Arsip untuk Kebun08 : AKHLAK DAN PERGAULAN

Sikap Rasulullah Terhadap Kenaikan Harga Barang-barang

Kasus naiknya harga barang, tidak hanya terjadi di zaman sekarang. Fenomena ini bahkan pernah terjadi di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Disebutkan dalam riwayat bahwa di zaman sahabat pernah terjadi kenaikan harga. Mereka pun mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menyampaikan masalahnya. Mereka mengatakan,

“Wahai Rasulullah, harga-harga barang banyak yang naik, maka tetapkan keputusan yang mengatur harga barang.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

“Sesungguhnya Allah adalah Dzat yang menetapkan harga, yang menyempitkan dan melapangkan rezeki, Sang Pemberi rezeki. Sementara aku berharap bisa berjumpa dengan Allah dalam keadaan tidak ada seorang pun dari kalian yang menuntutku disebabkan kezalimanku dalam urusan darah maupun harta.” (HR. Ahmad, Abu Daud, Turmudzi, Ibnu Majah, dan dishahihkan Al-Albani)

Baca entri selengkapnya »

Hakikat Hati Manusia

Sesuatu yang paling mulia pada manusia adalah hati. Karena sesungguhnya hatilah yang mengetahui hakekat Allah Subhanahu Wata’ala, yang beramal untuk-Nya, dan yang berusaha menuju kepada-Nya. Anggota badan hanya menjadi pengikut dan pembantu hati, layaknya seorang budak yang membantu raja.

Barangsiapa mengetahui hakekat hatinya, ia akan mengetahui hakekat Rabb-Nya. Namun mayoritas manusia tidak mengetahui hati dan jiwanya.

Baca entri selengkapnya »

Amal Yang Berkualitas Hanya Dihasilkan Dari Qalbu Yang Sehat

 

Kebagusan amalan anggota badan seorang hamba tergantung pada kebagusan qalbunya. Apabila qalbunya salim (sehat), tidak ada di dalamnya melainkan kecintaan kepada Allah Subhanahu Wata’ala dan kecintaan kepada apa yang dicintai Allah Subhanahu Wata’ala, takut kepada-Nya, takut terjatuh pada apa yang dibenci oleh-Nya, akan baguslah seluruh amalan anggota badannya.

Baca entri selengkapnya »

Bahaya Sifat Riya’ dan Cara Mengobatinya

Riya’ merupakan suatu jenis penyakit hati yang sangat berbahaya karena bersifat lembut (samar-samar) tapi berdampak luar biasa. Bersifat lembut karena masuk dalam hati secara halus sehingga kebanyakan orang tak merasa kalau telah terserang penyakit ini. Dan berdampak luar biasa, karena bila suatu amalan dijangkiti penyakit riya’ maka amalan itu tidak akan diterima oleh Allah subhanahu wata’ala dan pelakunya mendapat ancaman keras dari Allah subhanahu wata’ala. Oleh karena itu Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam sangat khawatir bila penyakit ini menimpa umatnya. Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Sesungguhnya yang paling ditakutkan dari apa yang saya takutkan menimpa kalian adalah asy syirkul ashghar (syirik kecil), maka para shahabat bertanya, apa yang dimaksud dengan asy syirkul ashghar? Beliau shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Ar Riya’.” (HR. Ahmad dari shahabat Mahmud bin Labid no. 27742)

Baca entri selengkapnya »

Tabiat Buruk Manusia Menurut Al Qur’an dan As-Sunnah

Sudah menjadi tabiatnya, manusia lebih sering menuntut daripada menunaikan apa yang menjadi kewajibannya. Bahkan jika hak mereka telah terpenuhi sekalipun, tak tergambar rasa syukur sedikitpun pada sebagian mereka.

                                      Baca entri selengkapnya »

Pandangan Islam Tentang Teman Pergaulan Yang Baik

Seorang hamba, siapapun dia, pasti membutuhkan orang lain sebagai kawan hidupnya. Karena manusia diciptakan sebagai makhluk lemah yang sangat bergantung dengan bantuan sesama.   Semenjak pertama kali ia terlahir dan menghirup nafas di dunia, lalu tumbuh berkembang menuju kedewasaan hingga jasadnya terbujur kaku di liang kubur, seluruh proses kehidupan itu mesti dijalaninya bersama orang lain.

Yang harus diperhatikan, kebahagiaan seorang hamba di dunia maupun di akhirat sangat erat kaitannya dengan teman dekatnya. Berdasarkan apakah hal ini diungkapkan? Benarkah baik buruknya amalan kita dapat dipengaruhi oleh teman dekat? Insya Allah sekelumit penjelasan berikut ini akan mencoba menjawabnya.

Baca entri selengkapnya »

Membiasakan dan Menanamkan Sifat Kejujuran

 

Kejujuran harus ditanamkan sejak kecil. Untuk itu jelas dibutuhkan keteladanan orang tua dalam hal ini. Namun yang terjadi, tanpa disadari orang tua justru memposisikan diri sebagai guru dalam hal kebohongan atau ketidakjujuran.

Sebuah sisi yang kini banyak terlalaikan sepanjang perjalanan membimbing seorang anak adalah kejujuran. Kadang terjadi, orang tua tidak memberikan teguran ketika melihat si anak berbohong kepada temannya. Terkadang pula justru orang tua memberikan contoh buruk kepada si anak dengan berbuat dusta. Bahkan yang lebih parah lagi, orang tua menyuruh si anak untuk berbohong demi keuntungan atau kesenangan orang tuanya.

Baca entri selengkapnya »

Rasa Malu adalah Sifat Yang Mulia

Rasa malu adalah sifat yang mulia. Rasa malu, seluruhnya adalah kebaikan. Rasulullah merupakan profil yang menjadi panutan dan tauladan dalam perihal rasa malu. Bahkan sampai disebutkan bahwa beliau lebih pemalu dari gadis pingitan yang berada dalam kamarnya.

Rasa malu adalah akhlak yang mulia, akhlak yang dimiliki oleh orang-orang yang baik. Setiap orang yang memiliki rasa malu niscaya akan tercegah dari perkara-perkara yang buruk dan jelek yang dimurka oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya serta dibenci oleh manusia.

Rasa malu itu sendiri terbagi dua (berdasarkan cara terbentuknya, red), yaitu :  Baca entri selengkapnya »

Penyakit Hati dan Obatnya

 

Penyakit Hati itu ada Dua Macam :

1. Jenis yang mana pemiliknya tidak merasakan sakit ketika itu, yaitu penyakit kebodohan, syubhat dan keraguan, dan ini jenis yang paling parah penyakitnya, akan tetapi dikarenakan rusaknya hati tersebut dia tidak merasakan sakit tersebut.

2. Kedua, jenis penyakit yang menyakitkan pemiliknya seperti rasa gelisah, gundah, sedih, jengkel (marah) dan penyakit ini kadang bisa hilang dengan pengobatan-pengobatan yang alami, dengan dia menghilangkan sebab-sebabnya dan selainnya.

Mengobati hati bisa dengan EMPAT perkara, yaitu  :

Baca entri selengkapnya »

Gunakan Waktu Sebanyak-banyaknya Untuk Belajar Agama, Beribadah dan Berdoa

 

Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan hikmah-Nya yang sempurna dan keadilan-Nya menjadikan dunia yang fana ini sebagai medan ujian dan cobaan bagi hamba-hamba-Nya. Inilah yang diberitakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam firman-Nya:

“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa lagi Maha pengampun.” (Al-Mulk: 2)

Mereka dihadapkan pada berbagai ujian (fitnah) dan cobaan. Di antaranya adalah (ujian) harta, sehingga ada sebagian orang yang kaya dan ada yang miskin. Juga tahta sehingga di antara mereka ada yang menjadi pejabat dan ada yang menjadi rakyat. Dan ujian berupa ilmu, maka di antara mereka ada yang berilmu dan ada yang tidak berilmu (jahil/bodoh). Dan masih banyak lagi berbagai fitnah (ujian) di dunia ini.

