Arsip untuk 3. Sabar dan Syukur
Teladan Kesabaran dan Kelembutan Rasulullah Shallallahu `Alaihi Wa Sallam Dalam Menyampaikan Nasihat
25 Maret 2011 pada 14:59 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Akhlak & Teladan Rasululloh, 3. Sabar dan Syukur, 4. Sahabat Rasululloh, 7. Kisah Suka-Duka Dakwah
Memang, marah karena Allah termasuk hikmah. Bahkan, tanda keimanan seseorang pun ditandai dengan marah dan benci karena Allah. Yaitu, marah dan benci terhadap kekufuran, kebid’ahan dan kemaksiatan.
Tetapi bersabarlah! Kendalikan emosi. Siapa tahu mereka itu orang-orang bodoh yang membutuhkan pelajaran. Kalau itu yang terjadi, ajarilah mereka dengan lemah lembut!
Baca entri selengkapnya »
Membalas Kebaikan Orang Lain
19 Maret 2011 pada 08:44 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Akhlak & Pensucian Hati, 3. Sabar dan Syukur, 4. Adab Pergaulan Muslim
Berterima kasih atas pemberian orang lain adalah akhlak terpuji. Setiap muslim hendaknya menghiasi diri dengan sikap demikian. Allah Subhanallahu wa Ta’ala berfirman (artinya):
“Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).” (Ar-Rahman: 60)
Adalah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam memerintahkan umatnya agar membalas kebaikan orang lain, sebagaimana sabdanya:
“Barangsiapa diperlakukan baik (oleh orang), hendaknya ia membalasnya. Apabila ia tidak mendapatkan sesuatu untuk membalasnya, hendaknya ia memujinya. Jika ia memujinya, maka ia telah berterima kasih kepadanya; namun jika menyembunyikannya, berarti ia telah mengingkarinya…” (HR. Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad. Lihat Shahih Al-Adab Al-Mufrad no. 157)
Baca entri selengkapnya »
Jangan Tertipu Dengan Jebakan Nikmat Dunia
9 Januari 2010 pada 18:51 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 3. Sabar dan Syukur, 4. Arti Kehidupan Dunia, Kebun02 : HAKIKAT MANUSIA & KEHIDUPAN DUNIA, Kebun08 : AKHLAK DAN PERGAULAN
Sahabat Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menentukan watak kalian sebagaimana telah menentukan rezeki di antara kalian. Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala juga memberi harta kepada orang yang Ia cintai dan orang yang Ia benci. (Namun) Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak memberi keimanan kecuali kepada yang Ia cintai.” (Shahih Al-Adab Al-Mufrad no. 209)
Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan harta dan kedudukan kepada orang yang Dia cintai dari kalangan para nabi dan wali, seperti Nabi Sulaiman ’alaihi salam dan shahabat ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu. Sebagaimana Dia memberi kemewahan dunia sementara kepada para musuh-Nya semisal Fir’aun dan Qarun.
Baca entri selengkapnya »
Cara Mensyukuri Nikmat
9 Januari 2010 pada 18:50 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 3. Sabar dan Syukur, Kebun08 : AKHLAK DAN PERGAULAN
Segala nikmat yang diperoleh hamba dalam bentuk apapun, baik yang bersifat materi atau non-materi, yang bersifat duniawi atau ukhrawi (akhirat), maka wajib untuk disyukuri. Tentunya semakin banyak dan besar suatu pemberian maka kewajiban untuk bersyukur pun semakin besar. Bersyukur merupakan ibadah yang besar, sebagaimana firman-Nya: “Dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.” (An-Nahl: 114)
Baca entri selengkapnya »
Kekayaan dan Kemiskinan Yang Sesungguhnya
15 Oktober 2009 pada 19:58 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Akhlak & Pensucian Hati, 3. Sabar dan Syukur, 3. Tawakal Pada Allah
Harta benda merupakan bagian dari rizki yang telah ditetapkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala atas setiap hamba. Sebagian dilebihkan atas sebagian yang lain. Sehingga muncullah sebutan kaya dan miskin. Akan tetapi, siapakah sebenarnya orang yang disebut kaya atau miskin?
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Bukanlah kekayaan itu dari banyaknya harta, akan tetapi kekayaan itu adalah rasa cukup yang ada di dalam hati.” (HR. Al-Bukhari no. 6446 dan Muslim no. 1051 dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)
Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullahu berkata dalam penjelasannya terhadap hadits ini: “Alhasil, orang yang disifati dengan ghina an-nafs (kekayaan jiwa) adalah orang yang qana’ah (merasa cukup) terhadap apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala rizkikan kepadanya. Dia tidak tamak untuk menumpuk-numpuk harta tanpa ada kebutuhan. Tidak pula dia meminta-minta kepada manusia dengan mendesak. Dia merasa ridha dengan apa yang diberikan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepadanya, seakan-akan ia terus-menerus merasa cukup.
Baca entri selengkapnya »
Kisah Syukur Nikmat Dan Ingkar Nikmat
10 Agustus 2009 pada 22:50 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 3. Sabar dan Syukur, 4. Kisah Teladan
Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam pernah menceritakan (artinya): “Ada tiga orang dari Bani Israil menderita penyakit belang, botak, dan buta. Allah hendak menguji mereka, maka Allah pun utus kepada mereka Malaikat.
Baca entri selengkapnya »
Ciri Manusia Yang Telah Berada Dalam Derajat Kemenangan dan Kebahagiaan
9 Juni 2009 pada 12:33 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 3. Sabar dan Syukur, 5. Kebahagiaan dan Ketenangan Jiwa























