Arsip untuk 4. Mewaspadai Jalan Yang Sesat
10 Mei 2012 pada 22:21 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 1. Memperkuat Aqidah dan Keimanan, 4. Mewaspadai Jalan Yang Sesat, 9. Meningkatkan Keimanan

Sesungguhnya Allah telah menjadikan setan sebagai musuh bagi para Nabi dan kaum mukminin. Allah berfirman:
“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Rabbmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.”(Al-An’am: 112)
“Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh (mu), karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (Fathir: 6)
Baca entri selengkapnya »
2 Maret 2012 pada 10:50 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 1. Jangan Tersesat !, 2. Ujian & Cobaan Manusia, 4. Mewaspadai Jalan Yang Sesat

Apabila kita telah yakin berada di atas jalan yang benar, diatas Sunnah dan Qur’an, maka tetaplah waspada! Jangan cepat merasa aman. Seiring berjalannya waktu dan kehidupan dunia ini, bisa jadi kita telah menyimpang tanpa sadar dari jalan yang benar.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengabarkan bahwa di antara ciri-ciri kehidupan manusia di akhir zaman (tanda-tanda hari Kiamat) adalah munculnya fitnah (ujian/cobaan) besar berupa bercampuraduknya kebenaran dan kebathilan. Iman menjadi goyah, sehingga seseorang beriman pada pagi hari dan menjadi kafir pada sore hari, beriman pada sore hari dan menjadi kafir pada pagi hari.
Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Bersegeralah kalian melakukan amal shalih (sebelum datangnya) fitnah-fitnah bagaikan malam yang gelap gulita, seseorang dalam keadaan beriman di pagi hari dan menjadi kafir di sore hari, atau di sore hari dalam keadaan beriman, dan menjadi kafir pada pagi hari, dia menjual agamanya dengan kesenangan dunia.” (HR. Muslim, no. 186)
Baca entri selengkapnya »
3 Desember 2011 pada 16:23 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 4. Mewaspadai Jalan Yang Sesat, 8. Syirik, Bid'ah dan Perusak Aqidah lainnya
Sehubungan dengan terjadinya penyerangan kaum Syiah yang membombardir Madrasah Ahlus Sunnah di Dammaj (Yaman) sejak Oktober 2011 (beberapa santri dari Indonesia dan Malaysia wafat), selain rasa terkejut juga telah muncul berbagai pandangan berbeda dari umat Islam sendiri di berbagai negeri. Salah satu pandangan yang sering terungkap adalah komentar yang menyayangkan terjadinya konflik tersebut sebagai perpecahan diantara umat Islam sendiri. Ini perlu diluruskan, karena konflik ini sudah berumur ribuan tahun.
Sebagian umat Islam tidak meneliti secara ilmiah, bahkan terhanyut pada pendapat kaum liberal yang melontarkan pendapat yang terlihat logis, “Mengapa harus terjadi perselisihan sesama umat Islam? Ayolah kita duduk bersama dan melupakan perselisihan di antara kita… yang Sunni meletakkan tangannya di atas yang Syi’i dan berjalan sama-sama. Toh kita semua juga beriman kepada Allah, Rasul-Nya dan hari kiamat?”
Orang ini lalai bahwa masalah yang sesungguhnya jauh lebih rumit dari ini…
Baca entri selengkapnya »
12 Oktober 2011 pada 21:32 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 1. Memperkuat Aqidah dan Keimanan, 4. Mewaspadai Jalan Yang Sesat

Bagi seorang muslim, keharusan memiliki akidah yang benar merupakan sesuatu yang tidak bisa ditawar lagi. Baginya, kedudukan akidah yang benar seperti kepala bagi jasad. Di atas akidah yang benar inilah akan dibangun segala amal perbuatannya, yang nantinya akan menentukan bermanfaat atau tidaknya amalan tersebut di hadapan Allah Subhanahu wata’ala.
Kerusakan terbesar yang menodai kesucian fitrah setiap insan adalah penyimpangan di dalam akidah. Kerusakan inilah yang menjadi tujuan akhir dari setiap gerakan setan, yang berlayar dan berlabuh di atas kesucian fitrah manusia dengan senjata yang sulit tertandingi kecuali oleh orang-orang yang mendapat rahmat dan taufik serta hidayah dari Allah Subhanahu wata’ala.
Dua senjata ampuh setan dalam merusak fitrah manusia adalah syubhat dan syahwat.