Baca entri selengkapnya »

Ambisi Harta dan Kedudukan Akan Merusak Agamanya

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasalaam bersabda:

“Tidaklah dua ekor serigala lapar yang dilepaskan dalam sekawanan kambing akan menyebabkan daya rusak (bagi kawanan kambing tersebut) yang lebih besar dibanding daya rusak terhadap agama seseorang akibat ambisinya terhadap harta dan kedudukan” (Diriwayatkan dari putra Ka’b bin Malik dari ayahnya, Hadits Shahih, HR. Ahmad, At-Tirmidzi, An-Nasa’i, dan Ibnu Hibban. Lihat Shahih At-Targhib Wat Tarhib no. 1710)

Baca entri selengkapnya »

Kumpulan Kisah Menakjubkan Tentang Sikap Hati-hati (Wara’) dari Orang-orang Soleh Terdahulu

Hammad bin Zaid berkisah :

“Ketika aku bersama Ayahku, aku mengambil secuil pecahan bata dari tembok.  

Ayahku menegurku: “Kenapa kamu ambil?”

Aku menjawab, “Ini hanya secuil tembok”

Ayahku berkata:

“Jika setiap orang mengambil secuil demi secuil, apakah akan tersisa tembok pada dinding ini..”

Ini hanya satu kisah sikap wara’ (kehati-hatian) seorang Salafus Soleh (orang-orang soleh terdahulu, yang hidup di zaman Rasulullah Shalallah ‘Alaihi Wasalam dan beberapa generasi sesudah wafatnya beliau). Perjalanan hidup mereka dipenuhi semerbak tetesan wewangian dalam gambaran menarik pada kewara’an dan jauhnya mereka dari perkara samar (yang kurang jelas hukumnya).

Marilah lebih jauh kita selami berbagai kisah sikap wara’ pada salafus solihin lainnya.

Baca entri selengkapnya »

Al Jamil, Yang Maha Indah

Nama Allah Ta’ala yang maha mulia ini disebutkan dalam sebuah hadits yang shahih, dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada kesombongan seberat biji debu”. Ada seorang yang bertanya: Sesungguhnya setiap orang suka (memakai) baju yang indah, dan alas kaki yang bagus, (apakah ini termasuk sombong?). Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah Maha Indah dan mencintai keindahan, kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain”[1].

Baca entri selengkapnya »

15 Akibat Buruk Perbuatan Dosa

Al-Imam Al-’Allamah Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullahu menyebutkan secara panjang lebar dampak negatif dari dosa.  15 di antaranya bisa kita sebutkan di sini sebagai peringatan:

1. Terhalang dari ilmu yang haq (benar / lurus). Karena ilmu merupakan cahaya yang dilemparkan ke dalam hati, sementara maksiat akan memadamkan cahaya.

Tatkala Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullahu belajar kepada Al-Imam Malik rahimahullahu, Al-Imam Malik terkagum-kagum dengan kecerdasan dan kesempurnaan pemahaman Asy-Syafi’i.   Al-Imam Malik pun berpesan pada muridnya ini, “Aku memandang Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memasukkan cahaya ilmu di hatimu. Maka janganlah engkau padamkan cahaya tersebut dengan kegelapan maksiat.”

2. Terhalang dari beroleh rizki dan urusannya dipersulit.

Takwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mendatangkan rizki dan memudahkan urusan seorang hamba

Baca entri selengkapnya »

Sikap Seorang Muslim Ketika Sedang Menderita Sakit

 

Setiap orang yang beriman pasti akan diberikan ujian oleh Allah subhanahu wata’ala. Ujian tersebut beragam bentuknya, sesuai kondisi dan kadar keimanan seseorang. Ujian bisa berupa kesenangan dan bisa pula berupa kesusahan. Dan salah satu dari bentuk ujian tersebut adalah tertimpanya seseorang dengan suatu penyakit yang menggerogoti dirinya.

Sebagaimana yang Allah subhanahu wata’ala sebutkan dalam surat Al-‘Ankabut ayat 1sampai 3, bahwa hikmah diberikannya ujian kepada kaum mukminin adalah untuk mengetahui[1] siapa yang jujur dan siapa yang dusta dalam pengakuan iman mereka tersebut.

Demikian juga ketika sakit, seseorang akan teruji tingkat kejujuran iman dan aqidah dia. Sangat disayangkan, ternyata di sana masih banyak terjadi pelanggaran-pelanggaran syari’at yang dilakukan oleh orang yang sedang tertimpa penyakit.

Baca entri selengkapnya »

Teladan Kesabaran dan Kelembutan Rasulullah Shallallahu `Alaihi Wa Sallam Dalam Menyampaikan Nasihat

 

Memang, marah karena Allah termasuk hikmah. Bahkan, tanda keimanan seseorang pun ditandai dengan marah dan benci karena Allah. Yaitu, marah dan benci terhadap kekufuran, kebid’ahan dan kemaksiatan.

Tetapi bersabarlah! Kendalikan emosi. Siapa tahu mereka itu orang-orang bodoh yang membutuhkan pelajaran. Kalau itu yang terjadi, ajarilah mereka dengan lemah lembut!

Baca entri selengkapnya »

Membalas Kebaikan Orang Lain

Berterima kasih atas pemberian orang lain adalah akhlak terpuji. Setiap muslim hendaknya menghiasi diri dengan sikap demikian. Allah Subhanallahu wa Ta’ala berfirman (artinya):

 “Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).” (Ar-Rahman: 60)

Adalah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam memerintahkan umatnya agar membalas kebaikan orang lain, sebagaimana sabdanya:

“Barangsiapa diperlakukan baik (oleh orang), hendaknya ia membalasnya. Apabila ia tidak mendapatkan sesuatu untuk membalasnya, hendaknya ia memujinya. Jika ia memujinya, maka ia telah berterima kasih kepadanya; namun jika menyembunyikannya, berarti ia telah mengingkarinya…” (HR. Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad. Lihat Shahih Al-Adab Al-Mufrad no. 157)

Baca entri selengkapnya »

Indahnya Akhlaqul Karimah

 

Bila kita mau menggali kembali warisan akhlak yang mulia sebagaimana yang telah diwariskan di dalam Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah, niscaya kita akan mendapati betapa indahnya Islam itu. Sungguh menyedihkan, tatkala menyaksikan banyak dari saudara-saudara kita kaum muslimin kurang memberikan perhatian terhadap masalah akhlak. Terlebih ketika menyaksikan generasi muda Islam yang mayoritas mereka tumbuh dan berkembang tidak di atas bimbingan akhlak yang mulia.

Seyogyanya, pendidikan akhlak kepada generasi muda dimulai semenjak mereka berada dalam masa kanak-kanak, baik dalam lingkungan keluarga maupun dalam sebuah lembaga pendidikan. Walaupun, pada akhirnya itu semua kembali kepada hidayah dari Allah ‘azza wa jalla. Namun setidaknya, telah ada upaya dengan penuh kesungguhan dari diri kita yang diiringi dengan doa kepada Allah ‘azza wa jalla. Semoga anak cucu kita menjadi generasi yang berakhlak dengan akhlak yang mulia.

