Arsip untuk 2. Ilmuwan Islam di Masa Kejayaan Islam
3 Juni 2009 pada 12:48 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Ilmuwan Islam di Masa Kejayaan Islam
Sebuah majalah Jerman memuat tulisan ilmuwan yang bernama Rudat, direktur Institut Perkumanan Universitas Rostock. Dalam tulisannya itu ia berkata, “Setelah saya membaca tentang siwak yang biasa digunakan Bangsa Arab sebagai sikat gigi, sejak saat itu pula saya mulai melakukan pengkajian.
23 Mei 2009 pada 17:44 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Ilmuwan Islam di Masa Kejayaan Islam
Tak salah bila dunia mendapuknya sebagai bapak ki mia modern. Ahli kimia Mus lim terkemuka di era kekhalifahan yang dikenal di dunia Barat dengan pang gilan Geber itu memang sangat fenomenal. Betapa tidak, 10 abad se be lum ahli kimia Barat bernama John Dal ton (1766-1844) mencetuskan teori mo lekul kimia, Jabir Ibnu Hayyan (721M – 815 M) telah menemukannya di abad ke-8 M.
Baca entri selengkapnya »
23 Mei 2009 pada 17:41 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Ilmuwan Islam di Masa Kejayaan Islam
Para sarjana Islam menemukan dan mengembangkan bubuk mesiu serta senjata peledak mulai awal abad ke-12. Tak lama setelah memproklamirkan kedaulatannya sekitar tahun 1300 M, Kekhalifahan Usmani kian memperluas cengkraman kekuasaannya ke seantero jagad. Eropa pun berhasil ditaklukkan kerajaan yang awalnya berpusat di baratlaut Anatolia itu. Kesuksesan Usmani menguasai wilayah yang begitu luas ditopang teknologi militer modern dan tercanggih di zamannya.
Baca entri selengkapnya »
23 Mei 2009 pada 16:12 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Ilmuwan Islam di Masa Kejayaan Islam
Dunia mendaulatnya sebagai `Bapak Sosiologi Islam’. Sebagai salah seorang pemikir hebat dan serba bisa sepanjang masa, buah pikirnya amat berpengaruh. Sederet pemikir Barat terkemuka, seperti Georg Wilhelm Friedrich Hegel, Robert Flint, Arnold J Toynbee, Ernest Gellner, Franz Rosenthal, dan Arthur Laffer mengagumi pemikirannya.
Baca entri selengkapnya »
21 Mei 2009 pada 09:48 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Ilmuwan Islam di Masa Kejayaan Islam
Selama mendedikasikan hidupnya dalam pengembangan ilmu pengetahuan, Nasiruddin Al-Tusi telah menulis beragam kitab yang mengupas bermacam ilmu pengetahuan. Di antara kitab yang berhasil ditulisnya itu antara lain; kitab Tajrid-al-’Aqaid (sebuah kajian tentang ilmu kalam); serta Al-Tadhkirah fi’ilm al-hay’ah (sebuah memoar tentang ilmu astronomi).
Baca entri selengkapnya »
21 Mei 2009 pada 09:47 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Ilmuwan Islam di Masa Kejayaan Islam
”Setiap penyakit pasti ada obatnya.” Sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalaam yang begitu populer di kalangan umat Islam itu tampaknya telah memicu para ilmuwan dan sarjana di era kekhalifahan untuk berlomba meracik dan menciptakan beragam obat-obatan. Pencapaian umat Islam yang begitu gemilang dalam bidang kedokteran dan kesehatan di masa keemasan tak lepas dari keberhasilan di bidang farmakologi dan farmasi.
Baca entri selengkapnya »
21 Mei 2009 pada 09:08 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Ilmuwan Islam di Masa Kejayaan Islam
Pertanian atau bercocok tanam mendapat perhatian penting dalam ajaran Islam. Sejak 14 abad silam, Islam telah menganjurkan umatnya untuk bercocok tanam serta memanfaatkan lahan secara produktif. Tak hanya itu, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalaam juga telah mengajarkan tata cara sewa lahan serta pembagian hasil bercocok tanam.
