Arsip untuk
Mariyah Maulah Hujair Terpesona Dengan Kemuliaan Khubaib (radhiyallahu anhu)
Pribadi para sahabat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam memang sangat mengesankan. Keimanan kepada Allah Subhanahu wata’ala melandasi segalanya. Bahkan di saat-saat yang begitu mudah untuk melampiaskan dendam, ternyata itu pun tak dilakukannya. Seorang wanita yang saat itu masih belum memeluk Islam(musyrikah) menyaksikan kemuliaan pribadi seorang muslim shahabat Nabi yaitu Khubaib bin ‘Adi, yang ditawan di rumahnya. Dia tuturkan ketika dia telah menjadi seorang muslimah. Wanita itu bernama Mariyah (ada yang mengatakan namanya Mawiyah). Berikut ini kisahnya…
Keistimewaan Para Shahabat Nabi Disisi Allah

Shahabat Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu berkata: “Sesungguhnya Allah subhanahu wata’ala melihat kepada hati segenap hamba-Nya, maka didapatilah hati Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam sebagai hati yang terbaik di antara hati para hamba, sehingga Allah subhanahu wata’ala memilihnya dan mengutusnya untuk mengemban risalah-Nya. Kemudian Allah subhanahu wata’ala melihat kepada hati para hamba maka didapatilah hati para shahabat Nabi sebagai hati-hati terbaik (setelah hati Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam), sehingga Allah subhanahu wata’ala jadikan mereka sebagai para pembela Nabi-Nya, siap bertempur di atas agamanya. Segala apa yang dipandang baik oleh para shahabat maka di sisi Allah adalah baik, dan segala apa yang dipandang buruk oleh mereka maka buruk pula di sisi Allah.” (Syarh Ath-Thahawiyyah, hal. 532, Asy-Syaikh Al-Albani t berkata: hasan mauquf, diriwayatkan oleh Ath-Thayalisi, Ahmad dan yang lainnya dengan sanad yang hasan, dishahihkan oleh Al-Hakim dan disepakati oleh Adz-Dzahabi)
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda : “Sebaik-baik manusia (generasi) adalah yang hidup di abadku, kemudian generasi berikutnya, kemudian generasi berikutnya. Setelah itu akan datang suatu kaum yang persaksiannya mendahului sumpahnya dan sumpahnya mendahului persaksiannya.” (HR. Al-Bukhari no. 3650 dari shahabat ‘Imran bin Hushain radhiyallahu anhu, dan Muslim no. 4533 dari hadits Ibnu Mas’ud, ‘Imran bin Hushain, dan Abu Hurairah radhiyallahu anhu)
Para Shahabat Rasulullah adalah Orang-orang Pilihan
Ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam mendakwahkan ajaran Islam, hanya segelintir orang yang mau mengikuti ajakan beliau. Sebagian besar manusia justru menentang beliau dengan permusuhan yang demikian keras. Orang-orang yang mau menerima ajakan Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam itulah para shahabat. Mereka adalah umat yang memiliki keimanan yang paling tinggi kepada Allah dan Rasul-Nya. Namun sayang, kini kaum muslimin banyak melupakan dan tidak mau berteladan kepada mereka. Padahal mereka adalah umat yang banyak mendapat pujian dari Allah dan Rasul-Nya shalallahu ‘alaihi wassalam , karena memiliki banyak keutamaan yang tidak dimiliki oleh umat lainnya.
Keutamaan Shahabat Nabi dalam Al-Qur’an
“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka jannah (surga-surga) yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.” (At-Taubah:100)
Beberapa Hadits Rasulullah Tentang Keistimewaan Beberapa Sahabatnya
Sebagian Hadits tentang keutamaan beberapa Shahabat dibawah ini mencerminkan bagaimana Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam memuliakan para shahabatnya.
Profil Singkat Mengenai Rasul shallallaahu ‘alaihi wa sallam
Para pembaca semoga Allah subhaanahu wa ta’aalaa merahmati kita semua, ketahuilah bahwa cinta kepada Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam adalah sebuah kewajiban bagi setiap pribadi muslim. Seseorang bisa dipertanyakan akan keislamannya, ketika tidak memiliki kecintaan kepada beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Allah subhaanahu wa ta’aalaa berfirman:
”Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri” (Al-Ahzab: 6)
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidak beriman salah seorang dari kalian hingga menjadikan aku orang yang paling dicintainya, melebihi kecintaannya kepada orang tuanya, anaknya dan manusia seluruhnya.” HR al-Bukhari no. 15 & Muslim no. 44
Kecintaan kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam itu tidak akan terwujud kecuali dengan mengenal beliau secara lebih mendalam. Sehingga wajib bagi kita untuk mengenali beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan perjalanan hidup beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam.