17 Januari 2011 pada 17:32 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 02. Jalan Untuk Memurnikan Amal & Ibadah, 07. Memahami Hadits/Sunnah, 1. Jangan Tersesat !, 2. Taqwa Pada Perintah & Larangan Allah, 3. Selamat di Akhir Zaman Dunia, 4. Mewaspadai Jalan Yang Sesat

Al Imam Abu Dawud meriwayatkan dari sahabat yang mulia Al ‘Irbadh bin Sariyah radliallahu anhu, bahwa ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menasihatkan kepada kami dengan satu nasihat yang menggetarkan hati-hati kami dan air mata pun berlinang karenanya. Maka ketika itu kami mengatakan: “Duhai Rasulullah, nasihat ini seperti nasihat orang yang mau mengucapkan selamat tinggal, karena itu berilah wasiat kepada kami.” Beliau pun bersabda:
“Aku wasiatkan kepada kalian bertakwa kepada Allah, untuk mendengar dan taat, walaupun yang memerintah kalian itu seorang budak. Dan barangsiapa di antara kalian yang masih hidup sepeninggalku, niscaya dia akan melihat perselisihan yang banyak. Karena itu wajib atas kalian untuk berpegang dengan sunnahku dan sunnahnya Al Khulafa’ Ar Rasyidin yang mendapatkan petunjuk. Pegang erat-erat sunnah itu dengan gigi geraham kalian. Dan hati-hati kalian dari perkara-perkara baru, karena setiap perkara baru ( bid‘ah) itu sesat.” (HR. Abu Dawud no. 3991)
24 Juni 2010 pada 21:36 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 1. Jangan Tersesat !, 3. Mengenali Musuh Perusak Iman, 4. Mewaspadai Jalan Yang Sesat, 5. Cara dan Ketelitian dalam Belajar Agama, 6. Tentang Ulama dan Kepada Siapa Kita Berguru ?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda dalam sebuah hadits: “Masa saling berdekatan, ilmu berkurang, kepelitan tersebar, berbagai fitnah muncul, dan banyak kekacauan.” Mereka bertanya: ”wahai Rasulullah, apakah kekacauan itu?’ Beliau menjawab: “pembunuhan demi pembunuhan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu)
Disini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah memberitakan tentang sebuah masa yang sangat buruk. Di mana ilmu berkurang, kepelitan tersebar, serta muncul berbagai fitnah, dan kekacauan. Masa kita ini adalah saat yang tepat untuk kita memahami hadits diatas. Di zaman ini, ilmu telah sedemikian berkurang, sehingga sangat langka untuk kita temui di tengah masyarakat muslimin, seorang yang bisa disebut sebagai ulama. Kondisi ini semakin diperparah dengan kemunculan berbagai fitnah dan kekacauan di tengah-tengah mereka.
Baca entri selengkapnya »
27 Oktober 2009 pada 16:11 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 1. Hakikat Manusia, 1. Memperkuat Aqidah dan Keimanan, 2. Akhlak & Pensucian Hati, 4. Mewaspadai Jalan Yang Sesat
Pemuliaan akal secara berlebihan (pengkultusan akal) adalah perbuatan yang menghinakan akal serta menyiksa akal karena telah membebani akal dengan sesuatu diluar batas kemampuan akal. Karena akal adalah sesuatu yang berada dalam jasmani makhluk, maka sebagaimana makhluk yang lain, akal memiliki sifat lemah dan keterbatasan. Jika akal menggunakan daya pikirnya pada lingkup dan batasnya serta memaksimalkan pengkajiannya, ia akan tepat (menentukan) dengan ijin Allah. Tetapi jika ia menggunakan akalnya di luar lingkup dan batasnya yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah tetapkan maka ia akan membabi buta…” (Lawami’ul Anwar Al-Bahiyyah, hal. 1105)
Baca entri selengkapnya »
21 Oktober 2009 pada 16:08 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 1. Memperkuat Aqidah dan Keimanan, 3. Mengenali Musuh Perusak Iman, 4. Mewaspadai Jalan Yang Sesat
Keberadaan Jin, Setan, dan Iblis merupakan suatu kepastian yang diakui dalam syariat Islam, sehingga jika masih ada dari kalangan muslim yang meragukan keberadaan mereka, teramat pantas jika diragukan keimanannya.
