Arsip untuk 04. Tatacara & Menyempurnakan Sholat

11 Kiat Agar Mudah Mengerjakan Sholat Malam (Qiyamul Lail))

Berikut beberapa kiat yang, insya Allah, sangat memudahkan seorang hamba untuk melaksanakan shalat malam (shalat tahajud/ qiyamul lil).

Baca entri selengkapnya »

Sudahkah Mendirikan Shalat?

 

Marilah kita merenung sejenak…. mengintrospeksi diri kita masing-masing, apakah kita telah, menunaikannya dengan sebaik-baiknya? Ataukah diantara kita masih ada yang bolong-bolong… sehari hanya 2 atau 3 kali, atau hanya seminggu sekali (shalat jumat) atau hanya 2 kali dalam setahun (shalat 2 hari raya)…?!

Introspeksi diri dalam permasalahan ini sangatlah penting, karena hakekat tujuan diciptakannya kita di dunia oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah untuk beribadah, Allah berfirman:

“Dan tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku.” (Adz-Dzariyat: 56).

Baca entri selengkapnya »

Jangan Sholat Tanpa ‘Sutrah’ !

 

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasalam:

 “Janganlah engkau shalat melainkan ke arah sutrah (di hadapanmu ada sutrah) dan jangan engkau biarkan seseorang pun lewat di depanmu. Bila orang itu menolak (tetap memaksa ingin lewat, –pent.), perangilah karena bersamanya ada qarin (setan).” (HR. Ibnu Khuzaimah dalam Shahih-nya dan berkata Al-Imam Al-Albani t dalam Ashlu Shifah Shalatin Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasalam, 1/115: “Sanadnya jayyid.”)

“Apabila salah seorang dari kalian shalat menghadap sutrahnya (yang ada di hadapannya), hendaklah ia mendekat ke sutrah tersebut agar setan tidak memutus shalatnya.” (HR. Abu Dawud no. 695, dishahihkan Al-Imam Al-Albani t dalam Shahih Abi Dawud)2

“Apabila salah seorang dari kalian shalat menghadap sesuatu yang bisa menghalanginya dari manusia, lalu ada seseorang ingin lewat di hadapannya, hendaknya ia menolak/mencegahnya. Bila orang yang hendak lewat itu enggan tetap memaksa untuk lewat maka hendaknya ia memeranginya karena dia itu setan.” (HR. Al-Bukhari no. 509 dan Muslim no. 1129)

  Baca entri selengkapnya »

Shifat Shalat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam (bagian 1)

Penulis : Al-Ustadz Abu Ishaq Muslim Al-Atsari

(untuk melihat Bagian 2 dari Shifat Shalat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, silahkan klik disini) 

Sebagian besar pembahasan di sini sengaja penulis nukil dari kitab yang mubarak, Shifat Shalat Nabi Shallallahu ‘alahi wa sallam dan “Asal-nya” (Ashlu Shifati Shalatin Nabi Shallallahu ‘alahi wa sallam), yang ditulis oleh Asy-Syaikh yang mulia, Muhammad ibnu Nuh, Nashiruddin Al-Albani rahimahullahu. Karena kitab yang beliau susun tersebut merupakan karya yang paling lengkap memuat sifat shalat Nabi Shallallahu ‘alahi wa sallam dalam babnya, sebagaimana hal ini dikatakan oleh guru besar kami, Syaikh yang mulia, Muqbil ibnu Hadi Al-Wadi’i rahimahullahu. Disamping itu, penulis juga berupaya menukil dan menambahkan dari beberapa referensi lainnya sebagai tambahan faedah berkenaan dengan pembahasan ini. ‘Tak ada gading yang tak retak’, mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua. Wallahul muwaffiq ilash shawab.

  Baca entri selengkapnya »

Shifat Shalat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam (bagian 2)

 

(Penulis: Al-Ustadz Abu Ishaq Muslim Al-Atsari)

(Untuk membaca Bagian Ke-1 dari Shifat Shalat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, silahkan klik disini)

Tidak mendahului imam dalam bertakbir

Bila seseorang shalat di belakang imam, janganlah mendahului imam dalam bertakbir karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang makmum mendahului imamnya. Seperti dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:“Hanyalah imam itu dijadikan untuk diikuti. Maka bila ia bertakbir, bertakbirlah kalian dan jangan kalian bertakbir hingga ia bertakbir. Bila ia ruku’ maka ruku’lah kalian dan jangan kalian ruku’ sampai ia ruku’ …” (HR. Abu Dawud no. 603, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud)