Qur’an Melunakkan Hati Umar bin Khatab Yang Keras
Kisah tentang kemuliaan karakter dan ketegasan Umar bin Khatab radyallahu anhu telah menjadi kisah inspratif yang menggetarkan hati. Suatu kerinduan yang amat besar untuk bisa bertemu dan berkumpul dengan beliau kelak di akhirat, sehingga kita bisa mengenal langsung tokoh yang banyak dipuji oleh Rasulullah shalallahu alaihi wassalam.
KLIK DISINI untuk mendengarkan rekaman MP3 dari khutbah Jumat Ustadz Syamsul mengenai Umar bin Khatab radiyallahu anhu di Masjid Fatahillah Depok Juni 2012 lalu)
(http://www.4shared.com/mp3/uqDiVPPf/Ust_Syamsul_-_Quran_Melunakkan.html)
Anas bin Malik radhiallahu ’anhu menceritakan bahwa suatu ketika -dia bersama Nabi sedang keluar dari Masjid- ada seorang Arab Badui -di depan pintu masjid- yang berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Kapankah hari kiamat terjadi?” Maka, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya, “Apa yang sudah kamu persiapkan untuk menghadapinya?” Ia menjawab, “Kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya.” Nabi bersabda, “Kamu akan bersama orang yang kamu cintai.” Anas berkata, “Tidaklah kami merasa sangat bergembira setelah masuk Islam dengan kegembiraan yang lebih besar selain tatkala mendengar sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Kamu akan bersama dengan orang yang kamu cintai.’ Maka aku mencintai Allah, cinta Rasul-Nya, Abu Bakar, dan Umar. Aku pun berharap akan bersama mereka -di akherat- meskipun aku tidak bisa beramal seperti amal-amal mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim, lihat Syarh Muslim [8/234-235], kata-kata dalam tanda kurung diambil dari riwayat Bukhari)
Khalifah Umar Bin Khatab, Pemimpin Yang Penuh Tanggung Jawab
Khalifah Umar bin Khatab dikenal sebagai pemimpin yang sangat disayangi rakyatnya karena perhatian dan tanggungjawabnya yang luar biasa pada rakyatnya. Salah satu kebiasaannya adalah melakukan pengawasan langsung dan sendirian berkeliling kota mengawasi kehidupan rakyatnya. Inilah beberapa kisahnya.
Khalifah Umar bin Khatab radhiallahu’anhu Membantu Kelahiran Seorang Rakyatnya
Suatu hari Umar bin Khatab radhiallahu’anhu pergi dari rumah untuk mengetahui secara langsung keadaan rakyatnya. Dia bertemu dengan seorang laki-laki yang duduk dengan sedih dan gelisah di pintu masjid.
Umar bertanya, “Ada apa denganmu?” laki-laki itu menjawab, “Istriku hampir melahirkan, tetapi kami tidak memiliki apapun dan tidak seorangpun bersamanya.”.
4 Keluhan Rakyat pada Sa’id bin Amir al-Jumahi, sang Gubernur Zuhud dari Negeri Himsh
Sa’id bin Amir adalah salah seorang shahabat Nabi Shalallahu Alaihi Wasalam yang membeli akhirat dengan dunia, dan mementingkan keridhaan Allah dan pahala-Nya atas segala keinginan hawa nafsu dan syahwat badannya.. Ia meninggalkan kenikmatan dan godaan dunia walaupun dengan kedudukannya sebagai seorang gubernur lazimnya mudah mendapatkan kemewahan dunia.
Berikut ini kisah kezuhudannya, semoga bisa menjadi inspirasi bagi diri kita dan para pemimpin kita.
