Arsip untuk
14 Mei 2012 pada 22:21 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 1. Urgensi Belajar Islam & Menuntut Ilmu, 4. Sahabat Rasululloh, 7. Biografi Ulama

“Kami dahulu berada di negeri Mesir selama tujuh bulan dan belum pernah sempat merasakan kuah daging. Siang kami gunakan untuk keliling menuntut ilmu ke majelis para ulama, dan malam harinya untuk pertemuan dan mencatat. Ketika kami datang ke seorang ulama kami dikabari bahwa dia sakit, maka kami kembali dan kami temukan di jalan ada ikan dijual maka kami membelinya. Dan kami bertiga, sampailah kami ke rumah, namun kami sadari jadwal majelis berikutnya telah tiba, maka kami segera pergi tanpa sempat menyantap ikan tersebut. Demikian berlangsung tiga hari sehingga kami tidak sempat memberikan ikan ini kepada yang bisa membakarnya, kemudian kami memakan ikan tersebut setelah tiga hari dalam keadaan sudah tidak baik kondisinya. (seperti dituturkan Ibnu Abi Hatim rahimahullah )
Tidaklah mereka (para ulama) menyia-nyiakan waktu mereka, bersungguh-sungguh siang dan sore. Tidak akan diraih ilmu ini dengan berleha-leha. Mereka wafat di atas sunnah, dan di atas kebaikan, Allah menjadikan ilmunya bermanfaat bagi negara dan umat, hingga hari ini sehingga kita bisa ikut menikmati karya tulis mereka.
Baca entri selengkapnya »
6 Mei 2012 pada 11:38 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 4. Kisah Teladan, 4. Sahabat Rasululloh and tagged: gubernur, keluhan rakyat, keteladanan, kisah islam, kisah muslim, kisah teladan, pemimpin islam, pemimpin masa kini, pemimpin muslim, pemimpin teladan, pemimpin zuhud, pilkada, rendah hati

Sa’id bin Amir adalah salah seorang shahabat Nabi Shalallahu Alaihi Wasalam yang membeli akhirat dengan dunia, dan mementingkan keridhaan Allah dan pahala-Nya atas segala keinginan hawa nafsu dan syahwat badannya.. Ia meninggalkan kenikmatan dan godaan dunia walaupun dengan kedudukannya sebagai seorang gubernur lazimnya mudah mendapatkan kemewahan dunia.
Berikut ini kisah kezuhudannya, semoga bisa menjadi inspirasi bagi diri kita dan para pemimpin kita.
Baca entri selengkapnya »
7 November 2011 pada 07:34 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 1. Mengenal Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wasallam

Kelahiran Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
1. Allah Ta’ala berfirman:
“Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan mereka Al Kitab dan Al Hikmah dan sebelum itu, mereka benar-benar berada dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Ali Imran:164)
Baca entri selengkapnya »
7 November 2011 pada 07:33 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 4. Sahabat Rasululloh
Nama Ali bin Abi Thalib bin Abdul Muththalib bin Hasyim. Abu Thalib adalah saudara kandung Abdullah bin Abdul Muththalib, ayah baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Jadi Ali bin Abi Thalib adalah saudara sepupu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau dijuluki Abul Hasan dan Abu Turab.
Semenjak kecil beliau hidup diasuh oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, karena ayahnya terlalu banyak beban dan tugas yang sangat banyak dan juga banyak keluarga yang harus dinafkahi, sedangkan Abu Thalib hanya memiliki sedikit harta semenjak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam masih anak-anak.
7 November 2011 pada 07:32 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 4. Sahabat Rasululloh

Nama lengkapnya adalah Adi bin Hatim bin Abdullah bin Saad bin Hasyraj At-Thai, dijuluki dengan Abu Wahab dan Abu Tarif. Sahabat yang masuk Islam pada tahun 9 H ini terkenal sebagai orator yang sangat pandai. Beliau adalah kepala suku Thai baik pada masa jahiliah maupun masa Islam. Dia mempunyai jasa besar dalam menumpas kaum murtad dan ikut serta dalam penaklukan Irak. Beliau berdomisili di Kota Kufah dan wafat di sana.
Baca entri selengkapnya »
7 November 2011 pada 07:31 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 3. Keluarga Rasululloh, 4. Sahabat Rasululloh

