Arsip untuk 2. Akhlak & Teladan Rasululloh

Cintailah Dia -Shallallahu alaihi wa sallam- Dengan Cara Yang Dia cintai!

 Anas ibn Malik radhiallahu anhu berkata :

“Tak ada seorang pun di dunia ini yang lebih cinta kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam selain kami. Tetapi kami tak pernah bangkit berdiri untuk menyambut kedatangan beliau, disebabkan kami mengetahui yang demikian itu tak beliau sukai”

Baca entri selengkapnya »

Teladan Kesabaran dan Kelembutan Rasulullah Shallallahu `Alaihi Wa Sallam Dalam Menyampaikan Nasihat

 

Memang, marah karena Allah termasuk hikmah. Bahkan, tanda keimanan seseorang pun ditandai dengan marah dan benci karena Allah. Yaitu, marah dan benci terhadap kekufuran, kebid’ahan dan kemaksiatan.

Tetapi bersabarlah! Kendalikan emosi. Siapa tahu mereka itu orang-orang bodoh yang membutuhkan pelajaran. Kalau itu yang terjadi, ajarilah mereka dengan lemah lembut!

Baca entri selengkapnya »

Indahnya Akhlaqul Karimah

 

Bila kita mau menggali kembali warisan akhlak yang mulia sebagaimana yang telah diwariskan di dalam Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah, niscaya kita akan mendapati betapa indahnya Islam itu. Sungguh menyedihkan, tatkala menyaksikan banyak dari saudara-saudara kita kaum muslimin kurang memberikan perhatian terhadap masalah akhlak. Terlebih ketika menyaksikan generasi muda Islam yang mayoritas mereka tumbuh dan berkembang tidak di atas bimbingan akhlak yang mulia.

Seyogyanya, pendidikan akhlak kepada generasi muda dimulai semenjak mereka berada dalam masa kanak-kanak, baik dalam lingkungan keluarga maupun dalam sebuah lembaga pendidikan. Walaupun, pada akhirnya itu semua kembali kepada hidayah dari Allah ‘azza wa jalla. Namun setidaknya, telah ada upaya dengan penuh kesungguhan dari diri kita yang diiringi dengan doa kepada Allah ‘azza wa jalla. Semoga anak cucu kita menjadi generasi yang berakhlak dengan akhlak yang mulia.

Baca entri selengkapnya »

Tangan Rasulullah di dada Fadhalah bin ‘Umair Al-Mulawwih

Tidak semua penduduk Makkah menerima kekalahan mereka dan jatuhnya Makkah ke tangan kaum muslimin. Termasuk Fadhalah ketika itu.
Dia bertekad akan membunuh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam yang sedang thawaf di Ka’bah. Mengendap-endap Fadhalah mendekati Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam sambil menyiapkan belati untuk membunuh beliau.

Baca entri selengkapnya »

Kesabaran Rasulullah Dalam Berdakwah

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdakwah di kota Makkah selama 13 tahun, memperbaiki kerusakan aqidah dan moral.

Dengan keuletan dan keberanian beliau menghadapi segala tantangan dan risiko, serta pengorbanan yang tidak terhitung, akhirnya beberapa orang dengan hidayah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala masuk ke dalam agama yang dibawanya.

Baca entri selengkapnya »

Seorang Sahabat Menuntut Qishash Kepada Rasulullah sallAllahu ‘alayhi wasallam

Dalam suatu kesempatan menjelang akhir hayatnya, Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam berkata pada para sahabat, “Mungkin sebentar lagi Allah akan memanggilku, aku tak ingin di padang mahsyar nanti ada diantara kalian yang ingin menuntut balas karena perbuatanku pada kalian. Bila ada yang keberatan dengan perbuatanku pada kalian, sampaikanlah!”

Sahabat yang lain terdiam, siapa yang tega menuntut balas pada seorang utusan Allah yang selama hidupnya berjuang untuk menyelamatkan umatnya agar selalu berada di jalan keselamatan. Namun tanpa diduga ada seorang sahabat yang tiba-tiba bangkit dan berkata, “Dahulu ketika engkau memeriksa barisan di saat ingin pergi perang, kau meluruskan posisi aku dengan tongkatmu. Aku tak tahu apakah engkau sengaja atau tidak, tapi aku ingin menuntut qishash hari ini.”

Baca entri selengkapnya »

Seorang Badui Bertanya Tentang Akhlak Rasululloh Shalallahu ‘Alaihi Wasallam

Beberapa saat setelah wafatnya Rasululloh Shalallahu ‘Alaihi Wasallam, seorang arab badui tiba di Mekkah dan menemui Umar ra. kemudian sang badui meminta, “Ceritakanlah padaku tentang akhlak Muhammad!”.

Umar ra menangis mendengar permintaan itu. Ia tak sanggup berkata apa-apa. Ia menyuruh Arab badui tersebut menemui Bilal. Setelah ditemui dan diajukan permintaan yang sama, Bilal pun menangis, ia tak sanggup menceritakan apapun. Bilal hanya dapat menyuruh orang tersebut menjumpai Ali bin Abi Thalib.

Baca entri selengkapnya »

Kesederhanaan Kehidupan Rasululloh Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam

Ketika Islam telah memiliki pengaruh yang sedemikian kuat dan disegani, dan ketika para raja-raja di Romawi bergelimang harta, maka Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam masih saja tidur beralaskan tikar di rumahnya yang sederhana. Kalau ada pakaian yang koyak, Rasulullah menambalnya sendiri, tidak menyuruh isterinya. Beliau juga memerah sendiri susu kambing, untuk keperluan keluarga maupun untuk dijual.

Baca entri selengkapnya »

Rahasia Senyum Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam

Diriwayatkan dari Jabir dalam sahih Bukhari dan Muslim, berkata, “Sejak aku masuk Islam, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam tidak pernah menghindar dariku. Dan beliau tidak melihatku kecuali beliau pasti tersenyum kepadaku.”

Baca entri selengkapnya »

Cara Rasululloh Shalallahu ‘Alaihi Wasallam Dalam Menghormati Seorang Sahabat

Dikisahkan seorang sahabat terlambat datang ke majelis Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasalam.

Tempat sudah penuh sesak. Ia minta izin untuk mendapat tempat, namun sahabat yang lain tak bisa lagi memberinya tempat.

Baca entri selengkapnya »

Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam Sebagai Seorang Suami

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang pribadi Nabi kita Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam,
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” Al Ahzab:21

Baca entri selengkapnya »

Teladan Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam Dalam Menyayangi Hewan

Suatu hari untuk suatu tujuan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam keluar rumah dengan menunggangi untanya. Abdullah bin Ja’far ikut membonceng di belakang. Ketika mereka sampai di pagar salah salah seorang kalangan Anshar, tiba-tiba terdengar lenguhan seekor unta. Unta itu menjulurkan lehernya ke arah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam. Ia merintih. Air matanya jatuh berderai. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam mendatanginya. Beliau mengusap belakang telinga unta itu. Unta itu pun tenang. Diam.

Baca entri selengkapnya »