Mengenal Ciri-ciri dan Pribadi Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wasallam
Kelahiran Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
1. Allah Ta’ala berfirman:
“Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan mereka Al Kitab dan Al Hikmah dan sebelum itu, mereka benar-benar berada dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Ali Imran:164)
Ali bin Abi Thalib, Pemuda Cerdas Yang Menjadi Khalifah Islam Ke Empat
Nama Ali bin Abi Thalib bin Abdul Muththalib bin Hasyim. Abu Thalib adalah saudara kandung Abdullah bin Abdul Muththalib, ayah baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Jadi Ali bin Abi Thalib adalah saudara sepupu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau dijuluki Abul Hasan dan Abu Turab.
Semenjak kecil beliau hidup diasuh oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, karena ayahnya terlalu banyak beban dan tugas yang sangat banyak dan juga banyak keluarga yang harus dinafkahi, sedangkan Abu Thalib hanya memiliki sedikit harta semenjak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam masih anak-anak.
Baca entri selengkapnya »
Adi bin Hatim, Pemimpin Suku At-Thai Yang Dijanjikan Menyaksikan Tiga Kebesaran Islam
Nama lengkapnya adalah Adi bin Hatim bin Abdullah bin Saad bin Hasyraj At-Thai, dijuluki dengan Abu Wahab dan Abu Tarif. Sahabat yang masuk Islam pada tahun 9 H ini terkenal sebagai orator yang sangat pandai. Beliau adalah kepala suku Thai baik pada masa jahiliah maupun masa Islam. Dia mempunyai jasa besar dalam menumpas kaum murtad dan ikut serta dalam penaklukan Irak. Beliau berdomisili di Kota Kufah dan wafat di sana.
Aisyah binti Abu Bakar, Radhiyallahu ‘anha, Wanita Cerdas Yang Paling Banyak Meriwayatkan Hadits
Aisyah adalah istri Nabi Shallalahu ‘alaihi Wassalam putri Abu Bakar ash-Shiddiq teman dan orang yang paling dikasihi Nabi, Aisyah masuk Islam ketika masih kecil sesudah 18 orang yang lain. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam memperistrinya pada tahun 2 H.
Beliau mempelajari bahasa, Syair, ilmu kedokteran, nasab nasab dan hari hari Arab . Berkata Az-Zuhri “ Andaikata ilmu yang dikuasai Aisyah dibandingkan dengan yang dimiliki semua istri Nabi Shallallahu ’alaihi Wassalam dan ilmu seluruh wanita niscaya ilmu Aisyah yang lebih utama”. Urwah mengatakan “ aku tidak pernah melihat seorangpun yang mengerti ilmu kedokteran, syair dan fiqh melebihi Aisyah”.
Proses Perjalanan Ilmu Islam (As-Sunnah) Mulai Zaman Shahabat Nabi Hingga Hari Ini
Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda (artinya) :
“Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” [HR.Tirmidzi, Ahmad, Ad-Darimi, Abu Dawud. Dishahihkan oleh Al-Albani]
Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda (artinya) :
“Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan mencabutnya dari hamba-hamba. Akan tetapi Dia mencabutnya dengan diwafatkannya para ulama sehingga jika Allah tidak menyisakan seorang alim pun, maka orang-orang mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh. Kemudian mereka ditanya, mereka pun berfatwa tanpa dasar ilmu. Mereka sesat dan menyesatkan.” [HR. Al-Bukhari no. 100 dan Muslim no. 2673]
Cintailah Dia -Shallallahu alaihi wa sallam- Dengan Cara Yang Dia cintai!
Anas ibn Malik radhiallahu anhu berkata :
“Tak ada seorang pun di dunia ini yang lebih cinta kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam selain kami. Tetapi kami tak pernah bangkit berdiri untuk menyambut kedatangan beliau, disebabkan kami mengetahui yang demikian itu tak beliau sukai”
Kumpulan Kisah Menakjubkan Tentang Sikap Hati-hati (Wara’) dari Orang-orang Soleh Terdahulu
Hammad bin Zaid berkisah :
“Ketika aku bersama Ayahku, aku mengambil secuil pecahan bata dari tembok.
Ayahku menegurku: “Kenapa kamu ambil?”
Aku menjawab, “Ini hanya secuil tembok”
Ayahku berkata:
“Jika setiap orang mengambil secuil demi secuil, apakah akan tersisa tembok pada dinding ini..”