Aisyah adalah istri Nabi Shallalahu ‘alaihi Wassalam putri Abu Bakar ash-Shiddiq teman dan orang yang paling dikasihi Nabi, Aisyah masuk Islam ketika masih kecil sesudah 18 orang yang lain. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam memperistrinya pada tahun 2 H.
Beliau mempelajari bahasa, Syair, ilmu kedokteran, nasab nasab dan hari hari Arab . Berkata Az-Zuhri “ Andaikata ilmu yang dikuasai Aisyah dibandingkan dengan yang dimiliki semua istri Nabi Shallallahu ’alaihi Wassalam dan ilmu seluruh wanita niscaya ilmu Aisyah yang lebih utama”. Urwah mengatakan “ aku tidak pernah melihat seorangpun yang mengerti ilmu kedokteran, syair dan fiqh melebihi Aisyah”.
Baca entri selengkapnya »
24 Oktober 2011 pada 08:02 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 4. Sahabat Rasululloh, 5. Cara dan Ketelitian dalam Belajar Agama, 6. Tentang Ulama dan Kepada Siapa Kita Berguru ?, 7. Biografi Ulama
Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda (artinya) :
“Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” [HR.Tirmidzi, Ahmad, Ad-Darimi, Abu Dawud. Dishahihkan oleh Al-Albani]
Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda (artinya) :
“Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan mencabutnya dari hamba-hamba. Akan tetapi Dia mencabutnya dengan diwafatkannya para ulama sehingga jika Allah tidak menyisakan seorang alim pun, maka orang-orang mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh. Kemudian mereka ditanya, mereka pun berfatwa tanpa dasar ilmu. Mereka sesat dan menyesatkan.” [HR. Al-Bukhari no. 100 dan Muslim no. 2673]
Baca entri selengkapnya »
21 Oktober 2011 pada 09:44 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 4. Sahabat Rasululloh

Sesungguhnya para shahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya serta di sisi kaum mukminin. Allah subhanahu wa ta’ala telah memuji mereka di dalam Al Qur`anul Karim, mengkhabarkan keridhaan-Nya kepada mereka dan keridhaan mereka kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Di antaranya adalah firman Allah subhanahu wa ta’ala:
“Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (Ali Imran: 110)
“Orang-orang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha pada mereka dan merekapun ridha kepada Allah.” (At-Taubah: 100)
“Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dulu (masuk al-jannah). Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah). Berada dalam al-jannah yang penuh dengan kenikmatan.” (Al-Waqi’ah: 10-12)
Baca entri selengkapnya »
9 Mei 2011 pada 15:13 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 03. Jalan Untuk Memperbanyak Amal & Ibadah, 2. Akhlak & Pensucian Hati, 4. Kisah Teladan, 4. Sahabat Rasululloh
Hammad bin Zaid berkisah :
“Ketika aku bersama Ayahku, aku mengambil secuil pecahan bata dari tembok.
Ayahku menegurku: “Kenapa kamu ambil?”
Aku menjawab, “Ini hanya secuil tembok”
Ayahku berkata:
“Jika setiap orang mengambil secuil demi secuil, apakah akan tersisa tembok pada dinding ini..”
Ini hanya satu kisah sikap wara’ (kehati-hatian) seorang Salafus Soleh (orang-orang soleh terdahulu, yang hidup di zaman Rasulullah Shalallah ‘Alaihi Wasalam dan beberapa generasi sesudah wafatnya beliau). Perjalanan hidup mereka dipenuhi semerbak tetesan wewangian dalam gambaran menarik pada kewara’an dan jauhnya mereka dari perkara samar (yang kurang jelas hukumnya).
Marilah lebih jauh kita selami berbagai kisah sikap wara’ pada salafus solihin lainnya.
18 Maret 2011 pada 22:07 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Akhlak & Pensucian Hati, 2. Akhlak & Teladan Rasululloh, 4. Adab Pergaulan Muslim

Bila kita mau menggali kembali warisan akhlak yang mulia sebagaimana yang telah diwariskan di dalam Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah, niscaya kita akan mendapati betapa indahnya Islam itu. Sungguh menyedihkan, tatkala menyaksikan banyak dari saudara-saudara kita kaum muslimin kurang memberikan perhatian terhadap masalah akhlak. Terlebih ketika menyaksikan generasi muda Islam yang mayoritas mereka tumbuh dan berkembang tidak di atas bimbingan akhlak yang mulia.
Seyogyanya, pendidikan akhlak kepada generasi muda dimulai semenjak mereka berada dalam masa kanak-kanak, baik dalam lingkungan keluarga maupun dalam sebuah lembaga pendidikan. Walaupun, pada akhirnya itu semua kembali kepada hidayah dari Allah ‘azza wa jalla. Namun setidaknya, telah ada upaya dengan penuh kesungguhan dari diri kita yang diiringi dengan doa kepada Allah ‘azza wa jalla. Semoga anak cucu kita menjadi generasi yang berakhlak dengan akhlak yang mulia.
7 Februari 2010 pada 11:35 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 1. Mengenal Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wasallam, 4. Sahabat Rasululloh