Baca entri selengkapnya »

Jangan Mengambil Hak/Milik Orang Lain, Walaupun Hanya Setangkai Siwak

Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam

“Barangsiapa merampas hak seorang muslim dengan sumpahnya, maka Allah mewajibkan dia masuk neraka dan mengharamkan baginya surga,” maka salah seorang bertanya,”Meskipun sedikit, wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab,”Ya, meskipun hanya setangkai kayu sugi (siwak).”[HR Muslim]

“Sungguh akan datang kepada manusia suatu masa, yaitu seseorang tidak lagi peduli dari mana dia mendapatkan harta, dari jalan halal ataukah (yang) haram”. [HR Bukhari]

Baca entri selengkapnya »

Ujian Hidup Lurus Di Tengah Kebathilan Mayoritas Manusia

 

Di zaman kini,   suara mayoritas dan tradisi mayoritas selalu dijadikan acuan/ patokan kebenaran.  Pilihan mayoritas terbanyak selalu dianggap sebagai keputusan yang harus diikuti, meski bertentangan dengan Al Qur’an dan Sunnah Rosululloh Shalallahu ‘Alaihi Wasalam.

Alloh Jalla wa ‘Alaa berfirman :

“Dan jika kamu menuruti mayoritas orang-orang yang ada di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Alloh. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Alloh Subhanahu wa Ta’ala )”. (QS. Al An’aam: 116).

Baca entri selengkapnya »

Makna dan Cara Membangun Rasa Persaudaraan Sesama Muslim

 

Allah Subhanallahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya): “Dan Yang mempersatukan hati-hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak akan dapat mempersatukan hati-hati mereka, akan tetapi Allah Subhanallahu wa Ta’ala telah mempersatukan hati-hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Al-Anfal: 63)

Baca entri selengkapnya »

Akibat Yang Akan Dirasakan Oleh Pelaku Riba

 

Tidaklah Allah melarang dari sesuatu kecuali karena adanya dampak buruk dan akibat yang tidak baik bagi pelaku. Seperti Allah melarang dari praktek riba, karena berakibat buruk bagi pelakunya, baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Praktek riba (bunga bank, bunga pinjaman kredit, deposito, jual beli saham, promes, LC, asuransi, transaksi obligasi, transaksi valas, dll, red.) dengan segala bentuknya adalah haram dan merupakan dosa besar yang akan membinasakan pelakunya di dunia dan akhirat.

Baca entri selengkapnya »

Ar-Rifq (Sifat Lemah Lembut) Perhiasan Seorang Muslim

 

Ar-Rifq adalah sifat lemah lembut di dalam berkata dan bertindak serta memilih untuk melakukan cara yang paling mudah. (Fathul Bari syarh Shahih Al Bukhari)

Sudah sepantasnya bagi seorang muslim untuk berhias dengan sifat yang sangat mulia tersebut, karena ia merupakan bagian dari sifat-sifat yang dicintai oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Dengannya pula merupakan sebab seseorang dapat meraih berbagai kunci kebaikan dan keutamaan. Sebaliknya, orang yang tidak memiliki sifat lemah lembut, maka ia tidak akan bisa meraih berbagai kebaikan dan keutamaan.

Baca entri selengkapnya »

Bertutur Yang Baik dan Berwajah Yang Manis

 

Sekedar menampakkan yang berseri-seri serta bertutur yang baik sesungguhnya merupakan perkara ringan. Namun demikian, bagi sebagian besar kita hal itu seolah demikian berkat untuk diperhatikan. Yang memprihatinkan, gejala yang menimpa sebagian para penuntut ilmu agama di mana sikap mereka demikian kaku terhadap orang-orang awam.

Baca entri selengkapnya »

Nasehat Untuk Remaja Muslim

 

Kami persembahkan nasehat ini untuk saudara-saudara kami terkhusus para pemuda dan remaja muslim. Mudah-mudahan nasehat ini dapat membuka mata hati mereka sehingga mereka lebih tahu tentang siapa dirinya sebenarnya, apa kewajiban yang harus mereka tunaikan sebagai seorang muslim, agar mereka merasa bahwa masa muda ini tidak sepantasnya untuk diisi dengan perkara yang bisa melalaikan mereka dari mengingat Allah subhanahu wata’ala sebagai penciptanya, agar mereka tidak terus-menerus bergelimang ke dalam kehidupan dunia yang fana dan lupa akan negeri akhirat yang kekal abadi.

Baca entri selengkapnya »

Cara Syaithan Menggoda Manusia

 

“Iblis menjawab : “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan menghalangi mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan belakang mereka, dari kanan dan kiri mereka dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).” (Al-A’raf : 16-17)

Di dalam ayat ini Allah Ta’ala mengisahkan tentang Iblis yang bersumpah untuk menyesatkan Bani Adam dari jalan yang lurus sekuat tenaga dengan berbagai cara dan dari segala arah dengan berbagai taktik dan strategi.

Baca entri selengkapnya »

Lihatlah Siapa Temanmu

Ketahuilah, bahwasanya tidak dibenarkan seseorang mengambil setiap orang jadi sahabatnya, tetapi dia harus mampu memilih kriteria-kriteria orang yang dijadikannya teman, baik dari segi sifat-sifatnya, perangai-perangainya atau lainnya yang bisa menimbulkan gairah berteman sesuai pula dengan manfaat yang bisa diperoleh dari persahabatan tersebut itu. Ada manusia yang berteman karena tendensi dunia, seperti karena harta, kedudukan atau sekedar senang melihat- lihat dan bisa ngobrol saja, tetapi itu bukan tujuan kita.

Apabila engkau berada di tengah-tengah suatu kaum maka pilihlah orang-orang yang baik sebagai sahabat, dan janganlah engkau bersahabat dengan orang-orang jahat sehingga engkau akan binasa bersamanya.

Baca entri selengkapnya »

Memakan Harta Sesama, Dosa Yang Sering Tak Disadari

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil.” (An-Nisa’: 29)

Allah Subhanahu wa Ta’ala melarang hamba-hamba-Nya kaum mukminin untuk memakan harta sebagian mereka terhadap sebagian lainnya dengan cara yang batil. Yaitu dengan segala jenis penghasilan yang tidak syar’i, seperti berbagai jenis transaksi riba, judi, mencuri, dan lainnya, yang berupa berbagai jenis tindakan penipuan dan kezaliman. Bahkan termasuk pula orang yang memakan hartanya sendiri dengan penuh kesombongan dan kecongkakan. (Tafsir Ibnu Katsir, Taisir Al-Karim Ar-Rahman)

Baca entri selengkapnya »

Nasihat Perkawinan Untuk Putriku…

Seandainya ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa memanjangkan umurku dan memberikan kesempatan kepadaku untuk menyaksikan pernikahan putriku tercinta, kira-kira seperti inilah yang ingin aku (Al Ustadz Abu Khaulah Zainal Abidin, red)  akan sampaikan :

Anak-anakku..,

Hari ini akan menjadi satu di antara hari-hari yang paling bersejarah di dalam kehidupan kalian berdua. Sebentar lagi kalian akan menjadi sepasang suami-isteri, yang darinya kelak akan lahir anak-anak yang sholeh dan sholehah, dan kalian akan menjadi seorang bapak dan seorang ibu, untuk kemudian menjadi seorang kakek dan seorang nenek, ……insya Allah.

Baca entri selengkapnya »

Saudaraku, Kembalilah Ke Jalan Kebaikan …

Saudaraku ..

Tulisan ini kutujukan kepadamu, ya .. kepadamu yang mengharapkan Ridho Allah dan kenikmatan yang kekal di sisiNya, serta takut kepada siksa dan azab yang Allah Ta’ala siapkan untuk orang-orang yang bermaksiat dan kafir.

Kepadamu saudaraku, yang pernah merasakan manisnya keimanan dan nikmatnya berjalan diatas jalan yang lurus serta indahnya mendekatkan diri kepada Allah.

Kepadamu saudaraku, yang dulu bersemangat dan berpacu menuntut ilmu serta mengajak kepada kebaikan.