Ini hanya satu kisah sikap wara’ (kehati-hatian) seorang Salafus Soleh (orang-orang soleh terdahulu, yang hidup di zaman Rasulullah Shalallah ‘Alaihi Wasalam dan beberapa generasi sesudah wafatnya beliau). Perjalanan hidup mereka dipenuhi semerbak tetesan wewangian dalam gambaran menarik pada kewara’an dan jauhnya mereka dari perkara samar (yang kurang jelas hukumnya).
Marilah lebih jauh kita selami berbagai kisah sikap wara’ pada salafus solihin lainnya.
Baca entri selengkapnya »
Orang-orang Yang Pertama Kali Masuk Islam di Muka Bumi ini
Yang pertama kali menyambut dakwah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam adalah istrinya, yaitu Ummul Mukminin Khadijah binti Khuwailid.
Indahnya Akhlaqul Karimah
Bila kita mau menggali kembali warisan akhlak yang mulia sebagaimana yang telah diwariskan di dalam Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah, niscaya kita akan mendapati betapa indahnya Islam itu. Sungguh menyedihkan, tatkala menyaksikan banyak dari saudara-saudara kita kaum muslimin kurang memberikan perhatian terhadap masalah akhlak. Terlebih ketika menyaksikan generasi muda Islam yang mayoritas mereka tumbuh dan berkembang tidak di atas bimbingan akhlak yang mulia.
Seyogyanya, pendidikan akhlak kepada generasi muda dimulai semenjak mereka berada dalam masa kanak-kanak, baik dalam lingkungan keluarga maupun dalam sebuah lembaga pendidikan. Walaupun, pada akhirnya itu semua kembali kepada hidayah dari Allah ‘azza wa jalla. Namun setidaknya, telah ada upaya dengan penuh kesungguhan dari diri kita yang diiringi dengan doa kepada Allah ‘azza wa jalla. Semoga anak cucu kita menjadi generasi yang berakhlak dengan akhlak yang mulia.
Baca entri selengkapnya »
Kecemburuan Kaum Anshar Terhadap Rasulullah Shalallahu ‘Alahi Wasalam
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberi kemenangan bagi Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam dengan takluknya Quraisy dan kota Makkah (saat itu Rasulullah bermukim di kota Madinah). Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam pun berangkat menuju bukit Shafa lantas berdoa di sana.
Melihat kemenangan ini dan keadaan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam, sebagian sahabat Anshar (penduduk kota Madinah yang berjuang bersama Rasulullah, red) menjadi risau. Baca entri selengkapnya »
Tangan Rasulullah di dada Fadhalah bin ‘Umair Al-Mulawwih
Tidak semua penduduk Makkah menerima kekalahan mereka dan jatuhnya Makkah ke tangan kaum muslimin. Termasuk Fadhalah ketika itu.
Dia bertekad akan membunuh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam yang sedang thawaf di Ka’bah. Mengendap-endap Fadhalah mendekati Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam sambil menyiapkan belati untuk membunuh beliau.
Baca entri selengkapnya »
Khalifah Abu Bakar radhiallahu’anhu Menjadi Pelayan Nenek Buta
Pada masa Khulafa’ur Rasyidin para sahabat Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam dan para tabi’in berlomba-lomba berbuat kebaikan dengan membantu orang yang membutuhkan dan menolong orang yang teraniaya. Abu Bakar Ash-Shidiq radhiallahu’anhu dan Umar bin Khatab radhiallahu’anhu termasuk orang yang gigih berlomba-lomba dalam amal kebaikan yang mulia ini, yang pelakunya mendapatkan kebaikan besar di dunia dan banyak pahala di akhirat.
Sikap para Shahabat Terhadap Akal
Para shahabat sebagai manusia termulia diantara umat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang-orang yang paling paham dalam menempatkan akal mereka.
Baca entri selengkapnya »
Tujuan Diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam
Beliau adalah Muhammad bin ‘Abdullah, bin ‘Abdul Muthallib, bin Hasyim. Hasyim adalah termasuk suku Quraisy, suku Quraisy termasuk bangsa Arab, sedang bangsa Arab adalah termasuk keturunan Nabi Isma’il, putera Nabi Ibrahim Al-Khalil. Semoga Allah melimpahkan kepadanya dan kepada Nabi kita sebaik-baik shalawat dan salam.