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberi kemenangan bagi Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam dengan takluknya Quraisy dan kota Makkah (saat itu Rasulullah bermukim di kota Madinah). Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam pun berangkat menuju bukit Shafa lantas berdoa di sana.
Melihat kemenangan ini dan keadaan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam, sebagian sahabat Anshar (penduduk kota Madinah yang berjuang bersama Rasulullah, red) menjadi risau. Baca entri selengkapnya »
7 Februari 2010 pada 11:21 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Akhlak & Teladan Rasululloh, 4. Sahabat Rasululloh, 5. Kisah Muallaf

Tidak semua penduduk Makkah menerima kekalahan mereka dan jatuhnya Makkah ke tangan kaum muslimin. Termasuk Fadhalah ketika itu.
Dia bertekad akan membunuh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam yang sedang thawaf di Ka’bah. Mengendap-endap Fadhalah mendekati Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam sambil menyiapkan belati untuk membunuh beliau.
24 Desember 2009 pada 19:13 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 4. Kisah Teladan, 4. Sahabat Rasululloh
Pada masa Khulafa’ur Rasyidin para sahabat Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam dan para tabi’in berlomba-lomba berbuat kebaikan dengan membantu orang yang membutuhkan dan menolong orang yang teraniaya. Abu Bakar Ash-Shidiq radhiallahu’anhu dan Umar bin Khatab radhiallahu’anhu termasuk orang yang gigih berlomba-lomba dalam amal kebaikan yang mulia ini, yang pelakunya mendapatkan kebaikan besar di dunia dan banyak pahala di akhirat.
Baca entri selengkapnya »
8 September 2009 pada 20:03 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 4. Sahabat Rasululloh, 5. Sabar Pada Cobaan Allah
Para sahabat Nabi radhiyallahu ‘anhum yang telah mendapatkan kemuliaan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala di dunia dan di akhirat –bahkan sebagiannya mendapatkan jaminan masuk surga– juga tidak luput dari berbagai ujian. Menggali perjalanan hidup mereka akan mendapatkan buah yang matang lagi harum dan lezat. Meski untuk bisa memetiknya harus melangkahi duri-duri nan tajam dan jurang yang curam lagi berbahaya. Selain itu, bila hati sedang hidup ketika menggali perjalanan hidup mereka, niscaya mata ini akan berlinangan air mata.
Baca entri selengkapnya »
8 September 2009 pada 19:45 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Akhlak & Teladan Rasululloh, 5. Sabar Pada Cobaan Allah
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdakwah di kota Makkah selama 13 tahun, memperbaiki kerusakan aqidah dan moral.
Dengan keuletan dan keberanian beliau menghadapi segala tantangan dan risiko, serta pengorbanan yang tidak terhitung, akhirnya beberapa orang dengan hidayah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala masuk ke dalam agama yang dibawanya.
24 Agustus 2009 pada 19:14 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 4. Kisah Teladan, 4. Sahabat Rasululloh

Suatu hari Umar bin Khatab radhiallahu’anhu pergi dari rumah untuk mengetahui secara langsung keadaan rakyatnya. Dia bertemu dengan seorang laki-laki yang duduk dengan sedih dan gelisah di pintu masjid.
Umar bertanya, “Ada apa denganmu?” laki-laki itu menjawab, “Istriku hampir melahirkan, tetapi kami tidak memiliki apapun dan tidak seorangpun bersamanya.”.
15 Juni 2009 pada 15:52 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 03. Jalan Untuk Memperbanyak Amal & Ibadah, 4. Kisah Teladan, 4. Sahabat Rasululloh
Uwaimir bin Malik al-Khazraji yang lebih dikenal dengan nama Abu Darda tergolong seorang sahabat yang terlambat masuk kedalam Islam di zaman Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam. Sebelumnya ia sangat disibukkan dengan ketekunan perdagangannya dan keasyikannya menyembah berhala. Singkat cerita, dengan bantuan sahabatnya yang lebih dahulu masuk Islam, Abdullah bin Rawahah, akhirnya ia memeluk Islam. Dia sangat menyesal agak terlambat masuk Islam, karenanya ia sangat bersemangat mengejar ketertinggalannya dengan upaya-upaya yang luar biasa. Berikut ini kisahnya.
9 Juni 2009 pada 22:44 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 4. Arti Kehidupan Dunia, 4. Sahabat Rasululloh