Kepadamu saudaraku yang dulu sering kulihat berzikir, membaca dan menghapalkan Al Qur’an.

Apa yang terjadi pada dirimu? Kenapa engkau kini mulai menjauh dari teman-temanmu yang rajin sholat berjama’ah, cinta kepada ilmu agama, gemar mempelajari Al Qur’an dan Hadits serta membaca buku-buku yang bermanfaat?

Baca entri selengkapnya »

Ghibah (Gosip) Ibarat Memakan Bangkai Saudara Sendiri

Ghibah atau membicarakan orang lain (bisa juga diistilahkan dengan ngerumpi) adalah aktivitas yang ‘mengasyikkan’. Tak sedikit orang, yang secara sadar atau tidak, terjatuh dalam perbuatan ini. Karena memang setan telah menghiasi perbuatan ini sehingga nampak indah dan menyenangkan. Tahukah anda bahwa Allah mengibaratkan ghibah dengan perbuatan memakan daging saudara kita yang telah mati?

Baca entri selengkapnya »

Qalbu Mengeras Karena Jauh Dari Allah

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
“Maka celakalah bagi mereka yang keras qalbunya dari berdzikir kepada Allah. Mereka berada dalam kesesatan yang nyata.” (Az-Zumar: 22)

Tidaklah Allah memberikan hukuman yang lebih besar kepada seorang hamba selain dari kerasnya qalbu dan jauhnya dari Allah subhanahu wa ta’ala. An-Naar (neraka) adalah diciptakan untuk melunakkan qalbu yang keras. Qalbu yang paling jauh dari Allah adalah qalbu yang keras, dan jika qalbu sudah keras mata pun terasa gersang. Qalbu yang keras ditimbulkan oleh empat hal yang dilakukan melebihi kebutuhan: makan, tidur, bicara, dan pergaulan.

Baca entri selengkapnya »

Wahai Ramadhan, Peluang Itu Datang Lagi !

 

Hari ini terlalu banyak yang telah berubah dan menjadi baik. Orang-orang yang semula kukenal tak pernah sholat, kini tak pernah tertinggal berjama’ah di masjid. Temanku yang dulu masih terbata-bata membaca Al Qur’an, sekarang sudah hafal beberapa juz. Juga tidak sedikit aku temui perempuan yang semula berpakaian seronok, kini bahkan nyamukpun tak menemukan sedikit celah untuk bisa mendarat di kulitnya. Subhaanallah, banyak sekali yang telah berubah…, kecuali diriku.

Hari ini tak sedikit orang yang kukenal baik telah pergi, meninggalkan alam dunia, meninggalkan aku… -yang juga belum berubah-. Dan hari ini kembali ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa mempertemukan aku dengan bulan Ramadhan. Artinya, sekali lagi ALLAH, mungkin yang terakhir kali, memberikan aku kesempatan, memberikan aku peluang.

Baca entri selengkapnya »

Nikmat Lisan, Untuk Apa Kita Gunakan ?

Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah Al-Mu’thi, Ar-Razzaq, Dzat Yang Maha memberikan berbagai nikmat kepada seluruh makhluk-Nya untuk menegakkan kewajiban dan ketaatan mereka kepada-Nya semata. Itulah salah satu bukti rahmat-Nya kepada hamba-hamba-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (Adz-Dzariyat: 56)

Adapun jenis dan jumlah nikmat-Nya, hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala yang Maha mengetahui. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Dan (Dia) menyempurnakan untukmu nikmat-Nya, lahir dan batin.” (Luqman: 20)

“Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya).” (An-Nahl: 53)

“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya.” (Ibrahim: 34)

Dari sekian banyak kenikmatan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala limpahkan kepada hamba-hamba-Nya, termasuk yang paling agung adalah nikmat lisan.

Baca entri selengkapnya »

Memilih Teman Yang Baik

Sepantasnya bagi seorang penuntut ilmu (orang yang sedang belajar agama Islam) untuk tidak bergaul kecuali dengan orang yang bisa memberinya faedah (ilmu) atau dia (teman tersebut) bisa mengambil faedah (ilmu) darinya. Sebagaimana yang diriwayatkan dari Nabi Shallallâhu ‘alaihi wa.sallam :
“Hendaknya engkau menjadi seorang alim atau orang yang belajar. Jangan menjadi jenis yang ketiga, maka engkau akan binasa.” (HR. Ibnu Abdilbar dalam Kitabul ‘Ilmi)

Baca entri selengkapnya »

Makna Nasihat

Nasehat secara bahasa diambil dari kata-kata “An Nush-hu” yang berarti memurnikan, membersihkan, juga berarti memperbaiki. Adapun secara istilah nasehat adalah kalimat yang menyeluruh yang bermakna memberikan tuntunan perbaikan untuk orang yang dinasehati. Dan para ahlul ilmi mengibaratkan orang yang bersungguh-sungguh memberikan perbaikan kepada yang lainnya seperti orang yang sedang memperbaiki pakaiannya yang rusak.

Baca entri selengkapnya »

Peringatan Allah Tentang Bahaya Kemunafikan

Di awal surat Al-Baqarah, Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkan kepada kaum mukminin agar mewaspadai sifat munafik, tentang kebusukan hati orang-orang munafik dan permusuhan mereka kepada kaum mukminin.

Allah Subhanahu wa Ta’ala menerangkan bahwa mereka adalah orang-orang yang berbuat kerusakan namun mengklaim sebagai orang yang melakukan perbaikan:

“Apabila dikatakan kepada mereka, “Janganlah kalian melakukan kerusakan di muka bumi.” Maka mereka berkata, “Kami hanyalah orang-orang yang melakukan perbaikan.” Ketahuilah, mereka adalah umat yang melakukan kerusakan namun mereka tidak mengetahuinya. (Al-Baqarah: 11-12)

Baca entri selengkapnya »

Godaan Harta

Ketahuilah, bahwa pemberian-pemberian Allah Subhanahu wa Ta’ala yang berupa makanan, harta benda, anak, dan semisalnya merupakan ujian bagi manusia.  Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (artinya) :

“Dan ketahuilah bahwa harta-harta kalian dan anak-anak kalian itu tidak lain hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (Al-Anfal: 28)

Baca entri selengkapnya »

Salah Satu Tanda Kebaikan Islam Seseorang

Diriwayatkan dari Abi Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah telah bersabda:  “Termasuk dari kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan apa-apa yang tidak penting baginya.”  (H.R Tirmidzi dan periwayat lainnya). (1)

Baca entri selengkapnya »

Nasihat Tentang Menjaga Pendidikan Anak Perempuan

Di dalam hadis, Rasulullah shollallahu’alayhiwasallam bersabda: “Barangsiapa yang menafkahi dua orang anak perempuan sampai keduanya baligh, ia akan datang pada hari kiamat, dengan keadaan aku dan dia (lalu beliau menghimpun jari jemari beliau). Diriwayatkan oleh Muslim.

Dan Rasulullah shollallahu’alayhiwasallam bersabda: “Barangsiapa yang diberikan ujian dengan sesuatu melalui anak-anak perempuan ini, lalu ia memperlakukan mereka dengan baik, maka mereka akan menjadi penghalang untuknya dari api neraka”. Muttafaqun ‘alayhi.

Baca entri selengkapnya »

13 Cara Menjaga Lisan

Perkataan itu adalah sebuah perkara yang besar, berapa banyak dari perkataan buruk seseorang dapat menyebabkan kemarahan dari Allah ‘azza wajalla dan menjatuhkan pelakunya kedalam jurang neraka. Berhati-hatilah dari terlalu banyak berceloteh dan terlalu banyak berbicara, Allah Ta’ala berfirman:

“Dan tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian diantara manusia “. (An nisa:114)

Ingatlah bahwa disampingmu ada malaikat yang senantiasa mengamati dan mencatat perkataanmu. 