Baca entri selengkapnya »
20 Mei 2009 pada 23:42 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Ilmuwan Islam di Masa Kejayaan Islam
Ibnu Khaldun juga banyak memberi kontribusi bagi pengembangan ilmu ekonomi. Tak heran, bila dia juga dijuluki sebagai `Bapak Ekonomi’. Gagas dan pemikiran tentang ekonomi Ibnu Khaldun telah mengilhami sejumlah ekonom terkemuka. Empat abad setelah Ibnu Khaldun berpulang, pemikirannya tentang ekonomi muncul kembali melalui Adam Smith serta David Ricardo.
Baca entri selengkapnya »
20 Mei 2009 pada 23:19 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Ilmuwan Islam di Masa Kejayaan Islam
Sebelum Perang Salib meletus, Yerusalem berada dalam masa kejayaan. Kota itu menjelma menjadi pusat perdagangan dan ilmu pengeta hu an. Tak heran, bila di Yerusalem tersebar begitu banyak madrasah yang melahirkan sederet ilmuwan Muslim terkemuka. Sayang, ke makmuran dan kemajuan itu sirna begitu saja, setelah tentara Perang Salib menghancurkan dan membunuhi penduduk kota suci itu.
Baca entri selengkapnya »
20 Mei 2009 pada 23:17 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Ilmuwan Islam di Masa Kejayaan Islam
Era keemasan Islam yang berlangsung dari abad ke-8 M hingga 13 M begitu banyak meninggalkan warisan bagi peradaban manusia. Dalam masa kejayaannya, umat Islam ternyata telah berhasil melakukan transformasi fundamental di sektor pertanian yang kini dikenal sebagai Revolusi Hijau Abad Pertengahan atau Revolusi Pertanian Muslim.
Baca entri selengkapnya »
20 Mei 2009 pada 23:04 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Ilmuwan Islam di Masa Kejayaan Islam
Sebagai salah satu ilmu pengetahuan tertua dalam peradaban manusia, Astronomi kerap dijuluki sebagai ‘ratu sains’. Astronomi memang menempati posisi yang terbilang istimewa dalam kehidupan manusia. Sejak dulu, manusia begitu terkagum-kagum ketika memandang kerlip bintang dan pesona benda-benda langit yang begitu luar biasa.
Baca entri selengkapnya »
20 Mei 2009 pada 22:54 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Ilmuwan Islam di Masa Kejayaan Islam
Dunia kedokteran modern mendapuknya sebagai ahli fisiologi terhebat di era keemasan Islam pada abad ke-13 M. Dialah dokter pertama di muka bumi yang mampu merumuskan dasar-dasar sirkulasi lewat temuannya tentang sirkulasi dalam paru-paru, sirkulasi jantung, dan kapiler. Sebuah pencapaian yang prestisius dan luar biasa itu ditorehkan seorang dokter Muslim bernama Ibnu Al-Nafis.
Baca entri selengkapnya »
20 Mei 2009 pada 16:08 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Ilmuwan Islam di Masa Kejayaan Islam
Berkembangnya geografi di dunia Islam dimulai ketika Khalifah Al-Ma’mun yang berkuasa dari tahun 813 hingga 833 M memerintahkan para geografer Muslim untuk mengukur kembali jarak bumi. Islam mendorong umatnya untuk membuka pikiran dan cakrawala.
20 Mei 2009 pada 15:51 · Disimpan dalam . LIHAT SELURUH ARTIKEL, 2. Ilmuwan Islam di Masa Kejayaan Islam
Psikologi sebagai sebuah disiplin ilmu terbilang berusia muda. Ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses mental itu diklaim Barat baru muncul pada tahun 1879 M — ketika Wilhelm Wundt mendirikan laboratorium pertamanya di Leipzig. Padahal, jauh sebelum itu peradaban manusia dari zaman ke zaman telah menaruh perhatian pada masalah-masalah psikologi.
Baca entri selengkapnya »