Suatu saat Abu Bakar (radiyallahu anhu) meminta minum, maka dia diberi segelas air bercampur madu. Ketika sudah dekat mulutnya, maka dia menangis dan orang-orang di sekitarnya juga menangis. Lalu dia diam dan mereka pun diam. Kemudian dia kembali menangis sehingga mereka menyangka bahwa mereka tidak sanggup bertanya kepadanya. Kemudian dia mengusap wajahnya dan reda tangisannya.
Baca entri selengkapnya »
8 Juni 2009 pada 21:41 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 4. Kisah Teladan, 4. Sahabat Rasululloh
Siapa yang tak kenal Umar bin Abdul Aziz. Sosok pemimpin adil, arif, lagi berilmu. Banyak kisah teladan yang beliau tinggalkan untuk para peniti kebenaran. Inilah kisah ringkasnya.
Suatu hari datanglah seorang utusan dari salah satu daerah kepada beliau. Utusan itu sampai di depan pintu Umar bin Abdul Aziz dalam keadaan malam menjelang. Setelah mengetuk pintu seorang penjaga menyambutnya.
27 Mei 2009 pada 09:47 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Akhlak & Teladan Rasululloh
Dalam suatu kesempatan menjelang akhir hayatnya, Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam berkata pada para sahabat, “Mungkin sebentar lagi Allah akan memanggilku, aku tak ingin di padang mahsyar nanti ada diantara kalian yang ingin menuntut balas karena perbuatanku pada kalian. Bila ada yang keberatan dengan perbuatanku pada kalian, sampaikanlah!”
Sahabat yang lain terdiam, siapa yang tega menuntut balas pada seorang utusan Allah yang selama hidupnya berjuang untuk menyelamatkan umatnya agar selalu berada di jalan keselamatan. Namun tanpa diduga ada seorang sahabat yang tiba-tiba bangkit dan berkata, “Dahulu ketika engkau memeriksa barisan di saat ingin pergi perang, kau meluruskan posisi aku dengan tongkatmu. Aku tak tahu apakah engkau sengaja atau tidak, tapi aku ingin menuntut qishash hari ini.”
Baca entri selengkapnya »
27 Mei 2009 pada 09:38 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Akhlak & Teladan Rasululloh
Beberapa saat setelah wafatnya Rasululloh Shalallahu ‘Alaihi Wasallam, seorang arab badui tiba di Mekkah dan menemui Umar ra. kemudian sang badui meminta, “Ceritakanlah padaku tentang akhlak Muhammad!”.
Umar ra menangis mendengar permintaan itu. Ia tak sanggup berkata apa-apa. Ia menyuruh Arab badui tersebut menemui Bilal. Setelah ditemui dan diajukan permintaan yang sama, Bilal pun menangis, ia tak sanggup menceritakan apapun. Bilal hanya dapat menyuruh orang tersebut menjumpai Ali bin Abi Thalib.
Baca entri selengkapnya »
27 Mei 2009 pada 09:24 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Akhlak & Teladan Rasululloh
Ketika Islam telah memiliki pengaruh yang sedemikian kuat dan disegani, dan ketika para raja-raja di Romawi bergelimang harta, maka Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam masih saja tidur beralaskan tikar di rumahnya yang sederhana. Kalau ada pakaian yang koyak, Rasulullah menambalnya sendiri, tidak menyuruh isterinya. Beliau juga memerah sendiri susu kambing, untuk keperluan keluarga maupun untuk dijual.
Baca entri selengkapnya »
27 Mei 2009 pada 08:28 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Akhlak & Teladan Rasululloh
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang pribadi Nabi kita Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam,
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” Al Ahzab:21
Baca entri selengkapnya »
27 Mei 2009 pada 08:11 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Akhlak & Teladan Rasululloh
Suatu hari untuk suatu tujuan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam keluar rumah dengan menunggangi untanya. Abdullah bin Ja’far ikut membonceng di belakang. Ketika mereka sampai di pagar salah salah seorang kalangan Anshar, tiba-tiba terdengar lenguhan seekor unta. Unta itu menjulurkan lehernya ke arah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam. Ia merintih. Air matanya jatuh berderai. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam mendatanginya. Beliau mengusap belakang telinga unta itu. Unta itu pun tenang. Diam.
Baca entri selengkapnya »
27 Mei 2009 pada 02:13 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 4. Sahabat Rasululloh