“Seorang duduk disebelah kanan,dan yang lain duduk disebelah kiri.tiada satu ucapanpun yang diucapkan melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir” (Qaaf:17-18).

Baca entri selengkapnya »

Beberapa Sifat Riya’ Yang Perlu Diwaspadai

Pintu-pintu yang mengantarkan kepada riya’ (ingin dipuji manusia) sangat banyak sekali, kita berlindung kepada Alloh darinya. Jenis-jenis tersebut adalah sebagai berikut :

Baca entri selengkapnya »

Orang-orang Beriman Selalu Menjaga Ketaqwaannya, Selalu Ingin Berbuat Baik dan Menjaga Akhlak Dalam Pergaulannya

Abu Dzar Al-Ghifari radhiyAllahu ‘anhu pernah menyampaikan sabda sang Rasul ShallAllahu ‘alaihi wa sallam berikut ini yang berisi pesan-pesan penting agar ketakwaan kita selalu terjaga :

“Bertakwalah kepada Allah di mana saja engkau berada. Susullah kejelekan dengan kebaikan, niscaya kebaikan itu akan menghapuskan kejelekan tersebut, dan bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik.”

Baca entri selengkapnya »

Nikmat Dunia Merupakan Ujian Yang Lebih Berat Dibanding Kesengsaraan Hidup

Allah Subhanahu wa Ta’ala di banyak ayat Al-Qur’an telah menegaskan, demikian pula Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di sekian haditsnya, bahwa nikmat dan kesenangan duniawi merupakan ujian bagi hamba sebagaimana kesengsaraan hidup juga dijadikan cobaan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:  “Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya) dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (Al-Anbiya’: 35)

Baca entri selengkapnya »

Jangan Tertipu Dengan Jebakan Nikmat Dunia

Sahabat Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menentukan watak kalian sebagaimana telah menentukan rezeki di antara kalian. Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala juga memberi harta kepada orang yang Ia cintai dan orang yang Ia benci. (Namun) Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak memberi keimanan kecuali kepada yang Ia cintai.” (Shahih Al-Adab Al-Mufrad no. 209)

Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan harta dan kedudukan kepada orang yang Dia cintai dari kalangan para nabi dan wali, seperti Nabi Sulaiman ’alaihi salam dan shahabat ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu. Sebagaimana Dia memberi kemewahan dunia sementara kepada para musuh-Nya semisal Fir’aun dan Qarun.

Baca entri selengkapnya »

Cara Mensyukuri Nikmat

Segala nikmat yang diperoleh hamba dalam bentuk apapun, baik yang bersifat materi atau non-materi, yang bersifat duniawi atau ukhrawi (akhirat), maka wajib untuk disyukuri. Tentunya semakin banyak dan besar suatu pemberian maka kewajiban untuk bersyukur pun semakin besar.  Bersyukur merupakan ibadah yang besar, sebagaimana firman-Nya: “Dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.” (An-Nahl: 114)

Baca entri selengkapnya »

Ujian dan Musibah, Agar Manusia Kembali Ke Jalan Allah

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam urusan. (Ar-Rahman: 29)

Ayat diatas menjelaskan tentang kesempurnaan kekuasaan dan hikmah-Nya, dan bahwa segala urusan adalah milik-Nya.  Ia Maha mengatur hamba-hamba-Nya sesuai kehendaknya, baik dalam masalah keamanan, ketakutan, kegembiraan, kesedihan, kemudahan, kesulitan, kelebihan ataupun kekurangan.

Baca entri selengkapnya »

Membangun Sifat Qona’ah (Sifat Merasa Cukup Dengan Apa Yang Telah Kita Miliki)

Sifat Qona’ah (selalu merasa cukup dengan apa yang ada) merupakan harta kekayaan yang tidak ada habisnya. Karena siapa saja yang telah memiliki sifat ini maka ia ibarat orang kaya yang tidak lagi terpengaruh oleh godaan harta dan kedudukan yang dibentangkan dunia untuknya. Ia hanya mengambil dunia seperlunya sesuai dengan kebutuhan minimalnya.  Orang yang memiliki sifat Qona’ah akan selalu bersyukur atas karunia yang diberikan Allah subhanahu wata’ala padanya, tidak mengeluh dan tidak berharap lebih banyak dari rezeki  yang telah ditakdirkan Allah padanya.  Sifat ini membuat pemiliknya tidak rakus akan dunia, apalagi menjadikan dunia sebagai tujuan hidupnya.

Baca entri selengkapnya »

Mencintai Karena Allah

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:  “Ada tiga perkara yang apabila perkara tersebut ada pada seseorang, maka ia akan mendapatkan manisnya iman, yaitu (1) hendaknya Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari selain keduanya. (2) Apabila ia mencintai seseorang, ia hanya mencintainya karena Allah. (3) Ia tidak suka untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkannya, sebagaimana ia tidak mau untuk dilemparkan ke dalam api.” [HR. Al-Bukhari (no. 16), Muslim (no. 43 (67)), at-Tirmidzi (no. 2624), an-Nasa-i (VIII/96) dan Ibnu Majah (no. 4033), dari hadits Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu.]

Hadits ini menunjukkan bahwa keimanan itu memiliki rasa manis yang dapat dirasakan oleh orang yang hatinya tenang dalam keimanan sebagaimana orang dapat merasakan lezatnya makanan. Bahkan iman itu lebih lezat dan lebih baik, karena ia adalah santapan khusus untuk ruh. Adapun makanan hanyalah untuk jasad yang fana (bersifat sementara).

Baca entri selengkapnya »

Antara Rasa Takut dan Rasa Harap (Khauf dan Roja`)

Khauf (rasa takut) dan roja` (rasa harap) adalah dua ibadah yang sangat agung. Bila keduanya menyatu dalam diri seorang mukmin, maka akan seimbanglah seluruh aktivitas kehidupannya. Bagaimana tidak, sebab dengan khauf akan membawa dirinya untuk selalu melaksanakan ketaatan dan menjauhi perkara yang diharamkan; sementara roja` akan menghantarkan dirinya untuk selalu mengharap apa yang ada di sisi Rabb-nya ‘Azza wa Jalla.

Pendek kata dengan khauf (takut) dan roja` (pengharapan) seorang mukmin akan selalu ingat  bahwa dirinya akan kembali ke hadapan Sang Penciptanya (karena adanya rasa takut), disamping ia akan bersemangat memperbanyak amalan-amalan (karena adanya pengharapan).

Baca entri selengkapnya »

Meninggalkan Apa-apa yang Tidak Bermanfaat

Rasulullah bersabda shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Di antara baiknya keislaman seseorang adalah meninggalkan apa-apa yang tidak bermanfaat.” (HR. At-Tirmidziy no.2318, Malik, Ahmad dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albaniy dalam Al-Misykaah 4839)

Meninggalkan apa-apa yang tidak bermanfaat yakni menjauhkan diri dari berbagai kesibukan atau kegiatan yang yang tidak penting, yaitu yang tidak bermanfaat bagi dunia dan akhiratnya.  Menjauhkan diri dari hal yang tak bermanfaat akan menciptakan ketenangan baginya, karena ia tidak terbebani oleh berbagai perkara yang tak penting. 

Baca entri selengkapnya »

Bukan Kemiskinan Yang Aku Khawatirkan Atas Kalian !

Kebanyakan manusia takut terjatuh ke dalam kemiskinan. Mereka berusaha dengan berbagai cara untuk menghindarinya. Mereka begitu sedih dan berduka cita ketika mengalami kekurangan harta. Bahkan sampai-sampai di antara mereka ada yang menukar agamanya hanya untuk mendapatkan sebagian harta benda duniawi.