Abu Darda, Pedagang Kaya Yang Fakir, Berhemat Di Dunia – Menabung Untuk Surga
Uwaimir bin Malik al-Khazraji yang lebih dikenal dengan nama Abu Darda tergolong seorang sahabat yang terlambat masuk kedalam Islam di zaman Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam. Sebelumnya ia sangat disibukkan dengan ketekunan perdagangannya dan keasyikannya menyembah berhala. Singkat cerita, dengan bantuan sahabatnya yang lebih dahulu masuk Islam, Abdullah bin Rawahah, akhirnya ia memeluk Islam. Dia sangat menyesal agak terlambat masuk Islam, karenanya ia sangat bersemangat mengejar ketertinggalannya dengan upaya-upaya yang luar biasa. Berikut ini kisahnya.
Baca entri selengkapnya »
Tangisan Abubakar Ash-Shiddiq radhiyallahu anhu Karena Khawatir Terhadap Dunia
Suatu saat Abu Bakar (radiyallahu anhu) meminta minum, maka dia diberi segelas air bercampur madu. Ketika sudah dekat mulutnya, maka dia menangis dan orang-orang di sekitarnya juga menangis. Lalu dia diam dan mereka pun diam. Kemudian dia kembali menangis sehingga mereka menyangka bahwa mereka tidak sanggup bertanya kepadanya. Kemudian dia mengusap wajahnya dan reda tangisannya.
Umar bin Abdul Aziz dan Lilin Negara
Siapa yang tak kenal Umar bin Abdul Aziz. Sosok pemimpin adil, arif, lagi berilmu. Banyak kisah teladan yang beliau tinggalkan untuk para peniti kebenaran. Inilah kisah ringkasnya.
Suatu hari datanglah seorang utusan dari salah satu daerah kepada beliau. Utusan itu sampai di depan pintu Umar bin Abdul Aziz dalam keadaan malam menjelang. Setelah mengetuk pintu seorang penjaga menyambutnya.
Baca entri selengkapnya »
Seorang Sahabat Menuntut Qishash Kepada Rasulullah Shalallahu ‘alayhi wasallam
Dalam suatu kesempatan menjelang akhir hayatnya, Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam berkata pada para sahabat, “Mungkin sebentar lagi Allah akan memanggilku, aku tak ingin di padang mahsyar nanti ada diantara kalian yang ingin menuntut balas karena perbuatanku pada kalian. Bila ada yang keberatan dengan perbuatanku pada kalian, sampaikanlah!”
Sahabat yang lain terdiam, siapa yang tega menuntut balas pada seorang utusan Allah yang selama hidupnya berjuang untuk menyelamatkan umatnya agar selalu berada di jalan keselamatan. Namun tanpa diduga ada seorang sahabat yang tiba-tiba bangkit dan berkata, “Dahulu ketika engkau memeriksa barisan di saat ingin pergi perang, kau meluruskan posisi aku dengan tongkatmu. Aku tak tahu apakah engkau sengaja atau tidak, tapi aku ingin menuntut qishash hari ini.”
Seorang Badui Bertanya Tentang Akhlak Rasululloh Shalallahu ‘Alaihi Wasallam
Beberapa saat setelah wafatnya Rasululloh Shalallahu ‘Alaihi Wasallam, seorang arab badui tiba di Mekkah dan menemui Umar ra. kemudian sang badui meminta, “Ceritakanlah padaku tentang akhlak Muhammad!”.
Umar ra menangis mendengar permintaan itu. Ia tak sanggup berkata apa-apa. Ia menyuruh Arab badui tersebut menemui Bilal. Setelah ditemui dan diajukan permintaan yang sama, Bilal pun menangis, ia tak sanggup menceritakan apapun. Bilal hanya dapat menyuruh orang tersebut menjumpai Ali bin Abi Thalib.
Kesederhanaan Kehidupan Rasululloh Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam
Ketika Islam telah memiliki pengaruh yang sedemikian kuat dan disegani, dan ketika para raja-raja di Romawi bergelimang harta, maka Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam masih saja tidur beralaskan tikar di rumahnya yang sederhana. Kalau ada pakaian yang koyak, Rasulullah menambalnya sendiri, tidak menyuruh isterinya. Beliau juga memerah sendiri susu kambing, untuk keperluan keluarga maupun untuk dijual.
