk ditumpahkan dan diambil. Bahkan sebagai faktor penentu seseorang menjadi penghuni Jannah atau Naar.

Baca entri selengkapnya »

Hidup Mulia dengan Mengikuti Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman (artinya): “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam suri tauladan yang baik bagi kalian (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari akhir dan dia banyak menyebut Allah.” (Al Ahzab: 21)

Merupakan sebuah kewajiban setiap muslim untuk beramal dalam agama Islam ini dengan mengikuti segala apa yang diperintahkan dan dicontohkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Beragama yang baik dan benar bukanlah dengan dasar mengikuti amal perbuatan kebanyakan orang, bukan pula dengan mengikuti semangat yang menggebu semata atau karena kagum dengan figur tokoh tertentu. Akan tetapi menjalankan agama secara baik dan benar haruslah selaras dengan landasan keikhlasan kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan amaliahnya (prakteknya) mengikuti apa yang telah dituntunkan oleh rasul-Nya.

Baca entri selengkapnya »

Beberapa Sifat Riya’ Yang Perlu Diwaspadai

Pintu-pintu yang mengantarkan kepada riya’ (ingin dipuji manusia) sangat banyak sekali, kita berlindung kepada Alloh darinya. Jenis-jenis tersebut adalah sebagai berikut :

Baca entri selengkapnya »

Ibadah Yang Benar

Sesungguhnya ibadah yang disyariatkan Allah dibangun diatas dasar-dasar dan asas-asas yang kuat dan kokoh, ringkasnya sebagai berikut:

1. Ibadah itu adalah taufiqiyah

Artinya ibadah merupakan bentuk bimbingan Allah yang ditentukan-Nya. Jadi tidak ada ruang bagi akal manusia untuk bertanya apa dan mengapa (red.), bahkan yang berhak membuatnya hanyalah Allah saja, sebagaimana firman-Nya:

Baca entri selengkapnya »

Kiat-kiat Meraih Nikmat Ramadhan

Sungguh merugi orang-orang yang didatangi oleh Ramadhan, namun ia melewatkannya begitu saja, bahkan anehnya ada sebagian orang begitu membencinya saat tamu agung yang bernama Ramadhan itu menghampirinya. Kerugian ini telah diperingatkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya:
“Betapa banyak orang berpuasa yang hanya memetik lapar dan dahaga.”   (HR. Ibnu Majah, al-Hakim dan dia menshahihkannya. Al-Albani berkata: “Hasan Shahih.”)

Baca entri selengkapnya »

Tiga Syarat Dalam Memurnikan Keikhlasan

Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak akan menerima suatu amalan (ibadah, red) apapun dari siapa pun kecuali setelah terpenuhinya dua syarat yang sangat mendasar dan prinsipil, yaitu:

Baca entri selengkapnya »

Kunci Untuk Membuka Pintu Syurga

Ibarat sebuah pintu, surga menbutuhkan sebuah kunci untuk membuka pintu-pintunya. Namun, tahukah Anda apa kunci surga itu ? Bagi yang merindukan surga, tentu akan berusaha mencari kuncinya walaupun harus mengorbankan nyawa.  Tetapi anda tak perlu gelisah, Nabi Muhammad Sholallahu ‘alaihi wa sallam telah menunjukkan pada umatnya apa kunci surga itu, sebagaimana tersebut dalam sebuah hadits yang mulia, beliau bersabda (yang artinya):

Baca entri selengkapnya »

Amal Ibadah Kita Belum Tentu Diterima Allah

Beramal shalih memang penting karena merupakan konsekuensi dari keimanan seseorang. Namun yang tak kalah penting adalah mengetahui persyaratan agar amal tersebut diterima di sisi Allah. Jangan sampai ibadah yang kita lakukan menjadi sia-sia karena tidak diterima Allah Subhanahuwata’ala, bahkan bisa jadi justru membuat Allah murka karena cara beramal kita tidak memenuhi syarat yang Allah dan Rasul-Nya telah bimbing melalui Al Qur’an dan As-Sunnah.

Baca entri selengkapnya »

Tidak Semua Amal Shalih Akan Diterima Allah

Allah subhanahu wata’ala telah berfirman dalam Al Qur’an (artinya):  “Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang bahagia.” (An Nahl: 97)

Namun tidaklah semua amal baik yang dilakukan oleh seseorang bisa dikatakan sebagai amalan shalih yang diterima di sisi Allah subhanahu wata’ala.
Seperti yang telah dikhabarkan oleh nabi shalallahu ‘alaihi wasallam dalam sabdanya:

Baca entri selengkapnya »

Ganjaran Bagi Orang Yang Menjaga Keikhlasan

Sebuah amalan tidak akan diterima di sisi Allah subhanahu wata’ala jika pelakunya tidak melakukan amalan tersebut secara ikhlas, yaitu karena ketaqwaannya pada Allah subhanahu wata’ala.

Beberapa keutamaan dan buah yang bisa dipetik dari keikhlasan kepada Allah subhanahu wata’ala, di antaranya adalah:

Baca entri selengkapnya »

Mayoritas Kaum Muslimin Tidak Memahami Makna Laa Ilaaha Illallah Dengan Pemahaman Yang Baik

Mayoritas kaum muslimin sekarang ini yang telah bersaksi Laa Ilaaha Illallah (Tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Allah) sebenarnya mereka tidak memahami makna Laa Ilaaha Illallah dengan baik, bahkan barangkali mereka memahami maknanya dengan pemahaman yang terbalik sama sekali.

Baca entri selengkapnya »

Orang-orang Yang Didoakan Oleh Para Malaikat

Inilah orang – orang yang didoakan oleh para malaikat :

1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa ‘Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci”. (Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)

Baca entri selengkapnya »

Bagai Menggenggam Bara Api…

Anas bin Malik menuturkan, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wasalaam bersabda:  “Akan tiba suatu masa pada manusia, dimana orang yang bersabar di antara mereka dalam memegang agamanya, ibarat orang yang menggenggam bara api.” (HR. at-Tirmidzi) 

Sungguh saat ini kita tengah berada di zaman yang benar-benar menuntut kesabaran, dimana orang-orang yang berpegang teguh dengan agamanya secara murni bagaikan orang yang menggenggam bara api. Jika dilepas (meninggalkan syariat yang benar) maka akan membakar dirinya dan membahayakannya, namun bila tetap digenggamnya, maka ia membutuhkan kesabaran dan kekokohan yang luar biasa.

Baca entri selengkapnya »