Baca entri selengkapnya »

Jangan Bersedih Wahai Saudaraku!

Senang, bahagia, suka cita, sedih, kecewa dan duka cita adalah sesuatu yang biasa dialami manusia. Ketika mendapatkan sesuatu yang menggembirakan dari kesenangan-kesenangan duniawi maka dia akan senang dan gembira. Sebaliknya ketika tidak mendapatkan apa yang diinginkan maka dia merasa sedih dan kecewa bahkan kadang-kadang sampai putus asa.
Akan tetapi sebenarnya bagi seorang mukmin, semua perkaranya adalah baik. Hal ini diterangkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

Baca entri selengkapnya »

Zuhud, Ketenangan Hidup, dan Cara Membangun Sikap Zuhud

Ketenangan hidup di dunia adalah dambaan setiap orang. Akan tetapi betapa banyak manusia yang hidupnya penuh dengan kegelisahan, gundah gulana, kecemasan, ketakutan, adanya kebencian dengan orang lain, dan keadaan lainnya yang tidak diinginkannya.
Di antara hal terbesar untuk mendapatkan ketenangan hidup adalah ketika kita hidup di tengah-tengah manusia dalam keadaan dicintai Allah dan juga dicintai manusia.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits berikut ini telah menunjukkan kepada kita suatu amalan yang akan mendatangkan kecintaan Allah dan juga kecintaan manusia kepada kita.

Baca entri selengkapnya »

Betapa Tingginya Allah Menilai Sebuah Waktu…

Waktu adalah usia kehidupan kita dan tempat kita berada, bernaung, mengambil dan memberi manfaat. Betapa tingginya nilai sebuah waktu sampai Allah bersumpah demi waktu dalam berbagai firman-Nya.

Waktu adalah nikmat yang cukup mendasar dan mahal, namun kebanyakan dari kita melalaikannya.

Baca entri selengkapnya »

Penghalang Terkabulnya Do’a

Seseorang berkata kepada Ibrahim bin Adham Rohimahullah:  “Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman dalam kitab-Nya :  “Berdoalah kalian kepada-KU, niscaya Aku kabulkan doa kalian.” (Surat Al Mu’min ayat ke 60).
Sedangkan kami telah berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sekian lama namun tidak juga Allah Subhanahu wa Ta’ala kabulkan doa kami.”

Baca entri selengkapnya »

Bahaya Lisan

Lisan atau lidah merupakan salah satu bentuk nikmat Allah Subhanahu wa ta’ala karena dengannya seorang hamba dapat mengungkapkan keinginan jiwanya.

“Bukankah Kami telah menjadikan untuknya dua mata, lisan, dan dua bibir?” (Al-Balad: 8-9)

Dengan lisan ini, seorang hamba dapat terangkat derajatnya dengan beroleh kebaikan di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebaliknya, ia juga dapat tersungkur ke jurang jahannam dengan sebab lisannya.

Baca entri selengkapnya »

Betapa Dahsyatnya dan Betapa Mengerikannya Siksaan di Dalam Neraka

(Artikel ini merupakan transkrip dari rekaman ceramah yang disampaikan dengan penuh keharuan dan sangat menggetarkan hati, oleh Al Ustadz Dzulqarnain Al Makassari. Untuk mendengar rekaman aslinya silahkan klik link ini :
http://www.4shared.com/file/145890471/cbe07b9f/05_Betapa_Dahsyatnya_dan_Betapa_Mengerikannya_Siksaan_di_Dalam_Neraka_Al_Ustadz_Dzulqarnain_Al_Makasari_wwwkajiansunnahwordpresscom.html

 

…Wahai hamba Allah, kaum Muslimin, ketahuilah sesungguhnya Allah Subhanahu wata’ala menciptakan makhluk supaya mereka mengenal Allah Subhanahu wata’ala dan menyembah-Nya dan supaya mereka takut kepada-Nya. Dan Allah Subhanahu wata’ala telah menggambarkan tentang pedihnya siksaan-Nya dan dahsyatnya api Neraka-Nya di dalam Al Quranul karim dengan pensifatan yang sedemikian banyak dan pengulangan yang beraneka ragam.

Seluruh hal tersebut Allah Subhanahu wata’ala sifatkan tentang api Neraka (An-Naar) dan apa yang Allah Subhanahu wata’ala siapkan berupa siksaan dan kepedihan dan yang terkandung di dalamnya berupa makanan dari zaqqum, addhori’, air yang mendidih, belenggu, dan rantai yang membuat getar hati orang-orang beriman yang takut kepada Allah Subhanahu wata’ala yang maha perkasa lagi maha kuat. Dan membuat getar hati para hamba yang menyadari dirinya bahwa dia akan berdiri di depan Allah Subhanahu wata’ala yang maha perkasa.

Sesungguhnya Allah Subhanahu wata’ala telah memperingatkan dari api Neraka dan demi Allah!… tidaklah Allah Subhanahu wata’ala memperingatkan kepada hamba-Nya dan membuat mereka takut kepada sesuatupun yang lebih keras dan lebih dahsyat dari api Neraka.

Baca entri selengkapnya »

Arti Rasa Takut

Takut adalah Ibadah

Dalam agama, rasa Takut termasuk salah satu bentuk ibadah hati, bahkan memiliki kedudukan yang agung dan mulia. Takut adalah salah satu dari rukun ibadah dan merupakan syarat iman, sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala :

“Sesungguhnya mereka itu tidak lain adalah setan dengan kawan-kawannya yang menakut-nakuti (kamu), karena itu janganlah kalian takut kepada mereka tetapi takutlah kepada-Ku jika kalian benar-benar orang yang beriman.” (Ali Imran: 175)

“Maka janganlah kalian takut kepada manusia dan takutlah kalian kepada-Ku.” (Al-Maidah: 44).

Baca entri selengkapnya »

Menggunakan Akal Sesuai Kemampuan dan Batasan

Pemuliaan akal secara berlebihan (pengkultusan akal) adalah perbuatan yang menghinakan akal serta menyiksa akal karena telah membebani akal dengan sesuatu diluar batas kemampuan akal.   Karena akal adalah sesuatu yang berada dalam jasmani makhluk, maka sebagaimana makhluk yang lain, akal memiliki sifat lemah dan keterbatasan. Jika akal menggunakan daya pikirnya pada lingkup dan batasnya serta memaksimalkan pengkajiannya, ia akan tepat (menentukan) dengan ijin Allah. Tetapi jika ia menggunakan akalnya di luar lingkup dan batasnya yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah tetapkan maka ia akan membabi buta…” (Lawami’ul Anwar Al-Bahiyyah, hal. 1105)

Baca entri selengkapnya »

Kedzaliman adalah Kegelapan pada Hari Kiamat

Rasul yang mulia Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

“Kedzaliman adalah kegelapan pada hari kiamat.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Maknanya bahwa di hari akhirat kelak, para pelaku kedzaliman tidak akan mendapatkan arah/jalan yang akan dituju (berada dalam kegelapan yang menakutkan) dan pelakunya akan ditimpa berbagai kesempitan dan kesulitan di masa-masa panjang saat huru-hara hari akhirat kelak.

Baca entri selengkapnya »

Yang Tergolong Dalam Perbuatan Berburuk Sangka (Su`u zhon)

Dalam Al-Qur`anil Karim, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: 

“Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah oleh kalian kebanyakan dari persangkaan (zhan) karena sesungguhnya sebagian dari persangkaan itu merupakan dosa.” (Al-Hujurat: 12)

Dalam ayat di atas, Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan untuk menjauhi kebanyakan dari prasangka (zhan) dan tidak mengatakan agar kita menjauhi semua prasangka. Karena memang prasangka yang dibangun di atas suatu qarinah (bukti atau tanda-tanda yang menunjukkan ke arah yang kita sangka tersebut) tidaklah terlarang. Hal itu merupakan tabiat manusia. Bila ia mendapatkan qarinah yang kuat maka timbullah zhan (prasangka) nya, apakah zhan yang baik (khuznu’zhan) ataupun yang buruk (su’u zhan). Yang namanya manusia memang mau tidak mau akan tunduk menuruti qarinah yang ada. Yang seperti ini tidak apa-apa.