Rahasia Senyum Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam
Diriwayatkan dari Jabir dalam sahih Bukhari dan Muslim, berkata, “Sejak aku masuk Islam, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam tidak pernah menghindar dariku. Dan beliau tidak melihatku kecuali beliau pasti tersenyum kepadaku.”
Cara Rasululloh Shalallahu ‘Alaihi Wasallam Dalam Menghormati Seorang Sahabat
Dikisahkan seorang sahabat terlambat datang ke majelis Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasalam.
Tempat sudah penuh sesak. Ia minta izin untuk mendapat tempat, namun sahabat yang lain tak bisa lagi memberinya tempat.
Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam Sebagai Seorang Suami
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang pribadi Nabi kita Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam,
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” Al Ahzab:21
Teladan Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam Dalam Menyayangi Hewan
Suatu hari untuk suatu tujuan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam keluar rumah dengan menunggangi untanya. Abdullah bin Ja’far ikut membonceng di belakang. Ketika mereka sampai di pagar salah salah seorang kalangan Anshar, tiba-tiba terdengar lenguhan seekor unta. Unta itu menjulurkan lehernya ke arah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam. Ia merintih. Air matanya jatuh berderai. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam mendatanginya. Beliau mengusap belakang telinga unta itu. Unta itu pun tenang. Diam.
Abu Bakar Ash-Shidiq radyallahu anhu, Sahabat Yang Dijamin Masuk Syurga
Ia Adalah Orang Pertama Yang Akan Masuk Surga Setelah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasalaam
Ketika Rasulullah Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam menceritakan suatu kisah yang berkaitan dengan peristiwa Isra Mi’raj, beliau berkata, “kemudian Jibril menarik tanganku untuk menunjukkan kepadaku pintu surga yang akan dimasuki oleh umatku.” Mendengar cerita Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam, maka Abu Bakar radiallahu anhu. berkata dengan penuh semangat dan kerinduan, “Wahai Rasulullah aku ingin berada denganmu ketika itu, sehingga aku juga dapat melihat pintu surga tersebut.”
Sekilas Tentang Abu Bakar Ash-Shidiq ra
Namanya ialah Abdullah Bin Utsman bin ‘Aamir Al Quraisyi Abu Bakar Bin Abi Qahafah Attaymi. Ia merupakan Khalifah Ar-Rasyidin yang pertama dan salah satu dari sepuluh orang yang dijamin masuk surga tanpa dihisab. Ia termasuk orang-orang yg paling pertama masuk islam dan orang dewasa laki-laki pertama yang masuk Islam.
Uwais Al Qarni, Terkenal Di Langit Tapi tak Dikenal di Bumi
Pada zaman Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam, ada seorang pemuda bermata biru, rambutnya merah, pundaknya lapang panjang, berpenampilan cukup tampan, kulitnya kemerah-merahan, dagunya menempel di dada selalu melihat pada tempat sujudnya, tangan kanannya menumpang pada tangan kirinya, ahli membaca Al Qur’an dan matanya mudah meneteskan airmata, pakaiannya hanya dua helai sudah kusut yang satu untuk penutup badan dan yang satunya untuk selendangan, tiada orang yang menghiraukan, tak dikenal oleh penduduk bumi akan tetapi sangat terkenal di langit.
Baca entri selengkapnya »
Abu Dzar Al Ghifari (radiallahu anhu), Pejuang Sebatang Kara
Di lembah Waddan yang menghubungkan Makkah dengan dunia luar, tinggallah kabilah Ghiffar. Mereka hidup sangat berkekurangan dan tergantung pada pemberian kafilah saudagar Quraisy yang pulang pergi ke Syam. Tidak jarang pula mereka merampok kafilah-kafilah yang lewat di situ, apabila permintaan mereka tidak dipenuhi. Tak heran bila suku ini dikenal dengan sebutan binatang buas malam dan hantu kegelapan. Jundub bin Junadah alias Abu Dzar adalah pemuda Ghifar yang lain dari yang lain, baik segi keberaniannya, maupun kecerdasannya dan jangkauan pemikirannya. Dia pemberani, berpikiran cemerlang dan berpandangan jauh ke depan.





