Baca entri selengkapnya »

Dzikir-dzikir Setelah Shalat Wajib

Di dalam Al-Qur`an dan As-Sunnah diterangkan tentang keutamaan berdzikir kepada Allah, baik yang sifatnya muqayyad (tertentu dan terikat) yaitu waktu, bilangannya dan caranya terikat sesuai dengan keterangan dalam Al-Qur`an dan As-Sunnah, tidak boleh bagi kita untuk menambah atau mengurangi bilangannya, atau menentukan waktunya tanpa dalil, atau membuat cara-cara berdzikir tersendiri tanpa disertai dalil baik dari Al-Qur`an ataupun hadits yang shahih/hasan, seperti berdzikir secara berjama’ah (lebih jelasnya lihat kitab Al-Qaulul Mufiid fii Adillatit Tauhiid, Al-Ibdaa’ fii Kamaalisy Syar’i wa Khatharul Ibtidaa’, Bid’ahnya Dzikir Berjama’ah, dan lain-lain).
Atau dzikir-dzikir yang sifatnya muthlaq, yaitu dzikir di setiap keadaan baik berbaring, duduk dan berjalan sebagaimana diterangkan oleh ‘A`isyah bahwa beliau berdzikir di setiap keadaan (HR. Muslim). Akan tetapi tidak boleh berdzikir/menyebut nama Allah di tempat-tempat yang kotor dan najis seperti kamar mandi atau wc.

Baca entri selengkapnya »

Apakah Masih Berani Meninggalkan Sholat?

Kewajiban mendirikan shalat ini demikian jelasnya di dalam Al Qur’an dan As Sunnah serta ijma’ ulama.
Allah berfirman: “Dan dirikanlah Shalat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk.” (Al Baqarah: 43)

“Padahal mereka tidaklah disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (Al Bayyinah: 5)

Rasulullah bersabda: “Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat.” (HR. Al Bukhari)

Baca entri selengkapnya »

Beberapa Hal Yang Dapat Membantu Terciptanya Sholat Yang Khusyu’

 

Bagaimanakah cara menghadirkan KHUSYU’ di dalam sholat ? Dalam permasalahan ini, beberapa ulama memberikan beberapa bimbingan, diantaranya :

Baca entri selengkapnya »

Tata Cara dan Bacaan Sholat Sesuai Tuntunan Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam (Sifat Sholat Nabi)

Bismillah.  Berikut ini adalah panduan sholat sesuai sunnah Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasalaam, yang intinya bersumber dari buku pegangan populer  SIFAT SHOLAT NABI dari karya Syekh Nashiruddin Al Bani (Kitab Shifatu Shalaati an Nabiyyi Shallallahi ‘Alaihi wa Sallam min at-Takbiiri ilaa at Tasliimi Ka-annaka Taraahaa) yang dijadikan rujukan ahlus sunnah wal jamaah.  Beberapa perbedaan pendapat dari para ulama dalam bacaan dan gerakan sholat hendaknya dijadikan dorongan semangat bagi kita untuk mempelajari ilmu (agama) secara lebih jauh lagi melalui sumber-sumber yang sunnah dan dari ulama-ulama yang telah diakui kemurnian aqidahnya dan keilmuannya.

Untuk memudahkan membacanya, disarankan untuk meng-copy-paste  tulisan ini ke program microsoft words atau sejenisnya, lalu lebih baik lagi di print diatas kertas (sekitar 27 halaman).

Baca entri selengkapnya »

Syarat-Syarat Sholat, Rukun-rukun Sholat, Hal-hal Yang Wajib, Hal-hal Yang Sunnah, Hal-hal Yang Makruh, dan Hal-hal Yang Dapat Membatalkan Sholat

Dibawah ini dapat dipelajari beberapa unsur fisik, gerak dan bacaan yang menjadi syarat sah sholat, rukun, wajib dan sunnah dalam sholat.   Shalat tidak akan sah kecuali jika memenuhi syarat-syarat, rukun-rukun dan hal-hal yang wajib ada padanya serta menghindari hal-hal yang akan membatalkannya.

Perbedaan Maksud Syarat, Rukun, Wajib, Sunnah, Makruh, dan Pembatal Sholat

Baca entri selengkapnya »

Syarat-syarat Sah Sholat

Adapun yang dimaksud dengan syarat-syarat shalat di sini ialah syarat-syarat sahnya shalat tersebut.   (Maksudnya, syarat-syarat yang harus ada supaya sholat boleh atau bisa ditegakkan red).   

