Arsip untuk 4. Muslimah Teladan
6 November 2011 pada 11:08 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 4. Kisah Teladan, 4. Muslimah Teladan, 5. Remaja dan Pernikahan
Wanita yang benar-benar shalihah ibarat seseorang yang tahan memegang bara api yang panas …
Jika telah sampai suatu perintah syariat pada seorang wanita muslimah maka ia segera taat, terima, dan tunduk (walau itu berat untuk dijalankannya). Dia tidak menyanggah, tidak membangkang, ataupun mencari alasan untuk tidak menerimanya.
Perhatikanlah cerita wanita mulia ini! Cerita tentang seorang pengantin wanita…
31 Juli 2009 pada 10:17 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 4. Muslimah Teladan
Ummu Sulaim adalah ibunda Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, salah seorang sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang terkenal keilmuannya dalam masalah agama. Selain itu, Ummu Sulaim adalah salah seorang wanita muslimah yang dikabarkan masuk surga oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau termasuk golongan pertama yang masuk Islam dari kalangan Anshar yang telah teruji keimanannya dan konsistensinya di dalam Islam.
31 Juli 2009 pada 09:55 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 4. Muslimah Teladan
Ia adalah wanita yang terus hidup dalam hati suaminya sampaipun ia telah meninggal dunia. Tahun-tahun yang terus berganti tidak dapat mengikis kecintaan sang suami padanya. Panjangnya masa tidak dapat menghapus kenangan bersamanya di hati sang suami. Bahkan sang suami terus mengenangnya dan bertutur tentang andilnya dalam ujian, kesulitan dan musibah yang dihadapi. Sang suami terus mencintainya dengan kecintaan yang mendatangkan rasa cemburu dari istri yang lain, yang dinikahi sepeninggalnya. (Seperti dituturkan Mazin bin Abdul Karim Al Farih dalam kitabnya Al Usratu bilaa Masyaakil)
Baca entri selengkapnya »
30 Juni 2009 pada 16:42 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 4. Kisah Teladan, 4. Muslimah Teladan
Hendaknya seorang istri berupaya memahami suaminya. Ia tahu apa yang disukai suami hingga ia berusaha memenuhinya. Dan ia tahu apa yang dibenci suami hingga ia berupaya untuk menjauhinya, dengan catatan selama tidak dalam perkara maksiat kepada Allah.
Berikut ini dengarkanlah kisah seorang istri yang bijaksana yang berupaya memahami suaminya.
Baca entri selengkapnya »
2 Juni 2009 pada 10:30 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 3. Nasihat Untuk Muslimah, 4. Masalah Terkini Umat Islam, 4. Muslimah Teladan
Dalam hadits Mu’awiyah ibnul Hakam As-Sulami radhiyallahu ‘anhu, diungkapkan sebuah dialog antara Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan seorang budak wanita: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya: ‘Di mana Allah?’ Budak wanita itu menjawab: ‘Di (atas) langit.’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kembali: ‘Siapa saya?’ ‘Anda Rasulullah,’ jawab budak wanita itu. Kata Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: ‘Bebaskan dia. Karena sesungguhnya dia seorang wanita yang beriman’.” (HR. Abu Dawud. Dishahihkan Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullahu dalam Sunan Abi Dawud, no. 930)
Baca entri selengkapnya »
26 Mei 2009 pada 17:28 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 4. Muslimah Teladan, 4. Sahabat Rasululloh
Ia seorang wanita keturunan bangsawan dari kabilah Anshar suku Khazraj memiliki sifat keibuan dan berwajah manis menawan. Selain itu ia juga berotak cerdas penuh kehati-hatian dalam bersikap, dewasa dan berakhlak mulia, sehingga dengan sifat-sifatnya yang istimewa itulah pamannya yang bernama Malik bin Nadhar melirik dan mempersuntingnya. Rumaisha Ummu Sulaim binti Milhan bin Khalid bin Zaid bin Malik adalah satu dari wanita saliha yang memiliki kedudukan istimewa di mata Rasulullah.
Baca entri selengkapnya »
20 Mei 2009 pada 13:10 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Membina Keluarga Muslim, 4. Kisah Teladan, 4. Muslimah Teladan

Selera makanku mendadak punah. Hanya ada rasa kesal dan jengkel yang memenuhi kepala ini. Duh, betapa tidak gemas, dalam keadaan lapar memuncak seperti ini, makanan yang tersedia tak ada yang memuaskan lidah. Sayur sop rasanya manis bak kolak pisang, sedang perkedelnya asin tak ketulungan.
“Ummi… Ummi, kapan kamu dapat memasak dengan benar?