Yang terlarang adalah berprasangka semata-mata tanpa ada qarinah (bukti nyata).

Baca entri selengkapnya »

Kekayaan dan Kemiskinan Yang Sesungguhnya

Harta benda merupakan bagian dari rizki yang telah ditetapkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala atas setiap hamba. Sebagian dilebihkan atas sebagian yang lain. Sehingga muncullah sebutan kaya dan miskin. Akan tetapi, siapakah sebenarnya orang yang disebut kaya atau miskin?

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: 

“Bukanlah kekayaan itu dari banyaknya harta, akan tetapi kekayaan itu adalah rasa cukup yang ada di dalam hati.” (HR. Al-Bukhari no. 6446 dan Muslim no. 1051 dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullahu berkata dalam penjelasannya terhadap hadits ini: “Alhasil, orang yang disifati dengan ghina an-nafs (kekayaan jiwa) adalah orang yang qana’ah (merasa cukup) terhadap apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala rizkikan kepadanya. Dia tidak tamak untuk menumpuk-numpuk harta tanpa ada kebutuhan. Tidak pula dia meminta-minta kepada manusia dengan mendesak. Dia merasa ridha dengan apa yang diberikan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepadanya, seakan-akan ia terus-menerus merasa cukup.

Baca entri selengkapnya »

Sabar Menghadapi Ujian

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk surga, padahal belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: ‘Bilakah datangnya pertolongan Allah?’ Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.“ (Al-Baqarah: 214)

Di atas ujian kesabaran ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala memuji dari atas tujuh lapis langit kepada orang-orang yang bersabar dan tabah dengan ujian Allah.

Baca entri selengkapnya »

Kesabaran Para Shahabat Nabi Saat Hijrah

Para sahabat Nabi radhiyallahu ‘anhum yang telah mendapatkan kemuliaan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala di dunia dan di akhirat –bahkan sebagiannya mendapatkan jaminan masuk surga– juga tidak luput dari berbagai ujian. Menggali perjalanan hidup mereka akan mendapatkan buah yang matang lagi harum dan lezat. Meski untuk bisa memetiknya harus melangkahi duri-duri nan tajam dan jurang yang curam lagi berbahaya. Selain itu, bila hati sedang hidup ketika menggali perjalanan hidup mereka, niscaya mata ini akan berlinangan air mata.

Baca entri selengkapnya »

Kesabaran Rasulullah Dalam Berdakwah

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdakwah di kota Makkah selama 13 tahun, memperbaiki kerusakan aqidah dan moral.

Dengan keuletan dan keberanian beliau menghadapi segala tantangan dan risiko, serta pengorbanan yang tidak terhitung, akhirnya beberapa orang dengan hidayah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala masuk ke dalam agama yang dibawanya.

Baca entri selengkapnya »

Jangan Menunda-nunda Amal !

Ingatlah nasihat seorang sahabat Nabi, Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhu , berkata ia,
“Apabila engkau berada di sore hari, maka janganlah menunggu hingga pagi hari. Dan apabila engkau berada di pagi hari maka janganlah menunggu hingga sore hari. Pergunakanlah waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu. Dan pergunakanlah hidupmu sebelum datang kematianmu.”
(HR. Al-Bukhari no.6416)

Baca entri selengkapnya »

Kenali Bahaya Besar : Riya’ !

Riya’ termasuk ke dalam syirik asghar/kecil. Ia dapat mencampuri amal kita kemudian merusaknya. 

Amalan yang dikerjakan dengan ikhlas akan mendatangkan pahala. Lalu bagaimana dengan amalan yang tercampur riya’? Tentu saja akan merusak pahala amalan tersebut. Bisa merusak salah satu bagiannya saja atau bahkan merusak keseluruhan dari pahala amalan tersebut.

Baca entri selengkapnya »

Mengapa Menahan Pandangan ?

“Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan sebagian pandangannya dan memelihara kemaluannya. Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak daripadanya…”
(Firman Allah yang terdapat pada Al-Qur’an surat an-Nur ayat 32)

Berikut ini beberapa alasan yang melatarbelakangi pentingnya menahan pandangan (godhul bashor), yaitu:

Baca entri selengkapnya »

Bahaya Bergaul Dengan Teman Yang Buruk

Dengarkanlah berita dari Al-Qur`an yang mulia tentang penyesalan orang zalim pada hari kiamat nanti karena dulunya ketika di dunia berteman dengan orang yang sesat dan menyimpang, hingga ia terpengaruh ikut sesat dan menyimpang.    “Dan ingatlah hari ketika itu orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata, ‘Aduhai kiranya dulu aku mengambil jalan bersama-sama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku, andai kiranya dulu aku tidak menjadikan si Fulan itu teman akrabku. Sungguh ia telah menyesatkan aku dari Al-Qur`an ketika Al-Qur`an itu telah datang kepadaku.’ Dan adalah setan itu tidak mau menolong manusia.” (Al-Furqan: 27-29)

Baca entri selengkapnya »

Hikmah Dibalik Sakit

Hidup ini tidak lepas dari cobaan dan ujian, bahkan cobaan dan ujian merupakan sunatullah dalam kehidupan. Manusia akan diuji dalam kehidupannya baik dengan perkara yang tidak disukainya atau bisa pula pada perkara yang menyenangkannya. Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan mengujimu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.” (Al Anbiyaa’: 35).

Baca entri selengkapnya »

Kisah Syukur Nikmat Dan Ingkar Nikmat

Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam pernah menceritakan (artinya):  “Ada tiga orang dari Bani Israil menderita penyakit belang, botak, dan buta. Allah hendak menguji mereka, maka Allah pun utus kepada mereka Malaikat.

Baca entri selengkapnya »

Kunci-kunci Kebaikan dan Keburukan

Sesungguhnya Allah telah menjadikan bagi segala sesuatu kunci untuk membukanya. Diantara beberapa kunci kebaikan adalah . . .

Baca entri selengkapnya »

Tiga Syarat Pokok Untuk Mencapai Kebahagiaan

Jalan menuju kebahagiaan dunia-akhirat adalah jalan yang terjal dan dipenuhi dengan onak dan duri. Demikianlah Allah –Ta’ala- menetapkan betapa jalan kebahagiaan dipenuhi rintangan dan cobaan, sebagaimana firman Allah –Subhana Wa Ta’ala-,  “(Dialah) yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa yang paling baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun”. (QS. Al-Mulk: 2)

Namun sayangnya, karena ketidaksabaran dan mengikuti hawa nafsu membuat kebanyakan manusia enggan menempuh jalan kebahagiaan yang telah ditetapkan oleh Allah –Ta’ala-.

Baca entri selengkapnya »

Orang Yang Mulia dan Orang Yang Lemah

Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan hikmah-Nya telah menciptakan manusia berbeda-beda status sosialnya. Ada yang menjadi pemimpin dan ada yang dipimpin. Ada yang ditakdirkan kaya, ada pula yang miskin. Semuanya dijadikan sebagai ujian bagi hamba-Nya. Sebagaimana firman-Nya:

Baca entri selengkapnya »

Sebagian Sebab-Sebab Kemenangan

Pada Waktu Umar Ibnul Khattab mengirimkan utusan di bawah pimpinan Sa’ad Bin Abi Waqash untuk menaklukkan Persia, beliau menulis pesan kepada Sa’ad sebagai berikut:

Baca entri selengkapnya »

Selamatkan Diri Dari Gelombang Fitnah !