Adapun syarat-syaratnya ada sembilan:

Baca entri selengkapnya »

Hal-hal Yang Menjadi Rukun Sholat

Yang dimaksud dengan rukun-rukun sholat adalah bagian-bagian sholat yang wajib dilakukan tanpa keringanan walau karena lupa (apabila ketinggalan salah satunya dengan sengaja atau tidak disengaja walau karena lupa maka sholatnya batal atau tidak sah).  

Rukun-rukun shalat ada empat belas, yaitu :

Baca entri selengkapnya »

Hal-hal Yang Wajib Dalam Sholat

Hal yang wajib dalam sholat adalah bagian sholat yang apabila ketinggalan salah satunya dengan sengaja maka sholatnya batal (tidak sah), tapi kalau tidak sengaja atau lupa maka orang yang sholat diharuskan melakukan sujud sahwi.   Dengan kata lain, kalau meninggalkan rukun-rukun shalat baik dengan sengaja ataupun lupa maka akan membatalkan shalat, sedangkan meninggalkan wajib-wajib shalat, jika ditinggalkan secara sengaja maka shalatnya batal, namun jika ditinggalkan karena lupa maka dia melakukan sujud sahwi (sujud karena lupa, sebagai gantinya) 

Adapun wajib-wajib (hal-hal yang wajib dalam) shalat itu ada delapan:

Baca entri selengkapnya »

Hal-hal Yang Disunnahkan Dalam Sholat

Hal yang sunnah dalam sholat adalah bagian sholat yang tidak termasuk dalam rukun maupun wajib, tidak membatalkan solat baik ditinggalkan secara sengaja maupun lupa.  Hal-hal yang sunnah lebih baik dan menambah pahala bila dilakukan seandainya  memang kita sanggup atau berkesempatan melakukannya.

Sunnah-sunnah ini tidak wajib dilakukan oleh orang yang shalat, tetapi jika ia melakukan semuanya atau sebagiannya maka ia akan mendapatkan pahala, sedangkan orang yang meninggalkan semuanya atau sebagiannya maka tidak ada dosa baginya, sebagaimana pembicaraan tentang sunnah-sunnah yang lain (selain sunnah shalat).

Baca entri selengkapnya »

Hal-hal Yang Makruh Dalam Sholat

Yang dimaksud dengan hal-hal yang makruh dalam sholat adalah gerakan-gerakan yang bisa mengurangi nilai sholat, walaupun tidak membatalkan sholatnya.

Yang termasuk hal-hal yang makruh dalam sholat  :

Baca entri selengkapnya »

Hal-hal Yang Membatalkan Sholat

Yang dimaksud dengan hal-hal yang membatalkan sholat adalah gerakan-gerakan atau lisan yang bisa membatalkan sholat, sehingga sholatnya tidak sah dan harus diulang

Yang termasuk hal-hal yang dapat membatalkan sholat, adalah :

Baca entri selengkapnya »

Dalil-dalil Tentang Wajibnya Sholat Berjamaah 5 Waktu di Masjid (bagi pria)

Shalat lima waktu bersama jama’ah di masjid-masjid adalah sebesar-besar ibadah yang mulia. Dibawah ini disebutkan berbagai dalil dari al-Qur’an dan as-Sunnah tentang wajibnya shalat jama’ah tersebut.

Baca entri selengkapnya »

Lebih Baik Bagi Wanita Sholat Di Rumahnya

Syaikh Shalih bin Fauzan bin ‘Abdullah Al-Fauzan pernah ditanya, mana yang lebih utama bagi wanita, dia shalat di rumahnya, atau shalat bersama muslimin di masjid?

Maka beliau menjawab:

Baca entri selengkapnya »

Syarat Sholat Khusyu’

(Dirujuk dari tulisan  : Fadhilatul ‘Allamah DR. Shalih bin Fauzan Al-Fauzan hafizhahullah )

Segala puji khusus bagi Allah, yang telah memerintahkan untuk beristi’anah (meminta tolong kepada-Nya) dengan kesabaran dan shalat dalam menghadapi kesulitan-kesulitan hidup. Dia memberitakan bahwa hal itu merupakan suatu yang berat kecuali bagi para hamba-Nya yang khusyu’ .

Khusyu’ Hanya Dapat Dilakukan Oleh Orang-orang Yang Beriman

Baca entri selengkapnya »