Arsip untuk 3. Mengenali Musuh Perusak Iman
11 Mei 2012 pada 10:43 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 1. Memperkuat Aqidah dan Keimanan, 3. Mengenali Musuh Perusak Iman, 9. Meningkatkan Keimanan

“Iblis menjawab : “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan menghalangi mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan belakang mereka, dari kanan dan kiri mereka dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).” (Al-A’raf : 16-17)
Di dalam ayat ini Allah Ta’ala mengisahkan tentang Iblis yang bersumpah untuk menyesatkan Bani Adam dari jalan yang lurus sekuat tenaga dengan berbagai cara dan dari segala arah dengan berbagai taktik dan strategi.
Ibnul Qoyyim rahimahullah dalam kitabnya Ighosatul Lahfan menjelaskan : “Jalan yang dilalui oleh insan ada empat, (tidak lebih) ia terkadang arah depan dan arah belakang di jalan manapun ia lalui, ia akan menjumpai syaithan mengintai. Bila menempuh jalan ketaatan, ia menjumpai syaithan siap menghalangi atau memperlambat laju jalannya bila ia menempuh jalur kemaksiatan, ia akan menjumpai syaithan siap mendukungnya“.
Baca entri selengkapnya »
3 Desember 2011 pada 17:57 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 3. Mengenali Musuh Perusak Iman, 5. Cara dan Ketelitian dalam Belajar Agama, 8. Syirik, Bid'ah dan Perusak Aqidah lainnya

Berkata Abu Hurairah-radhiyallahu ‘anhu- dari Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
“Akan datang pada manusia tahun-tahun yang menipu; di dalamnya pendusta dibenarkan, orang jujur didustakan; orang yang penipu dipercaya, dan orang yang amanah dianggap pengkhianat, serta ruwaibidhoh ikut berbicara”. Ada yang bertanya, “Apa itu ruwaibidhoh (orang lemah)?” Beliau bersabda, “Dia adalah seorang hina (dungu) berkomentar tentang urusan umum”. [HR. Ibnu Majah dalam Kitab Al-Fitan (4036). Hadits ini di-shohih-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Ash-Shohihah (no.1887)]
Jangan Tertipu dengan Kemajuan kaum kafir, dan Bersedih atas Kemunduran Kaum Muslimin dalam Perkara Keduniaan
Baca entri selengkapnya »
12 Juli 2011 pada 20:32 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Tanda-tanda Kiamat dan Akhir Zaman, 3. Mengenali Musuh Perusak Iman, 4. Masalah Terkini Umat Islam, 6. Tentang Ulama dan Kepada Siapa Kita Berguru ?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda dalam sebuah hadits:
“Masa saling berdekatan, ilmu berkurang, kepelitan tersebar, berbagai fitnah muncul, dan banyak kekacauan.” Mereka bertanya: ”wahai Rasulullah, apakah kekacauan itu?’ Beliau menjawab: “pembunuhan demi pembunuhan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu)
Disini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah memberitakan tentang sebuah masa yang sangat buruk. Di mana ilmu berkurang, kepelitan tersebar, serta muncul berbagai fitnah, dan kekecauan. Masa kita ini adalah saat yang tepat untuk kita memahami hadits diatas.
24 Juni 2010 pada 21:36 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 1. Jangan Tersesat !, 3. Mengenali Musuh Perusak Iman, 4. Mewaspadai Jalan Yang Sesat, 5. Cara dan Ketelitian dalam Belajar Agama, 6. Tentang Ulama dan Kepada Siapa Kita Berguru ?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda dalam sebuah hadits: “Masa saling berdekatan, ilmu berkurang, kepelitan tersebar, berbagai fitnah muncul, dan banyak kekacauan.” Mereka bertanya: ”wahai Rasulullah, apakah kekacauan itu?’ Beliau menjawab: “pembunuhan demi pembunuhan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu)
Disini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah memberitakan tentang sebuah masa yang sangat buruk. Di mana ilmu berkurang, kepelitan tersebar, serta muncul berbagai fitnah, dan kekacauan. Masa kita ini adalah saat yang tepat untuk kita memahami hadits diatas. Di zaman ini, ilmu telah sedemikian berkurang, sehingga sangat langka untuk kita temui di tengah masyarakat muslimin, seorang yang bisa disebut sebagai ulama. Kondisi ini semakin diperparah dengan kemunculan berbagai fitnah dan kekacauan di tengah-tengah mereka.
Baca entri selengkapnya »
21 Oktober 2009 pada 16:08 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 1. Memperkuat Aqidah dan Keimanan, 3. Mengenali Musuh Perusak Iman, 4. Mewaspadai Jalan Yang Sesat
Keberadaan Jin, Setan, dan Iblis merupakan suatu kepastian yang diakui dalam syariat Islam, sehingga jika masih ada dari kalangan muslim yang meragukan keberadaan mereka, teramat pantas jika diragukan keimanannya.
Jin Diciptakan Sebelum Manusia
Kaum jin adalah makhluk hidup, berakal dan mereka melakukan segala sesuatu dengan kehendak. Bahkan mereka dibebani perintah dan larangan, hanya saja mereka tidak memiliki sifat dan tabiat seperti yang ada pada manusia atau selainnya. (Idhahu Ad-Dilalah fi ’Umumi Ar-Risalah hal. 1, lihat Majmu’ul Fatawa, 19/9)
Baca entri selengkapnya »
13 Agustus 2009 pada 17:46 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Akhlak & Pensucian Hati, 3. Mengenali Musuh Perusak Iman, 4. Adab Pergaulan Muslim
Dengarkanlah berita dari Al-Qur`an yang mulia tentang penyesalan orang zalim pada hari kiamat nanti karena dulunya ketika di dunia berteman dengan orang yang sesat dan menyimpang, hingga ia terpengaruh ikut sesat dan menyimpang. “Dan ingatlah hari ketika itu orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata, ‘Aduhai kiranya dulu aku mengambil jalan bersama-sama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku, andai kiranya dulu aku tidak menjadikan si Fulan itu teman akrabku. Sungguh ia telah menyesatkan aku dari Al-Qur`an ketika Al-Qur`an itu telah datang kepadaku.’ Dan adalah setan itu tidak mau menolong manusia.” (Al-Furqan: 27-29)
Baca entri selengkapnya »
7 Juni 2009 pada 10:56 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 3. Mengenali Musuh Perusak Iman, 4. Mewaspadai Jalan Yang Sesat
Kelompok Shufiyah (Sufi) telah menyebar di dunia Islam, sehingga kaum muslimin pun terbagi dua dalam menyikapi mereka. Ada yang mendukung dan ada yang menentang. Agar seseorang bisa menentukan berada di pihak yang mana dan bisa menyikapi mereka dengan benar, hendaknya ia mengetahui hakikat shufiyah yang sebenarnya. Benarkah pengakuan mereka sebagai pengikut Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullahu? Apakah mereka sesuai dengan ajaran Ahlus Sunnah wal Jamaah?
Baca entri selengkapnya »