Jin Diciptakan Sebelum Manusia
Kaum jin adalah makhluk hidup, berakal dan mereka melakukan segala sesuatu dengan kehendak. Bahkan mereka dibebani perintah dan larangan, hanya saja mereka tidak memiliki sifat dan tabiat seperti yang ada pada manusia atau selainnya. (Idhahu Ad-Dilalah fi ’Umumi Ar-Risalah hal. 1, lihat Majmu’ul Fatawa, 19/9)
Baca entri selengkapnya »
5 Oktober 2009 pada 10:17 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 1. Jangan Tersesat !, 3. Selamat di Akhir Zaman Dunia, 4. Mewaspadai Jalan Yang Sesat
Generasi terbaik umat ini adalah para sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka adalah sebaik-baik manusia. Lantas disusul generasi berikutnya, lalu generasi berikutnya. Tiga kurun ini merupakan kurun terbaik dari umat ini. Ini sesuai dengan riwayat dari Imran bin Hushain radhiyallahu ‘anhuma, bahwa dia mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sebaik-baik umatku adalah pada masaku. Kemudian orang-orang yang setelah mereka (generasi berikutnya), lalu orang-orang yang setelah mereka.” (Shahih Al-Bukhari, no. 3650)
Baca entri selengkapnya »
25 Agustus 2009 pada 21:57 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 1. Urgensi Belajar Islam & Menuntut Ilmu, 4. Mewaspadai Jalan Yang Sesat
Orang alim (yang berilmu, red) hakiki adalah yang mendalami ilmu agama, mengetahui hukum-hukum Al Quran dan As Sunnah. Mengetahui ilmu ushul fiqih seperti nasikh dan mansukh, mutlak, muqayyad, mujmal, mufassar, dan juga orang-orang yang menggali ucapan-ucapan salaf terhadap apa yang mereka perselisihkan.
Allah Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan ciri khas seorang ulama yang membedakan dengan kebanyakan orang yang mengaku berilmu atau yang diakui sebagai ulama bahkan waliyullah.
7 Juni 2009 pada 10:56 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 3. Mengenali Musuh Perusak Iman, 4. Mewaspadai Jalan Yang Sesat
Kelompok Shufiyah (Sufi) telah menyebar di dunia Islam, sehingga kaum muslimin pun terbagi dua dalam menyikapi mereka. Ada yang mendukung dan ada yang menentang. Agar seseorang bisa menentukan berada di pihak yang mana dan bisa menyikapi mereka dengan benar, hendaknya ia mengetahui hakikat shufiyah yang sebenarnya. Benarkah pengakuan mereka sebagai pengikut Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullahu? Apakah mereka sesuai dengan ajaran Ahlus Sunnah wal Jamaah?
Baca entri selengkapnya »
2 Juni 2009 pada 08:30 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 1. Urgensi Belajar Islam & Menuntut Ilmu, 4. Mewaspadai Jalan Yang Sesat
Menuntut ilmu agama tidak cukup bermodal semangat saja. Harus tahu pula rambu-rambu yang telah digariskan syariat. Tujuannya agar tidak bingung menghadapi seruan dari banyak kelompok dakwah. Dan yang paling penting, tidak terjatuh kepada pemahaman yang menyimpang!
Dewasa ini banyak sekali ‘jalan’ yang ditawarkan untuk mempelajari dienul Islam. Masing-masing pihak sudah pasti mengklaim jalannya sebagai yang terbaik dan benar.
26 Mei 2009 pada 18:08 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 02. Jalan Untuk Memurnikan Amal & Ibadah, 1. Jangan Tersesat !, 4. Islam Agama Yang Sempurna, 4. Mewaspadai Jalan Yang Sesat, 5. Sabar Pada Cobaan Allah
Anas bin Malik menuturkan, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wasalaam bersabda: “Akan tiba suatu masa pada manusia, dimana orang yang bersabar di antara mereka dalam memegang agamanya, ibarat orang yang menggenggam bara api.” (HR. at-Tirmidzi)
Sungguh saat ini kita tengah berada di zaman yang benar-benar menuntut kesabaran, dimana orang-orang yang berpegang teguh dengan agamanya secara murni bagaikan orang yang menggenggam bara api. Jika dilepas (meninggalkan syariat yang benar) maka akan membakar dirinya dan membahayakannya, namun bila tetap digenggamnya, maka ia membutuhkan kesabaran dan kekokohan yang luar biasa.
Baca entri selengkapnya »