Khalifah Umar bin Khatab dikenal sebagai pemimpin yang sangat disayangi rakyatnya karena perhatian dan tanggungjawabnya yang luar biasa pada rakyatnya. Salah satu kebiasaannya adalah melakukan pengawasan langsung dan sendirian berkeliling kota mengawasi kehidupan rakyatnya. Inilah beberapa kisahnya.
Baca entri selengkapnya »
27 Mei 2009 pada 02:10 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 4. Sahabat Rasululloh
Ia Adalah Orang Pertama Yang Akan Masuk Surga Setelah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasalaam
Ketika Rasulullah Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam menceritakan suatu kisah yang berkaitan dengan peristiwa Isra Mi’raj, beliau berkata, “kemudian Jibril menarik tanganku untuk menunjukkan kepadaku pintu surga yang akan dimasuki oleh umatku.” Mendengar cerita Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam, maka Abu Bakar radiallahu anhu. berkata dengan penuh semangat dan kerinduan, “Wahai Rasulullah aku ingin berada denganmu ketika itu, sehingga aku juga dapat melihat pintu surga tersebut.”
Baca entri selengkapnya »
27 Mei 2009 pada 01:44 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 4. Sahabat Rasululloh
Namanya ialah Abdullah Bin Utsman bin ‘Aamir Al Quraisyi Abu Bakar Bin Abi Qahafah Attaymi. Ia merupakan Khalifah Ar-Rasyidin yang pertama dan salah satu dari sepuluh orang yang dijamin masuk surga tanpa dihisab. Ia termasuk orang-orang yg paling pertama masuk islam dan orang dewasa laki-laki pertama yang masuk Islam.
Baca entri selengkapnya »
27 Mei 2009 pada 01:32 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 4. Sahabat Rasululloh
Pada zaman Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam, ada seorang pemuda bermata biru, rambutnya merah, pundaknya lapang panjang, berpenampilan cukup tampan, kulitnya kemerah-merahan, dagunya menempel di dada selalu melihat pada tempat sujudnya, tangan kanannya menumpang pada tangan kirinya, ahli membaca Al Qur’an dan matanya mudah meneteskan airmata, pakaiannya hanya dua helai sudah kusut yang satu untuk penutup badan dan yang satunya untuk selendangan, tiada orang yang menghiraukan, tak dikenal oleh penduduk bumi akan tetapi sangat terkenal di langit.
27 Mei 2009 pada 01:05 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 4. Sahabat Rasululloh
Di lembah Waddan yang menghubungkan Makkah dengan dunia luar, tinggallah kabilah Ghiffar. Mereka hidup sangat berkekurangan dan tergantung pada pemberian kafilah saudagar Quraisy yang pulang pergi ke Syam. Tidak jarang pula mereka merampok kafilah-kafilah yang lewat di situ, apabila permintaan mereka tidak dipenuhi. Tak heran bila suku ini dikenal dengan sebutan binatang buas malam dan hantu kegelapan. Jundub bin Junadah alias Abu Dzar adalah pemuda Ghifar yang lain dari yang lain, baik segi keberaniannya, maupun kecerdasannya dan jangkauan pemikirannya. Dia pemberani, berpikiran cemerlang dan berpandangan jauh ke depan.
Baca entri selengkapnya »
27 Mei 2009 pada 00:56 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 4. Sahabat Rasululloh
Siapa tak kenal Bilal bin Rabah. Ia merupakan muadzin pertama yang dimiliki umat Islam. Bilal juga termasuk golongan pertama yang masuk Islam atau tepatnya orang ketujuh yang masuk Islam pertama kali. Persentuhan Bilal dengan Islam dimulai ketika ia masih menjadi budak Umayyah. Perbincangan Umayyah dengan tamunya soal kehadiran agama baru yang dibawa Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam secara tak sengaja terdengar oleh Bilal.
Baca entri selengkapnya »
26 Mei 2009 pada 17:28 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 4. Muslimah Teladan, 4. Sahabat Rasululloh
Ia seorang wanita keturunan bangsawan dari kabilah Anshar suku Khazraj memiliki sifat keibuan dan berwajah manis menawan. Selain itu ia juga berotak cerdas penuh kehati-hatian dalam bersikap, dewasa dan berakhlak mulia, sehingga dengan sifat-sifatnya yang istimewa itulah pamannya yang bernama Malik bin Nadhar melirik dan mempersuntingnya. Rumaisha Ummu Sulaim binti Milhan bin Khalid bin Zaid bin Malik adalah satu dari wanita saliha yang memiliki kedudukan istimewa di mata Rasulullah.
Baca entri selengkapnya »