Alloh Subhanahu wa ta’ala berfirman: “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ‘Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji (diberi cobaan) lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Alloh mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.”   (Al-Ankabut: 2 – 3)

Anas bin Malik rodhiyallohu ‘anhu berkata: “Bersabarlah kalian! Karena tidaklah datang kepada kalian satu zaman melainkan zaman yang setelahnya lebih jelek dari zaman yang sebelumnya sampai kalian berjumpa dengan Rabb kalian, saya telah mendengarkan hal ini dari Nabi kalian Shollollohu ‘alaihi wasallam.”

Baca entri selengkapnya »

Kecemburuan Sa’d bin ‘Ubadah

Seorang suami harus memiliki rasa cemburu kepada istrinya yang dengan perasaan ini ia menjaga kehormatan istrinya. Ia tidak membiarkan istrinya bercampur baur dengan lelaki, ngobrol dan bercanda dengan sembarang laki-laki. Bahkan seharusnya ia tidak rela membiarkan istrinya ke pasar sendirian atau hanya berduaan dengan sopir pribadinya.

Suami yang memiliki rasa cemburu kepada istrinya tentunya tidak akan memperhadapkan istrinya kepada perkara yang mengikis rasa malu dan dapat mengeluarkannya dari kemuliaan.

Baca entri selengkapnya »

10 Wasiat Untuk Para Istri

Berikut ini sepuluh wasiat untuk wanita, untuk istri, untuk ibu rumah tangga dan ibunya anak-anak yang ingin menjadikan rumahnya sebagai pondok yang tenang dan tempat nan aman yang dipenuhi cinta dan kasih sayang, ketenangan dan kelembutan.

Baca entri selengkapnya »

Tegar Dalam Menyampaikan Nasehat

“Mendapati seluruh manusia taat kepada Allah lebih aku senangi meskipun dagingku dikerat dengan alat pengerat (garpu atau lainnya).”  Demikianlah tekad semangat dakwah yang selalu dipegang beberapa ulama soleh terdahulu.

Tekad para ulama soleh tersebut merupakan perwujudan dari semangat atas sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (yang artinya):“Tidaklah sempurna iman salah seorang dari kalian sampai dia mencintai untuk saudaranya, apa yang dia cintai untuk dirinya.”(Shahih, HR. Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu)

Baca entri selengkapnya »

Menjaga Pergaulan (Dengan Sesama Muslimin)

Berteman karena agama adalah sebuah anjuran, dan mencari teman yang baik adalah sebuah perintah. Sementara berteman dengan orang yang tidak baik justru akan membahayakan bagi diri dan agamanya. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menegaskan dalam masalah ini dalam firman-Nya: “Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Rabbnya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (Al-Kahfi: 28)

Baca entri selengkapnya »

Menjaga Pergaulan (Dengan Non-Muslim)

Dengan kasih sayang Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap hamba-hamba-Nya, Dia telah membimbing bagaimana semestinya bergaul bersama orang-orang yang berbeda agama.  Belakangan ini kebanyakan umat Islam tidak bisa memilah antara orang-orang muslim dan kafir (sebutan bagi non muslim sesuai dengan petunjuk Al Qur’an dan As-sunnah) dalam banyak perkara. Bahkan perkara yang merupakan prinsip agama, yaitu masalah al-wala` (loyalitas) dan al-bara` (berlepas diri), telah menjadi pudar dan kabur dalam saat seorang muslim tenggelam dalam kehidupannya. Padahal Islam telah mengatur batasan-batasan dan tatacara pergaulan dengan orang-orang diluar Islam, demi menjaga kemurnian akidah dan ibadahnya.

Baca entri selengkapnya »

Bisa Jadi Kamu Membenci Sesuatu Namun Itu Baik Buatmu

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al Qur’anul Karim, surat Al-Baqarah: ayat 216)

Dalam ayat ini ada beberapa hikmah dan rahasia serta maslahat untuk seorang hamba. Karena sesungguhnya jika seorang hamba tahu bahwa sesuatu yang dibenci itu terkadang membawa sesuatu yang disukai, sebagaimana yang disukai terkadang membawa sesuatu yang dibenci, iapun tidak akan merasa aman untuk tertimpa sesuatu yang mencelakakan menyertai sesuatu yang menyenangkan.

Baca entri selengkapnya »

Ciri Manusia Yang Telah Berada Dalam Derajat Kemenangan dan Kebahagiaan

Tanda-tanda kebahagiaan dan kemenangan seorang mukmin adalah bila ia mampu mengelola dirinya agar senantiasa berada dalam tiga kondisi dibawah ini (Al-Imam Ibnul Qoyyim -rahimahullah- dalam kitabnya yang berjudul “Al-Waabil Ash-Shayyib) :

Baca entri selengkapnya »

Tiga Jenis Hati Manusia

[1]. Hati yang sehat

Hati yang sehat adalah hati yang selamat. Pada hari kiamat nanti, barangsiapa menghadap Allah Subhanahu wa Ta’ala tanpa membawa hati yang selamat maka ia tidak akan selamat. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:  “Artinya : Adalah hari yang mana harta dan anak-anak tidak bermanfaat, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat.” [Asy-Syu'ara : 88-89]

Baca entri selengkapnya »

Orang Mukmin Tercipta Penuh Cobaan

Terdapat riwayat yang shahih bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :  “Artinya : Sesungguhnya seorang mukmin tercipta dalam keadaan Mufattan (penuh cobaan), Tawwab (senang bertaubat), dan Nassaa’ (suka lupa), (tetapi) apabila diingatkan ia segera ingat”. [Silsilah Hadits Shahih No. 2276].

Baca entri selengkapnya »

Jagalah Lisanmu

Rasul yang mulia Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan suatu kata yang Allah ridhai dalam keadaan tidak terpikirkan oleh benaknya, tidak terbayang akibatnya, dan tidak menyangka kata tersebut berakibat sesuatu, ternyata dengan kata tersebut Allah mengangkatnya beberapa derajat. Dan sungguh seorang hamba mengucapkan suatu kata yang Allah murkai dalam keadaan tidak terpikirkan oleh benaknya, tidak terbayang akibatnya, dan tidak menyangka kata tersebut berakibat sesuatu ternyata karenanya Allah melemparkannya ke dalam neraka Jahannam.” (HR. Al-Bukhari no. 6478)

Baca entri selengkapnya »

Agar Dada Menjadi Lapang dan Bersinar

Hiruk pikuk kehidupan dengan berbagai bentuk aktivitas yang terus bergulir tanpa henti sering melahirkan halangan dan tantangan yang mengantar seorang hamba kepada gundah gulana dan ketidaktenangan hati. Namun bagi seorang mukmin sejati, cahaya Al-Qur’ân dan Sunnah Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa âlihi wa sallam adalah penerang jalan menuju kepada kehidupan indah yang senantiasa membuat dadanya lapang dan bercahaya.

Baca entri selengkapnya »

Bagai Menggenggam Bara Api…

Anas bin Malik menuturkan, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wasalaam bersabda:  “Akan tiba suatu masa pada manusia, dimana orang yang bersabar di antara mereka dalam memegang agamanya, ibarat orang yang menggenggam bara api.” (HR. at-Tirmidzi) 

Sungguh saat ini kita tengah berada di zaman yang benar-benar menuntut kesabaran, dimana orang-orang yang berpegang teguh dengan agamanya secara murni bagaikan orang yang menggenggam bara api. Jika dilepas (meninggalkan syariat yang benar) maka akan membakar dirinya dan membahayakannya, namun bila tetap digenggamnya, maka ia membutuhkan kesabaran dan kekokohan yang luar biasa.

Baca entri selengkapnya »